
*dek, kakak langsung balik ke apartemen kayaknya agak demam*
Syakila membuka handphone nya ketika terdengar nada dering chat dari seseorang. Jeong mengabari bahwa dia langsung pulang ke apartemen nya karena kondisi badannya yang kurang fit, mungkin juga kelelahan. Selama menjadi penjaga sewaktu Syakila sakit Jeong memang kurang sekali istirahat ditambah lagi dengan sehatnya Syakila, Jeong mulai masuk kantor kembali dan jangan ditanya soal pekerjaan. Semua menumpuk ditambah lagi ada proyek baru kerjasama dengan perusahaan asal kalimantan. Mungkin itu lah penyebab tubuh besar itu ngedrop. Tidak terlalu parah hanya demam dan butuh istirahat.
**kakak gak pa pa? **
**adek kesana ya, bawain kakak makan malam**
Syakila menawarkan makan malam kepada Jeong, dia pikir Jeong pasti akan lupa makan nantinya, pasti dia molor aja.
*iya, gak pa pa*
*kakak suka jika adek kesini ☺☺☺*
*jangan lupa bawain obat ya*
*😍😍😍*
Syakila segera bergegas pulang dari rumah sakit langsung masak menyiapkan bekal yang akan dibawa malam ini ke apartemen Jeong. Setelah selesai berkecimpung dengan cabai bawang dan sebagainya selesai juga aksi masak memasaknya.
Syakila melajukan si merah mobil kesayangannya. Dia meluncur membelah jalanan ibukota di senja hari ini suasana kota yang hampir magrib biasanya sangat macet sekali. setelah lepas dari kemacetan akhirnya Syakila sampai beriringan dengan kumandang suara azan. Setelah meminta izin dengan para penjaga keamanan di apartemen itu Syakila berjalan menuju lantai sembilan. keluar dari lift Syakila langsung menuju apartemen Jeong, Syakila yang sudah tahu kata sandi nya langsung menekan tombolnya dan masuk ke dalam
Dan tanpa Syakila ketahui dia sudah dibuntuti seseorang sejak dari bawah tadi. wanita itu kaget melihat Syakila turun dari mobil dan dia berencana menyelidiki diam diam apa yang di lakukan Syakila di apartemen mewah ini? wanita yang tidak lain adalah Lira dengan kebetulan menempati apartemen yang dengan Jeong cuma beda lantai aja. Lira mengikuti hingga di depan apartemen Jeong
"apa dia tinggal di sini? apa dia sanggup membayar apartemen ini?
Dan Syakila hilang dari pandangan Lira ketika masuk ke dalam apartemen Jeong
"assalamu'alaikum" Syakila memberi salam pada si tuan rumah, namun tidak ada jawaban. Syakila meletakkan rantang bawaannya di atas meja makan dan langsung ke kamar Jeong
Terlihat Jeong yang sedang terbaring tanpa membuka lagi pakaian kantor nya dan sepatunya. Jeong nampak tidur dengan selimut tebalnya. Syakila menggelengkan kepalanya. Syakila mengecek suhu tubuh Jeong. dengan hati-hati Syakila melepaskan sepatu Jeong dan merapikan kembali selimut Jeong. Dia menuju ke kamar kecil berniat berwudhu hendak menunaikan sholat maghrib. Setelah sholat Syakila pergi ke dapur menyusun makanan yang dibawanya tadi dari rumah.
Syakila membangunkan Jeong
__ADS_1
"kak, bangun dulu" ucap syakila membangunkan Jeong pelan
"kak" syakila menggoyangkan tangan Jeong dengan pelan.
Jeong bangun, dia terjaga dari tidurnya. Jeong heran kenapa Syakila sudah ada di apartemen nya.
"dek" panggil Jeong dengan masih malasnya.
"kakak bangun dulu, sholat magrib nanti baru kita makan" ajak Syakila
"gendong" Jeong mengangkat kedua dengan manja nya
"adek gak bisa gendong, badan kakak besar sekali" ucap Syakila yang duduk di tepi tempat tidur Jeong.
"kalau begitu peluk cium aja" tawar Jeong
"gak mau nanti ketularan, sana cepet nanti kalau sudah makan bisa minum obatnya" tolak syakila, dia tau kalau Jeong cuma main-main dan hanya menggoda nya.
