Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
** tidak suka dijodohin **


__ADS_3

Hari ini Syakila ke rumah Shanum. Mobil jazz merah sudah terparkir di ruang parkir rumah kediaman Shanum rumah yang megah namum tidak membuat seisi rumah itu untuk sombong, keluarga Shanum sangat familiar, dan penuh kehangatan. Disini Syakila mendapatkan dan merasakan kasih sayang ayah dan bunda. Hubungan dengan majikan dan pelayan di rumah ini pun sangat akrab.


Syakila meninggalkan si merah di parkiran, ia menuju pintu samping yang terhubung dengan pintu samping. Si merah, mobil seken yang dibeli Syakila dengan uangnya sendiri, honda jazz taon lama yang berwarna merah. Syakila sangat sayang dengan Si Merah.


" assalamu'alaikum.. " salam Syakila.


" wa'alaikum salam.. " sahut yang di dalam


" eeee ini yang ditunggu - tunggu udah dateng" bunda Maya semangat sekali menyambut kedatangan Syakila. Dia pun mendekat mencium punggung tangan dan memeluk Bunda Maya


" ini ni pawang nya cake pisang" seru bunda Maya" kotor sayang" tolak bunda ketika Syakila ingin mencium tangannya yang penuh dengan tepung


" gak pa pa bun.." Syakila kembali hanya tersenyum


" ih, bunda ni yang jago nya masak, Syasa kan cuma muridnya doang" canda Syakila.


Bunda Maya memang sangat akrab dengan SyakilaSyakila apalagi kalau masalah urusan dapur, mereka kompak banget dan saling berbagi ilmu.


" Sya, kita dikirimi bik sumi pisang dari kampung, sayang kalau enggak digunakan makanya kita hari ini jadwal nya buat cake pisang aja, kamu ajari tuh mbak ijah sama mbak minah" jelas bunda Maya


" siap bun"


" sendirian kemari? " tanya bunda


" ya iyalah bun, harus ajak siapa? " Syakila bingung


" ya kirain bawa gandengan gitu, jadi kan langsung perpanjangan kontrak aja ama MUA nya" jelas bunda Maya


" belum ada gandengan bunda sayang, enggak ada yang mau" Syakila sambil memonyongkan mulut nya


" ada anak temen nya bunda mau? " tawar bunda


" nanti aja ah bun" Syakila jadi malu.


Sabtu Minggu ini Syakila menginap di rumah Shanum membantu persiapan pernikahan, ya walaupun ada mua yang mempersiapkan namun namanya bunda ya tetaplah bunda dia menyibukkan diri katanya untuk mbak yang bantu bantu untuk kerabat dekat yang udah jauh jauh datang, untuk karyawan yang menyempatkan datang duluan yang berniat membantu harus dipersiapkan dan dijamu layaknya tamu.


" mbak Syasa, di cariin mbak Shanum di atas" kata bik sumi

__ADS_1


" sedang apa Shanum di atas bik? " tanya Syasa.


" lagi luluran mbak" kata bik sumi


"ya sudah sana temui Shanum dulu, dari tadi pagi dia nanyain melulu, mbak minah sama ijah udah dikasih tau langkah langkahnya? " perintah bunda


" udah Syasa contohin dua tadi bun, " jawab Syakila


Syakila mencuci tangannya lalu dia pergi ke lantai dua ke kamar Shanum.


" bu, pasti nanti suami nya Syakila ganteng dan baik ya bu, mbak Syasa udah cantik, pinter, dokter, eee masih mau masuk ke dapur " ijah memuji Syakila


" iya, mbak, saya juga berdoa yang terbaik untuk Syasa " bunda Maya pun tersenyum


" saya berharap dia selalu bahagia, dari kecil dia selalu berusaha tegar dan tersenyum Jah" bunda serasa mau nangis.


