Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
*satu alumni*


__ADS_3

Jeong menghampiri Lira, bukan, bukan menghampiri Lira tapi ada laki-laki di sebelah Lira.


Seorang pria tampan berperawakan setengah bule, memakai jas mahal berwarna navy.


"Hai bro, apa kabarnya?" pria tersebut mendekati Jeong dan berjabat salam


"Hai, kabar baik" Jawab Jeong "kapan pulang?" sambung Jeong lagi


"kemaren, anak anak mau ngadain reunian katanya mau pinjam vila yang ada di kota BB" jelas teman Jeong yang tidak lain dan tidak bukan adalah Barata kakaknya Lira.


"kali ini ikut ya, bantu aku, kamu gak pernah ikut reunian sejak kita tamat SMA" ajak Barata


"InsyaAllah deh" jawab Jeong "kalau jadwalnya gak bentrok" sambungnya lagi, sebenarnya Jeong menolak secara halus karena memang Jeong belum pernah sama sekali ikut reunian, karena Jeong pikir reunian itu bukan sekedar acara silahturahmi namun lebih ke ajang pamer pasangan, pamer kesuksesan, atau pamer kekayaan.


"masih kerja bareng Reza?" tanya Barata


"iya, masih nyaman sih" jawab Jeong singkat yang duduk di depan Barata


"belum kepikiran buka usaha sendiri?" tanya Barata


"pengen tapi modal belum cukup, pengennya buka di bidang kontraktor" jelas Jeong "gimana usaha di kota SS?" tanya Jeong


"masih begitulah, pasar lagi sepi mungkin pengaruh masa covid ini jadi daya beli konsumen sedikit menurun" jelas Barata. "kamu tinggal di apartemen ini Jeong?" tanya Barata


"iya, tapi jarang di tempati lebih banyak tinggal di rumah kakek kasian dia udah tua" jawab Jeong


"ooo, kirain disini, sebenarnya tadi mau nitip Lira, dia sekarang kerja di sini balik dari Australia langsung kesini di panggil om Broto untuk gabung di Teratai Medica" jelas Barata


"iya, kemaren aku ketemu sama Lira enggak nyangka bocil itu udah besar sekarang" kata Jeong


"iya Lira juga cerita ketemu sama oppa katanya, pikir ku oppa siapa lagi kalau bukan kamu, makanya aku langsung kesini sekalian mau ngomongin masalah reunian itu juga" ucap Barata


"yuk kita naik ke atas dulu enggak enak ngobrol disini" ajak Jeong.


mereka bertiga berjalan menuju apartemen Jeong di lantai sembilan. duduklah ketiganya di sofa ruang tamu apartemen Jeong.


Jeong mengambil minuman kaleng yang ada di lemari es nya dan menyuguhkan kepada Barata dan Lira dan juga roti bakar yang dia beli tadi


"eh roti bakar Jeong" tanya Barata


"iya Ba, tadi sengaja beli kangen kayak dulu, eeee ternyata karena mau ketemu kamu" ucap Jeong basa basi


"mewah dan rapi, kelihatan banyak duitnya, tapi kok bukan CEO sihhh" kata hati Lira yang sedari tadi menyimak pembicaraan kakaknya dengan Jeong

__ADS_1


"yah pantaslah dia dengan Syakila, sama sama kere, masa aku harus rebutan seorang asisten gak banget kan, tapi untuk mobil dan apartemen terbilang sangat mewah,,, mungkin hanya inilah aset dari oppa" cibirnya dalam hati


"reuni nya angkatan berapa aja?" tanya Jeong


"angkatan 30-40, Lira kamu masuk ya kalau enggak salah?" tanya Barata pada adiknya dan di jawab oleh Lira hanya dengan anggukan kepala


"Lira SMA Kumbang juga?" tanya Jeong pada Barata


"iya tapi di bawah kita lima angkatan, mungkin kita kelas dua belas dia baru kelas tujuh" jawab Barata


"ooo" pikiran Jeong sudah pada Syakila pasalnya Syakila satu sekolah dengan Lira dan rupanya mereka satu alumni.


