Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* wanita aneh itu lagi *


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu ini aku sibuk sekali, banyak urusan sana sini, kontrak dengan perusahaan ini, kerjasama dengan perusahaan itu, meeting dengan para divisi, meeting dengan para investor. Dan semua itu dilakukan oleh aku sendiri sang asisten. Si boss sedang sibuk menjelang pernikahan nya. Banyak upacara adat, tradisi tradisi yang harus diikuti sang pengantin.


Sore ini selesai meeting diluar kantor dia memutuskan langsung pulang aja. Dia ingin istirahat, memanjangkan dirinya di pulau kapuk ( padahal sekarang udah enggak ada lagi atau udah jarang sekali kasur kapuk). Suasananya mendung sepertinya mau turun hujan. Dan betul aja, air setetes demi setetes udah jatuh ke bumi.


*


Di depan halte bus terlihat seorang wanita memakai pakaian serba hitam, sangat menarik perhatian ku. Dan apa itu memakai costum catwoman dengan rambut dibentuk seperti telinga kucing.


" apa dia tidak risih tampil beda seperti itu? dilihat orang-orang" pikir ku


" Oh astaga, ya Allah, itu si Lala, gadis aneh itu" aku terkejut. Aku menghentikan mobil tepat di depannya.


Kubuka kaca samping.


" La, ayo... " teriak ku. Aku hanya kasian aja, nanti hujan hujan pake pakaian seperti itu apa enggak jadi omongan orang.


Syakila terkejut, dan mendekat.


" masuklah" ajak ku.


Syakila pun membuka pintu mobil.


" Mau kemana nih? ke rumah? atau ke RS? tanyaku


" ke rumah sakit" jawab Syakila


" sip malam " tanya ku, dan di jawab dengan anggukkan kepala.


"kamu dokter anak? " tanyaku melirik ke arah Syakila. Bukan tanpa alasan aku bertanya seperti itu, melihat kostum yang dipakainya saat ini pasti asumsi orang seperti itu


" bukan " jawab Syakila sambil tersenyum


" mengapa memakai kostum seperti ini? " tanyaku penasaran, akhirnya keluar juga pertanyaan itu dari mulut ku.


" tadi ada lomba kostum super hero dan aku dapat juara dua, lumayan sih" jawabnya sambil memamerkan medali yang tergantung di lehernya.


" Ooo, dapat hadiah apa selain dapat medali? " tanyaku heran lagi, heran aja wanita ini nekad pake pakaian yang aneh-aneh begini ikut lomba, penasaran apa hadiahnya


" hadiahnya apa ya? " Syakila bertanya pada diri nya sendiri sambil membuka bingkisan ada di paperbag yang dia letak di bawah dekat kakinya.

__ADS_1


Aku perhatikan gerak geriknya sambil nyetir mobil


" oh, hadiah nya Handphone " Syakila tampak tersenyum bahagia


Hanya hadiah handphone yang mungkin harganya dua jutaan aja sampe rela relanya memakai kostum itu.


" ketemu pasien masih seperti ini" nada ku seperti mengejek


" ya enggaklah pak Jeong, nanti ganti pas udah nyampe" jawab Syakila nyantai


" Ooooo" aku heran aja, sungguh ini di luar batas pemikiranku


" aku ikut dalam komunitas pecinta komik Jepang, jadi terkadang kalau ngumpul pake tema apa gitu, atau mengadakan lomba temanya apa" jelas Syakila.


"Oooooo" aku cuma bengong aja.


" waktu itu aku pernah lihat kamu pakai baju kimono, aku kira ada bule dari Jepang, hahhahaa" Jeong mengingat- ingat kejadian tempo hari


" pak Jeong lihat dimana? tanya Syakila, pasalnya dia baru dua kali ini ketemu dengan Jeong.


" waktu di restoran XX" Jeong mengingatkan


" Oooo" sekarang gantian Syakila yang bengong.


" serba serbi Jepang " jawab Syakila singkat " kami biasanya sebulan sekali ngumpul, ya sempat aku ikut ngumpul, tp kalau sip pagi atau kalau ada jadwal operasi ya enggak ikut" jelas Syakila


" kenapa pilih Jepang? Jeong penasaran


" suka aja " singkat lagi " unik " sambung Syakila


" kebanyakan yang ikut alumni yang sekolah atau kuliah di Jepang, ada juga yang pernah kerja atau tinggal di Jepang " tambahnya lagi.