Tok tok tok


" gak dikunci " suara dari dalam


Syakila pun masuk


" bantuin bunda buat bolu pisang, dan juga ngajarin mbak minah sama mbak ijah dulu" jawab Syakila


" eh nanti Syasa di lulurin jg ya mbak" perintah Shanum pada mbak yang sedang ngeluarin


" untuk apa? kamu yang mau kawin kok" Syakila sewot


" ini perintah bunda " jawab Shanum


"mbak, Syasa paketnya samain aja dengan yang aku pake y" perintah Shanum.


" Sya, sore nanti bang Jack sampe dari Singapura" Shanum memberi info


"Oooo" sahut Syakila


" cieeee yang lagi seneng abangnya datang" goda Shanum

__ADS_1


" Shanum, jangan gosip deh, bang Jack udah aku anggap kakak aku sendiri" jelas Syakila. Awal awal persahabatan mereka Syakila sempat kagum dengan bang Jack kakak kedua Shanum, namun rasa itu cepat cepat ditepis dan dibuang, dia takut akan menodai persahabatan mereka.


" tapi seneng deh kalau kita jadi iparan" jujur Shanum


" enggak ah, aku udah sangat bahagia banget punya sahabat kayak kamu yang seperti saudara, dapet abang, bisa ngerasain bagaimana punya ayah, bunda, bagiku itu sudah sangat luar biasa, Terima kasih ya, sudah mau berbagi padaku selama ini" mereka pun saling mengenggam tangan.


" jadi kamu mau nya sama siapa dong? " rengek Shanum


" sama Angga divisi pemasaran aja Sya? dia baek kok orangnya, ganteng gak malu-maluin, kaya, mapan, anak tunggal, royal lagi" Shanum mempromosikan kepala divisi pemasaran yang ada di kantornya


" enggak ah, aku enggak mau jadi korbannya, dia itu player, buaya darat! " tolak Syakila


" tau darimana dia players? " Shanum gak percaya,


" gosip gosip nya sih gitu! " jawab Syakila " gosip di rumah sakit ada salah satu perawat disana yang pernah jadi tumbalnya" sambungnya


" masa sih? " Shanum penasaran "aah gak akurat tuh infonya" sambungnya


" eee kalau Roni gimana? tawar Shanum kembali


" Roni yang mana lagi tu, jangan asal asalan kamu! " Syakila sewot


" ya udah kandidat terakhir nih, dengan Jeong asistennya Reza" Shanum masih terus menjajakan para kandidat yang akan di jodohkan dengan Syakila.


" enggak mau! pendingin es, manusia kutub utara, songong, gak!" maki Syakila


" tau dari mana dia songong, es batu? kalian kenal" Shanum heran


" ya enggak lah, siapa yang mau kenal sama dia" Syakila kesal aja kesan selama beberapa kali ketemu sikap sok sokan, memandang orang rendah dan sinis, macam dia aja yang keren, ganteng sih tapi belagu, itulah yang pikiran Syakila. " dan satu lagi Num, aku gak suka di jodoh jodohin! biar kamu aja yang korban perjodohan, aku gak mau! emang jaman Siti Nurbaya " Syakila darah tinggi


" ee, kenapa sewot, aku kan cuma berbaik hati aja menjajakan jejaka jejaka tampan, kok jadi marah- marah, lagi PMS? " tanya Shanum bergurau


" ya enggak lah, masa sewot sih. eeeeh Num, bulan madu kemana? nanti aku ikut ya? tukang bawa koper juga enggak apa - apa ?" tanya Syakila penasaran karena dari kemarin kemarin Shanum tidak pernah menyenggol nyenggol perihal bulan madu


" gak ada bulan madu! sibuk! " ketus sekali si Shanum


" nah itu Num makanya aku gak mau dijodohin, gak ada bulan madunya, hahahaaaa " Syakila tertawa terbahak - Bahak sedangkan Shanum cuma manyun gak rela.

__ADS_1


Setelah selesai luluran Syakila turun ke bawah. Syakila berinisiatif membantu apa saja yang bisa dikerjakannya, dia memang tipe orang supel dan ringan tangan. ? Selalu aja ada yang dikerjakan. gak mau diem, maka banyak seneng.


__ADS_2