Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
** ngapain cemburu??? **


__ADS_3

Sudah sebulan berlalu dari kejadian mobil mogok itu, selama itu juga Jeong dan Syakila tidak pernah bertemu. Dan hanya sesekali Syakila menghubungi untuk menanyakan perihal biaya perbaikan mobilnya itu, namun hanya dibalas dengan Jeong " nanti aja ya aku lagi sibuk banget, besok besok aja".


"Emang sibuk banget apa ya, atau duitnya udah luber jadi enggak perlu lagi duit dari aku, heh dasar orang kaya" itu yang di pikirkan Syakila saat ini.


Akhir akhir ini memang pekerjaan kantor sedang sibuk sibuknya sehingga banyak menyita waktu. Dalam sebulan ini aja Jeong udah 3 kali keluar negeri untuk urusan perusahaan. Jeong memang seorang asisten yang sangat bisa diandalkan kerjanya cepat dan tepat. Dia juga sangat tegas dengan bawahannya. Setelah Reza menikah dan terjadilah hari berkabung bagi wanita-wanita di jagat raya ini maka muncullah idola baru yaitu " Jeong Wibowo " maka setiap dia pergi kesana kemari pasti ada wanita yang sengaja menemuinya. Pura-pura pingsan lah, Pura-pura ketabrak punggung lah, pokoknya ada ada aja ide wanita-wanita itu sengaja untuk mendekati dan mencuri perhatian Jeong, dan yang nanya Jeong tetep COOL dasar ES BATU.


Pagi minggu ini Syakila awali dengan masak rendang daging sapi, memang dia lebih suka masakan tradisional, masakan daerah. dia juga membuat puding pandan dan Black Forest, yah dia hanya suka membuat makanan ini itu katanya siapa tau ada yang berkunjung, tetangga mau berobat atau sekedar silahturahmi. Syakila tidak membuka praktek namun jika tetangganya ingin konsultasi atau penyakit yang ringan2 dia mempersilahkan masuk dengan catatan TIDAK BAYAR, namun mereka terkadang membayar dengan macam- macam. Yang kerjakan jualan buah maka dia akan membawa buah, yang jual sayur maka akan membawa sayur, kadang juga hasil panen di rumahnya, macam- macam sebagai bentuk ucapan terimakasih kata mereka.


"Assalamualaikum, ih kebiasaan deh Syasa, selalu gak pernah mengunci pintu depan" Shanum datang datang udah mengomel. Shanum mencium pipi Syakila yang sedang berdiri mencuci piring, Memang jika Syakila ada di rumah dia akan membiarkan pintu rumah depan dalam keadaan terbuka, supaya sirkulasi udara lancar katanya.


"Shanum... ih dateng dateng maen cium cium aja, assalamualaikum kek, kebiasaan deh" Syakila kaget


"udah salam, tapi gak dijawab" Syakila duduk di meja makan


" waalaikumsalam "jawaban yang ketinggalan.


" ada puding tuh di kulkas, tp kayaknya belum dingin, baru masuk sih" tunjuk Syakila


"rajin banget, udah cantik, pinter masak, aduh buk dokter ini... " Shanum mencubit gemes pipi Syakila.


"Apaan sih" Syakila sewot " eeh, kenapa? maksudnya ada apa nih kemari" tanya Syakila


"enggak boleh nih? ya udah pindah tempat lain aja" Shanum pura-pura ngambek.


"cepatnya ngambek, pms? atau lagi ada dedek nih??" tanya Syakila candaan


"mana mungkin ada dedek baru sekali minggu kemaren itu pun karena terpaksa" keluh Shanum,


"terpaksa? terpaksa bagaimana? Syakila heran


" maminya mas Reza nginep di rumah kemaren, lama juga, Kira-kira seminggu" cerita Shanum.


"yaaa, yang sabar... " Syakila ikut prihatin akan keadaan pernikahan sahabat nya itu.


"kita ke pantai yuk!! " Shanum memelas


"Ada apa...? " tanya Syakila lembut, dia tau kalau sahabat nya itu dalam hati yang enggak baik saat ini


"Mas Reza,, mantan pacarnya dateng,, semalem dia enggak pulang... " Shanum memeluk Syakila dengan erat


"kamu cemburu? kalau cemburu sih bagus berarti sudah ada sedikit sayang" tanya Syakila

__ADS_1


"Aku rasa enggak cemburu deh, tapi coba kamu jadi aku Sya, bagaimana rasanya? " elak Shanum.


