
Sore ini Jeong dan Syakila jadwalnya pergi mengunjungi kediaman Shanum. Mereka berdua bermaksud meminta pendapat bagaimana baiknya tentang niat baik mereka yang ingin menikah.
Seperti biasa Jeong menjemput Syakila di rumah sakit. Semenjak di antar jemput oleh Jeong, si merah lebih sering bobo manis di garasi, namun terkadang Syakila menjalankan keliling komplek, atau pergi belanja sayur ke pasar ya sekedar untuk pemanasan mesin mobil tersebut.
Dan seperti biasa juga apa yang dilakukan Syakila tidak luput dari pengawasan Lira. Kepoo banget... Dia repot terlalu sungguh tentang hubungan Syakila dan Jeong padahal katanya enggak level, gimana sih kamu Lira enggak konsisten banget deh!!!
"Dek, nanti mampir ke toko perhiasan dulu ya, tadi kakak ditelpon katanya kalungnya udah jadi" Jeong memberi info pada Syakila yang sudah duduk manis di sebelahnya.
"iya???? cepet juga yah?" semangat nya Syakila sampai senyum senyum sendiri
"duhh, senengnya..!!" Jeong mengacak-acak rambut Syakila karena gemes. Gemes nengok ekspresi Syakila yang tambah imut namun mau di cium belum halal jadinya yaaah hanya bisa mengacak rambut aja deh untuk sementara ini.
"kakaaaakkk ihh, rambut adek kusut!?!" Syakila protes.
Syakila membetulkan rambutnya melalui kaca kecil yang dia keluarkan dari tas andalannya.
"masih cantik deeekk" goda Jeong
"iya tau adek kalau masih cantik!!!" Syakila sewot
"terus ngapain ngaca?" tanya Jeong basa basi
"ya merapikan rambut yang kena tsunami tadi lah" Syakila merapikan rambutnya menggunakan sisir jari.
"kak, bunda bawain apa?" tanya Syakila yang belum terpikirkan ingin membawakan apa untuk bunda Maya
"buah aja yah Kak" setelah dapat ide " tapi buah apa?" tanya monolog sendiri
"macam-macam buah aja dek campur campur!?!" usul Jeong.
Mobil Jeong berhenti di depan mall yang di dalamnya ada toko perhiasan yang dimaksud.
Jeong meraih tangan Syakila dan menggenggamnya.
Keduanya memasuki mall tersebut.
"kak.. " panggil Syakila
"hem.. " Jeong menoleh kearah Syakila
"jalannya jangan cepat banget!!" keluh Syakila yang sedikit berlari mengimbangi jalannya langkah Jeong.
"makanya makan itu yang banyak, jadi pertumbuhannya keatas juga enggak semuanya abis dimakan otak" Jeong memperlambat langkah nya dan tersenyum.
__ADS_1
Sampai tiba di sebuah toko perhiasan.
"selamat siang bisa kami bantu" sapa sang pelayan
"ini mbak mau ambil kalung butterfly yang kemaren" jawab Syakila sambil menyodorkan secarik nota yang diambilnya dari dompetnya
"kami di kabari katanya udah selesai diperbaiki" tambah Syakila lagi
"sebentar ya mbak ya kami periksa dulu" jawab sang pelayan sopan.
"dek, lihat dek cincin yang ini lucu ya" Jeong menunjukkan sebuah cincin berlian bermata satu.
"iya simpel dan elegan" jawab Syakila
mereka berdua asyik melihat lihat pernak pernik perhiasan memanjakan mata
"permisi tuan, nona" sapa sang pemilik toko
"iya " jawab Jeong "eh ko Alan jadi gak enak nih bos turun tangan sendiri" jawab Jeong enggak enak pada orang cina yang berdiri di depannya sebagai pemilik toko.
Jeong memang sedikit mengenal karena beberapa kali menjadi pelanggan di toko itu.
"barangnya udah jadi, ayo masuk" Jeong dan Syakila dipersilahkan masuk ke VIP room.
"silahkan" ko Alan mempersilahkan keduanya duduk
"pak Jeong, ini kalungnya sudah jadi" ko Alan mengeluarkan kalung dengan liontin kupu-kupu nya. terlihat sudah sangat cantik kalung tersebut yang kemaren warna nya udah sedikit buram sekarang terlihat mengkilat dan berkilau
"ini bener kalung saya yang kemaren ko?" tanya Syakila rasa tak percaya melihat tampilan kalungnya yang sekarang.