"iya deh nanti aku bantuin, kalau ada apa apa hubungi aja nomor ku enggak berubah kok" akhirnya Jeong setuju untuk mengikuti reunian ini karena dia pikir dia akan pergi kesana ngajak Syakila.


"bang, yuk pulang" ajak Lira yang sedikit ilfeel dengan Jeong


"lo udah nih, katanya kemaren mau ngobrol-ngobrol sama oppa Jeong" goda Barata pada adiknya


"apaan sih, bukannya abang yang ingin bahas reunian" Lira mengelak.


"ya sudah Jeong sampai ketemu lagi, aku mungkin kurang lebih satu minggulah disini" ucap Barata


"iya deh, Hary, Alex dan anak-anak yang laen udah di hubungi?" tanya Jeong


Jeong mengantar mereka sampai kedepan


"besok-besok bahas soal reunian disini aja sambil ajak anak anak yang lain terutama tim kita, kangen juga ngumpul bareng" ucap Jeong


apartemen pun kembali sepi.


* dek, kakak gak jadi ke rumah kakek, dah malem juga tadi ada Barata kakaknya Lira maen kesini*


chat Jeong pada Syakila. Syakila membuka handphone nya dan membaca chat dari Jeong, alisnya di angkatnya sejenak terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Drrtt drrtt drrtt suara getar handphone Syakila


"assalamualaikum, ada apa?" tanya Syakila yang udah siap mau bobo


"Walaikumsalam, ihh adek seksi banget" ucap Jeong yang melihat Syakila dari videocall nya.


"kakak ih" Syakila langsung menarik selimut nya sampai ke bahu "ada apa?" tanya Syakila lagi


"tadi ketemu Barata di loby jadi kakak ajak ke atas" ucap Jeong yang posisinya sudah siap juga di atas ranjangnya.

__ADS_1


"ada Lira?" tanya Syakila


"iya" jawab Jeong biasa aja "dek, adek alumni SMA Kumbang juga ya?" tanya Jeong semangat


"iya, kanapa?" jawab Syakila malas karena mendengar ada Lira.


"angkatan 30 sampai angkatan 40 ngadain reunian, adek angkatan berapa?" tanya Jeong


"kata Lira kami angkatan berapa?" tanya Syakila balik


"dia enggak cerita cerita dia diam aja" jawab Jeong


"tumben?" Syakila heran


"iya kakak juga heran mungkin karena ada abangnya si Barata, jadi adek angkatan berapa?" Jeong penasaran


" tiga tujuh" jawab Syakila


"kakak angkatan tiga dua, kita ikut reunian yuk, sekalian kencan gimana?" tanya Jeong


"terserah kakak aja deh, adek gak pernah ikut acara gitu gituan" sebenarnya dia malas mau ikut, Syakila lebih baik menghindar karena semua itu bukan dunia dia, karena biasanya hanya ajang pamer, pamer gaun mahal, pamer tad branded, sepatu, perhiasan, dan akhirnya yang miskin hanya dapat cibiran dan hinaan.


"kenapa? gak suka? kakak juga baru kali ini ikut reunian itupun karena Barata yang langsung ngundang, dia selalu penyedia tempat. makaanya kakak enggak enak menolak terus juga kakak tahu adek SMA kumbang juga jadi kakak iseng iseng aja ikut" Jeong berharap syakila mau ikut


"iya deh, tapi... " syakila ragu-ragu


"tapi apa?" tanya Jeong


"engga jadi" jawab syakila


"nanti kakak beliin gaun deh untuk kesana!" bujuk Jeong


"iya deh" jawab syakila pasrah. "udah ah adek mau bobo udah ngantuk, besok masuk pagi" ucap Syakila sambil menguap tanda mengantuk


"iya deh, mimpiin kakak ya" ucap Jeong menampilkan senyum terindahnya


"InsyaAllah" jawab Syakila singkat


"kok InsyaAllah sih" protes Jeong


"ya adek gak tau mimpi itu di luar kendali adek, jadi adek gak bisa memastikan malam ini harus mimpiin kakak" Syakila sewot


"caranya dek, sebelum tidur pikiran harus tertuju pada kakak, sebut nama kakak tiga kali lalu bilang I ❤ U pasti deh mimpiin kakak" Jeong tertawa

__ADS_1


__ADS_2