"kakak mau makan disini aja, mau nya di suapin adek_" pinta Jeong dengan sedikit rengekan
Jeong pun melaksanakan sholat magrib sejenak curhat dan memohon keselamatan dunia akhirat kepada sang pencipta. Jeong saat ini sangat senang sekali mempunyai calon pendamping seperti Syakila dia pun memanjatkan doa supaya berjodoh dengan Syakila dan supaya berjodoh sampai tua, sampai maut memisahkan. amin ya robbal 'alamin.
Selesai sholat Jeong duduk di sofa yang ada di kamar nya, penampilannya sudah segar sudah berganti pakaian rumah yang santai.
Syakila masuk dengan membawa nampan berisi nasi lauk pauk dan air minum
"adek masak apa hari ini?" tanya Jeong
"karena kakak sedang sakit menu hari ini ayam goreng, tahu tempe bacem, sayur bening bayam" jawab syalila sambil menyodorkan sesendok nasi ke mulut Jeong. suap demi suapan masuk kedalam mulut Jeong dan tak terasa abis.
"alhamdulillah" ucap Syakila pada suapan terakhir
" nah sekarang minum obat nya" Syakila menyerah segelas air putih dan memberikan obat pada Jeong
__ADS_1
"mau kemana? tanya Jeong ketika dia sudah meminum obat nya dan menghabiskan air putih di gelas tersebut
" membersihkan piring dan gelas" jawab Syakila berdiri menuju dapur kembali untuk mencuci piring dan gelas yang dipakai tadi.
Syakila kembali masuk kamar Jeong
"adek pulang y, kakak istirahat lah dulu malam ini gak usah mikirkan pekerjaan dulu" ucap Syakila menyuruh Jeong tidur kembali, Jeong meraih tangan Syakila
"ada apa?" tanya Syakila
"tidak tidur di sini? nanti siapa yang jagain kakak?" Jeong mencari alasan untuk menahan Syakila
"kakak hanya demam biasa, kalau kita udah nikah nanti adek tidur di sini" jawab Syakila sambil mencium dahi Jeong
"udah ah, adek pulang ya" kata Syakila pamit sekali lagi. Jeong hanya mengangguk. Syakila keluar dan pulang ke rumah nya.
*
Pagi ini aku merasa udah lebih baik dari semalam, pagi ini aku agak kesiangan sholat subuh pun aku kerjakan jam setengah enam lewat. mungkin efek dari obat yang di berikan Syakila semalam jadi tidur ku sangat nyenyak sekali namun efeknya pagi ini aku merasa sangat bugar. Setelah mandi bersiap ganti pakaian, aku langsung keluar hendak menjemput Syakila, aku bermaksud mau sarapan di rumah nya. Syakila telah berjanji membuatkan bubur ayam untuk ku.
Masuk lobi apartemen dengan tergesa-gesa aku menabrak seorang wanita.
"maaf" kata ku sambil membantu mengambilkan tas nya yang terjatuh.
"oppa park Jeong... " panggil wanita yang ku tabrak tadi. aku ingat panggilan itu hanya adiknya Barata yang memanggilnya untuk ku. Karena kedua orang tua ku tinggal di Korea Selatan makanya dia memanggilku dengan oppa park Jeong
"adik Barata?" tanya ku, aku menyebutnya begitu karena aku juga tidak tau pasti namanya, mungkin lupa, mungkin karena memang kami tidak dekat, mungkin juga karena terlalu lama. Barata adalah tim basket ku sewaktu masih SMA. Kami memang sering ngumpul kadang di rumah Barata atau tim yang lain yang jelas tidak pernah ngumpul di rumah ku, salah bukan rumahku tapi rumah kakek. kakek akan sangat marah jika dia tau aku main basket, beliau bilang cuma buang buang waktu saja. Namun menurutku tidak juga, kegiatan kami sangat bermanfaat selain berolahraga, basket melatih kami disiplin, melatih kekompakan bersama tim, sportif, dan yang jelas jauh dari narkoba.
"Lira oppa" dia memperjelas namanya
"oh ya saya lupa, sudah lama sih" jawab ku pendek
"oppa di apartemen ini juga?" tanya Lira
__ADS_1
"iya" aku melirik jam di tangan ku "maaf ya saya sedang terburu-buru" sambung ku lagi aku takut Syakila sudah menunggu di rumah nya. Aku meninggalkan Lira di lobi dan menuju mobil lalu meluncur ke rumah Syakila.