
Setelah berbincang-bincang dalam perkenalannya Syakila izin pada Jeong untuk menemui teman-temannya. Jeong pun mengizinkan dan mengantar Syakila pada temannya tadi
"kakak tinggal ya, jangan genit, kalau ada apa-apa cepat hubungi kakak" pesan Jeong pada Syakila sebelum dia pergi kembali pada rombongannya. Syakila melengkungkan telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O yang berarti ok.
"Sya, nemu dimana tuh sama pak Jeong?" tanya Mona
"kak Jeong asistennya suami temen kuliah" jawab Syakila pendek sambil meminum jus pesanannya.
"tadi sewaktu disana ada cowok keren dan jomblo gak?" tanya Dona sedikit berbisik.
"ada dua Alex seorang duren, dan Barata tapi udah gandeng tunangan" jawab Syakila
"Don, kalau menurut aku kamu ambil yang duren aku yang Barata aja!" usul Mona bercanda
"tapi kan Barata udah ada gandengan?" Dona bingung
"Don, selagi janur kuning belum melengkung di depan rumah berarti masih milik umum" canda Mona lagi "kamu pilih yang duren aja biar kompak, biasanya kalau yang pernah gagal akan hati-hati" sambung Mona lagi.
"ogah ah, masih trauma pingin sendiri dulu" tolak Dona serius.
Datanglah empat cewek cantik yang dulu semasa jayanya menamai Genk Genta. Genta ini grup band sekolah yang terdiri dari cewek-cewek berprestasi yang biasa masuk dalam peringkat umum sepuluh besar. jadi awalnya hanya belajar kelompok namun bila tugas dah selesai biasanya mereka latihan musik bersama jadinya jika sekolah ngadain acara Genk Genta ini selalu ikut tampil memeriahkan kegiatan.
"Hai, Sya tampil yuk personil kita kurang satu nih?" ajak Inge sang ketua Genk. syakila memang bukan termasuk Genk mereka namun mereka sering mengajak syakila latihan setelah belajar kelompok. yah walaupun kadang ikut kebanyakan enggak.
"mau tampil nih? aku jadi apa nya? backing vocal atau penari hula hula?" canda Syakila menolak secara halus
"Clara gak dateng dia biasanya pegang bass kamu kan bisa, ayo lah, kita tampil lagu yang kamu bisa aja?" bujuk Inge
"serius nih?" syakila gak nyangka aja dia emang bisa pegang bass tapi untuk kategori manggung nervous juga lah.
"serius" jawab ke empat personil Genk itu yang berkesempatan datang.
"Mon, aku ikut mereka bentar" pesan syakila pada Mona
"seriusan ini Sya?" tanya Mona, Syakila mengangguk
"Nge, lagu yang aman aman aja?" pinta Syakila
"KITA dari SOS gimana?" tanya Inge
"ok deh" Syakila menyetujui ajakan mereka karena hanya untuk ikut memeriahkan acara reunian ini saja
Mereka menuju kebelakang panggung, Syakila mengecek bass nya dia sedikit mengingat kunci lagu tersebut. dan dirasa cukup dia mengacungkan jempol nya pada Genk Genta
"para hadirin sekalian ladies and gentleman saatnya kita menyaksikan aksi jaman dulu yang akan kita ulang dan kita kenang kembali jaman kejayaannya. bagi rekan rekan yang ingin tampil atau menyumbangkan sebuah karya silahkan hubungi panitia panggung ataupun MC. dan sebagai aksi pembuka kita sambut Genta featuring Syakila.
kelima nya keluar dari belakang panggung dan masing masing mengambil alat keahliannya ada yang drum, keyboard, gitar melodi, bass dan Inge sebagai vokalis merangkap pegang biola.
"om oppa ada tante imut" Arora yang duduk di sebelah Jeong langsung menunjuk ke arah panggung dimana Syakila berdiri. "kelen ya om oppa? om oppa suka sama tante imut?" tanya Arora dan Jeong pun merasa terpanah melihat Syakila yang ada diatas panggung itu. Rombongan Jeong memang memilih meja agak depan karena sesuai perangkatan.