"udah bisa masak? " Syakila malah nanya yang enggak enggak deh, Shanum menggeleng, Syakila menarik napas panjang


"cobalah untuk merebut hatinya mulai dari urusan perut, ngurusi baju bajunya, keperluannya, melayaninya, jadikan pernikahan ini gudang pahala" Syakila memegang kedua tangan shanum " nanti kalau udah biasa dia akan ketergantungan sama kamu Num" tambah Syakila lagi


"Syasa... " Shanum udah mau nangis.


"udah jangan mewek ah, jelek!! " Syakila melepaskan pelukannya " oke, kita hari ini ke pantai, aku beres beres dulu, kamu izin dulu mau ke pantai, kesini pasti gak izin, nanti dia bingung nyariin, telpon lagi si mas Reza mu itu" Syakila diam sesaat


"Bagi aku gak ada pernikahan kontrak, pernikahan ya tetap pernikahan, berusahalah sebelum satu tahun ini Reza udah mencintaimu, berusahalah pernikahan ini untuk yang pertama dan terakhir, berusahalah untuk tidak menjadi Shanum yang kalah dan cengeng, kamu sudah menang satu poin dari mantannya itu, kamu Num istri sah nya Reza," Syakila menasehati Shanum "kalahkan hatinya, berdoa semoga hatinya dibukakan hanya untuk mencintai kamu seorang istrinya" Syakila menyemangati. Syakila masuk ke kamarnya.


dirtt... drrtt... drrtt..


"dimana? "


"di rumah "


"ada Shanum"


" ada, ngapain kamu nyariin dia, bukan suaminya"


"cemburu??!! "


Syakila jengkelnya minta ampun. " gak sopan... " dia memekik dalam hati.


Dengan berat hati Shanum menelpon Reza


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, mas aku main ke rumah Syakila, eehmm rencananya mau main kepantai"


"Berdua aja? "


"iya"


"tunggu mas, mas ikut" tut... tut... tut...


Syakila keluar dari kamarnya menuju dapur dia mempersiapkan bekal yang akan dibawa. dia juga membuat 2 botol jus.


Setengah jam kemudian, terdengar suara mobil berhenti.

__ADS_1


"Kok kamu tahu rumah Syakila? " tanya Reza, pasalnya Reza belum pernah ke rumah Syakila.


"pernah mengantarnya pulang! " datar jawaban Jeong.


"kalian dekat? " tanya Reza lagi penasaran


"Dekat bagaimana maksudnya bos? " tanya Jeong mengelak


"ya dekat??? " Reza geram


"tidak juga" Jeong masih selalu datar


"tidak juga bagaimana maksudnya? " Reza makin dibuat penasaran, Jeong mengangkat kedua bahunya.


"awas kau, aku butuh penjelasan dalam kasus ini" Reza mengancam. mereka berdua pun masuk ke rumah Syakila.


"Assalamualaikum? " sapa keduanya


"Waalaikumsalam" jawab Shanum dari dalam.


"Jadi ke pantai? " tanya Reza, Reza duduk di sebelah Shanum, sedangkan Jeong duduk di sisi lain. Shanum menjawab dengan anggukkan kepala.


Syakila keluar dengan membawa dua tas berisi perlengkapan mereka.


"Shanum.. " Syakila sedikit berteriak berjalan ke depan maksudnya ingin mengatakan sesuatu namun dia tak mengetahui kalau ada kedatangan tamu DUA MANUSIA ES BALOK


"eeh, maaf ada tamu ya?" wajah Syakila pucat menahan malu. Syakila pun masuk ke dapur lagi membuatkan minuman untuk dua orang tamunya.


"Silahkan diminum.. " sopan banget. Dia juga meletakkan sepiring puding yang tadi disimpan di lemari es. Jeong langsung mengambil puding tersebut.


"jangan malu maluin kamu" ledek Reza dia sengaja menggoda Jeong.


"enggak pa pa pak Jeong, di dalam masih banyak kok tadi kebetulan aku buatnya banyak" Syakila tersenyum.


"jadi bagaimana kita langsung berangkat? " tanya Jeong


"kalian berdua ikut? " tanya Syakila


"emang gak boleh? " tanya Reza


"ya boleh" jawab Syakila pasrah

__ADS_1


Hilang lah kesempatan mereka berdua untuk ME TIME


__ADS_2