"iya bu, ini berliannya tidak ada yang kami otak atik kami hanya menambahkan rantainya saja yang sesuai dengan kupu-kupu nya yaitu emas putih" ko Alan menjelaskan "ini kami bersihkan dan kami cuci" ko Alan menambah penjelasan nya " jadi terlihat seperti baru lagi"
"iya ko, ini sudah lama sekali, saya memang hanya menyimpannya saja takut hilang" jawab Syakila
"ko, apa betul kata koko tadi permata yang menghiasi kupu-kupu ini berlian" tanya Jeong penasaran
"iya, makanya saya ajak kalian masuk, kalung ini bukan kalung biasa, ini sangat mahal pak Jeong" ko Alan memberi informasi
"ini sebenarnya kalung peninggalan dari orang tua saya, sekaligus identitas saya juga ko Alan" giliran Syakila yang bicara
"sebagai identitas maksudnya gimana?" ko Alan heran karena tidak sembarang orang yang bisa memiliki kalung tersebut.
"jadi Syakila ini hilang, terpisah dari keluarganya sejak umur tiga tahun, dan saat itu dia memakai kalung ini. makanya rantai yang asli itu sangat pendek" Jeong menjelaskan
__ADS_1
"kami tidak tau apa yang ada pada kalung ini, sebentar lagi kami akan menikah kami harap sebelum menikah Syakila dapat bertemu dengan keluarga kandungnya" Jeong memeluk Syakila yang sudah berkaca-kaca matanya
"kami minta bantuan dari ko Alan siapa tau ko Alan dapat informasi dari model kalung ini" Jeong meminta penuh harap karena hanya orang-orang yang berada di dunia perhiasanlah yang bisa mengenali siapa pemilik kalung berliontin kupu-kupu bertabur berlian itu
"dulu memang pernah ada orang yang mencari kalung berliontin kupu-kupu, mungkin keluarga nona Syakila, itu sudah lama sekali.
pasti, pasti saya usahakan untuk mencari keluarga nona Syakila" ko Alan meyakinkan Syakila, dia kasian dengan Syakila gadis imut itu menangis di peluk Jeong.
"tidak apa apa pasti nanti kita bisa menemukannya, harus sabar" Jeong menghibur Syakila
"akan lebih mengenalinya karena bentuknya yang unik, tidak semua orang yang bisa membuat karya seni yang bagus ini, coba kalian lihat di sisi belakang kupu-kupu itu" pinta ko Alan dengan cepat mereka berdua membalik sisi belakang kupu-kupu
"biasanya ada simbol pengrajin atau pemilik perhiasan tersebut" jelas ko Alan
"MD" ucap Jeong dan Syakila bersamaan
"maksudnya apa ko" lanjut Jeong
"biasanya MD adalah Markus Diamond, coba kalian hubungi perusahaan itu atau datangi kediamannya dan tanyakan padanya" kata ko Alan. Dan untung ada ko Alan
"ini Terima kasih banyak informasi nya ko" Jeong membungkuk memberi hormat pada ko Alan
"iya sama-sama, saya tadinya hanya penasaran siapa pemilik kalung ini, saya orang biasa kok di datangi pelanggan yang luar biasa" puji ko Alan
"ko Alan bisa saja kalau sedang merendah" ucap Jeong mengimbangi ucapan ko Alan
"sekali lagi Terima kasih ko, kami pamit dulu" ucap Jeong
"pakailah kalung itu siapa tahu keluar dari toko ini ada yang mengenalinya" pinta ko Alan
Jeong memakaikan kalung itu di leher wanita pujaannya.
"kami permisi dulu ko" Jeong dan Syakila melangkah keluar
"jangan lupa nanti cincin tunangan dan cincin kawin beli di sini aja, jangan lihat barang jelek dan harga murah nya, lihatlah ketulusannya" ucap lo Alan pada Syakila
"iya ko, Terima kasih ko"
Syakila dan Jeong keluar dari mall menuju parkiran mobil.
"semoga Allah menemukan jalan untuk kita dek, kakak juga pengen pas nikah di restui oleh keluarga adek" Syakila hanya tersenyum
"semoga kak, amin" Syakila melow
__ADS_1