__ADS_1
"suka dong sayang, boleh gak om oppa suka sama tante imut?" tanya Jeong meminta izin sama Arora
"boleh, tapi dengan salat tante imut halus ajalin Lola maen gital" Arora memberi kesepakatan pada Jeong
"ok, nanti om kasih tau tante imut" Jeong senang bukan main dapet pilihan berpoligami dari Arora
"rekan rekan ini ada yang aneh nih dari Genk Genta, disana ada orang nomor satunya kita Syasaa" heboh sang MC yang kebetulan seangkatan dengan mereka
"saya kira Syasa hanya bisa baca buku ternyata reuni kali ini ada kejutan besar bukan aja medali medali Olimpiade nya, wah wah wah ini cewek udah ada yang punya belum siiih?" tanya sang MC yang memang pria bergaya mekong gemulai itu.
"huuuu" audians menyoraki sang MC
Syakila hanya senyum saja dari atas panggung. Dan di mulailah lagu perdana pada reunian kali ini lagu KITA dari Sheila on Seven sesuai kesepakatan mereka tadi.
Riuh tepuk tangan sebagai apresiasi penonton dengan tampilan mereka, pemilihan lagu sederhana namun sangat bermakna membuat tanpa sadar mulut mereka ikut bernyanyi sambil teringat masa-masa sekolah dulu
Disaat kita bersama
diwaktu kita tertawa, menangis merenung
oleh cinta
kau coba hapuskan rasa
rasa dimana kau melayang jauh
Biarlah biarlah hariku dan harimu
terbelenggu satu oleh ucapan manismu
dan kau bisikan kata cinta
kau telah percikkan rasa sayang
pastikan kita seirama walau terikat rasa hina
sekilas kau tampak layu
jika kau rindukan gelak tawa yang mewarnai
lembar jalan kita
Reguk dan teguklah mimpiku dan mimpiku
terbelenggu satu oleh ucapan manis mu
dan kau bisikan kata cinta
kau telah percikkan rasa sayang
__ADS_1
pastikan kita seirama walau terikat rasa hina
"Ok teman teman semua baik yang senior seangkatan ataupun yang junior ini lagu kedua kita masih dengan Sheila on seven, kisah klasik untuk masa depan, sekali lagi Terima kasih untuk Syakila yang sudah bersedia gabung bareng, makasih ya" ucap Inge sambil memberi hormat kepada Syakila dan Syakila pun menjawab dengan ok 👌👌👌
jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir kali
peluk tubuhku usapkan pula air mataku
bersenang senanglah
karena hari ini akan kita akan rindukan
hari nanti kisah klasik untuk masa depan
bersenang senanglah karena hari ini kita akan rindukan
di hari tuaaa
hooooo
sampai jumpa kawanku semoga kita selalu
menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
sampai jumpa kawanku semoga kita selalu
menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
mungkin diriku masih ingin bersama kalian
mungkin tubuhku masih ingin sanjungan kalian
Dua lagu dari SOS sudah ditampilkan Kelima personil cantik itu membungkuk badannya tanda hormat. Mereka pun turun dari atas panggung. tepuk tangan meriah sebagai Aplus dari tampilan mereka. Syakila mendekati meja Mona dan Dona namun sebelum sampai di meja tersebut kakinya ada yang menjagal dan hampir saja dia jatuh jika tidak berpegangan dengan Inge.
"aduh" ucap syakila spontan
"Sya gak pa pa?" tanya Inge yang gabung juga di meja mereka diikuti oleh Desy dan Dian.
"heh jaga tuh kaki" Inge langsung menghampiri meja Lira dan kawan-kawan dan dia menyenggol bahu Sari yang duduk paling pinggir sebagai tersangka
"yee ello aja yang matanya gak dipake, gak bawa kacamata seh" ejek sari
"udah ah" Syakila memilih damai dan menyuruh teman-temannya duduk
"kebaikan kamu Syaa!!" ucap Dian
"damai aja Peace✌✌" Syakila mengarahkan tangannya pada Dian.
malam pun kian meranjak, tepat pukul setengah dua belas meja syakila kosong mereka memilih ngumpul di kamar syakila
__ADS_1