Jeong hanya menganggukkan kepala mendengar perkataan Syakila


" kamu pernah tinggal di Jepang? " tanya Jeong


" waktu S2 dapetnya di Jepang " jawab Syakila


" kok dapet nya? " Jeong kepo banget

__ADS_1


" iya, dapet beasiswa di sana kalau sengaja mau S2 di sana duit darimana" jelas Syakila


" Ooooo"


Tak terasa sudah sampe, mobil sudah memasuki halaman rumah sakit Teratai Medica. Suasananya masih gerimis kecil.


" masih gerimis ya" Syakila nampak berfikir mempersiapkan mau keluar, niatnya keluar mobil langsung lari ngebut.


" kalau nggak salah ada payung di belakang kursi mu " kata Jeong


" tidak usah, lari aja udah nyampe dan juga hanya gerimis kecil" elak Syakila. Namun Jeong sudah menyodorkan payung kepada Syakila. Dan mau tak mau Syakila mengambil payung dari tangan Jeong.


" aku masuk ya, Terima kasih pak Jeong " Syakila membungkukkan kepala tanda hormat pamit pada Jeong.


"hati - hati" Jeong tersenyum


Jeong diam belum menjalankan mobilnya, pandangan nya masih mengikuti langkah wanita imut itu, yah siapa lagi kalau bukan Syakila.


Entah, Jeong penasaran aja bagaimana Syakila ketemu orang-orang yang ada di dalam. Akhirnya Jeong memutuskan keluar dari mobilnya dan mengikuti dokter Syakila.


Di lain sisi Syakila nampak melangkah dengan cepat menuju toilet terdekat, banyak mata yang memandang ada yang merasa heran, aneh, dan banyak juga yang memandang lucu apalagi mereka yang bersama dengan anak-anaknya, dikira mereka akan ada pertunjukan. Syakila berganti dengan cepat, dia keluar toilet dan menuju ruangannya. seorang suster mendekatinya,


" dok, ada kiriman bunga nih" suster itu memberikan sebuket bunga. Syakila mengambil bunga tersebut lalu menghirup wanginya


" mawar merah, cinta yang membara, dari siapa " tanya Syakila


"tidak tau dok, enggak ada namanya dok, ya dokter Syasa itu yang tahu dari siapa, sekarang ini dokter lagi dekat dengan siapa? atau lagi pacaran dengan siapa!?tanya suster itu


Syakila menaikkan kedua bahu nya " enggak tahu, lagi enggak dekat dengan siapapun, lagi tidak pacaran dengan siapapun juga, tau ah ribet, nih tuk kamu aja Mir" bunganya di kembalikan kepada suster itu yang ternyata bernama Mira.


"Mira sih seneng seneng aja dok, bunga nya cantik" Mira suster yang bertugas di ruangan nya, mereka sangat akrab karna selalu berdua.


Dari kejauhan nampak seorang berpakaian dokter juga yang memperhatikan mereka berdua


" kenapa di berikan kepada suster Mira " ucap dokter Affan pelan, lalu meninggalkan tempat itu


Di lain tempat Jeong yang masih memperhatikan gerak gerik Syakila hanya tersenyum


" gadis yang aneh, di kirimi bunga bukannya senang malah cemberut, bunga dari siapa? kata mama kemarin masih jomblo! ". Jeong berbicara sendiri dalam hati. Lalu dia memutuskan untuk pulang. Dia menjalankan mobil nya pergi meninggalkan rumah sakit itu.

__ADS_1


Dalam perjalanan pulang Jeong selalu melihat spion belakang, nampak mobil hitam yang sejak tadi mengikutinya.


" siapa yang berani bermain - main" pikir Jeong. Jeong membelokkan mobilnya di kawasan komplek apartemen mewah tempat tinggalnya. Dia turun dari mobil dan langsung menuju apartemennya. dia sudah tak sabar untuk tidur, ia jg merutuki kebodohannya yang mengikuti Syakila sampai ke dalam rumah sakit.


__ADS_2