Cinta Jeong Wibowo

Cinta Jeong Wibowo
* ketiduran *


__ADS_3

Honda Jazz merah terparkir di pinggir jalan. Pemiliknya bingung mondar-mandir sambil memegang handphone nya.


"La, Lala " sapaku


"Pak Jeong.. " jawabnya terlihat seneng sekali. yah, Syakila senengnya serasa mendapat air di padang pasir karena akhirnya ada juga tempat untuk dia minta pertolongan.


Aku turun dan mendekat "Ada apa? " tanyaku. Ku lihat keringat sudah bercucuran. Dia masih mengenakan kebaya cokelat crem yang dipakainya tadi. Terlihat juga mukanya yang bingung dan sedih, meskipun begitu masih terlihat sangat imut dan manis dengan sisa make-upnya.


"Aku gak tahu pak Jeong, Tiba-tiba mati.." jelasnya, Syakila udah mau nangis.


"Mau kemana nih? Nanti biar aku anter saja" tawar Jeong tetap jaim, jaga imej. "Kenapa enggak menemani Shanum di pesta sampai malam? sambung ku lagi. Dia pun masuk ke dalam mobil.


" Ada yang mau operasi nanti setelah magrib" jelasnya


"Masih jam 4" sambil ku lirik arloji di tangan ku.


"Ya harus beres- beres dulu, mandi biar seger, biar enggak stres ngadepin operasi" jelas Syakila.


"emang dokter bisa stres juga ya? " tanya ku lagi


"yah.. coba bayangkan, harus operasi badan kucel dari pagi dah keringetan, binggung mobil mogok, apa ya konsentrasi mau operasi yang ada dokternya keringetan terus kegerahan trus kalau udah kayak gitu bisa jadi salah jahit, pisau ketinggalan di dalam atau apalah, astaghfirullah, ya Allah jauh jauh kan lah" Syakila mengelus dada.


Dengan arahan Syakila kami pun sampai di rumahnya.


Sebuah komplek perumahan sederhana.


"Mau mampir dulu, minum kopi" tawar nya


" yaa, boleh deh, emang lagi ngantuk banget nih" jawab Jeong datar.


**


"Aku cuma basa- basi aja tawari dia mampir, kok jadi beneran" gumam Syakila dalam hati, dia menaikkan kedua alisnya. Bete aja orangnya sok- sokan, kalau mandang orang kayak sinis gitu, sekarang malah minta dibuatkan kopi, yaa.. anggap aja ucapan terimakasih udah bantu tadi coba kalau gak ada pak Jeong mungkin belum sampai rumah tadi.


Aku buatkan dia segelas kopi dan ku potongan rainbow cake yang kemaren aku buat.


"Diminum pak kopinya, maaf cuma ini yang ada" ku letakkan kopi dan piring kue di atas meja.


"Kenapa milih perumahan gak pilih apartemen? " tanya Jeong sambil meminum kopinya sedikit demi sedikit.


"Aku lebih suka suasana nya kayak beneran tinggal di rumah ada halaman, ada tanah, udaranya bagus, terus yang paling penting kita bisa bersosialisasi dengan tetangga" jelssku " kalau di apartemen serasa tinggal di hotel tiap hari" sambungnya sambil tersenyum


Jeong menganggukkan kepala.

__ADS_1


Ku tinggalkan Pak Jeong yang asyik menonton televisi, aku mau mandi udah gerah sekali, aku ganti baju dan bersiap ke rumah sakit. Setelah selesai aku keluar kamar dan ku lihat pak Jeong sudah tertidur dengan pulas nya, terlihat cape sekali memang. Dia tertidur di sofa, handphone nya sampai terlepas dan jatuh ke lantai untung ada karpet dengan bulu yang tebal jadi tidak terjadi apa-apa dengan handphone mahal itu.


Ku lihat lagi kopi dan rainbow cake udah kandas tak bersisa apa dia kelaparan?


"Pak Jeong bangun udah mau magrib" ku bangun kan dia, maksud hati tadi aku mau sholat magrib di masjid yang ada di rumah sakit namun apa daya rencana tinggal rencana ada yang sedang ketiduran di sofa.


" eehh" Jeong kaget memandang tajam ke arah Syakila, dia terlihat bingung, mungkin belum sadar sepenuhnya, mungkin juga bingung ada dimana? aku hanya tersenyum menahan tawa.


"Pak Jeong sudah sadar? " tanya ku, dia memejam matanya sesaat, kalau seperti ini terlihat ganteng nya, unyu- unyu, tapi kalau kesadaran sudah penuh, tuh gayanya seperti orang itu kecilll kali di matanya.


"Maaf, bisa pinjam toilet nya? " suara nya serak entah mengapa terdengar sangat sexy di telinga ku.


"Silahkan.. " aku menunjukkan letak toilet nya.


***


Adzan berkumandang


"Sholat magrib? tanya Syakila ragu menyodorkan sajadah, dia kawatir Jeong akan tersinggung


" Jamaah? " tanya Jeong singkat


" Boleh" Syakila menganggukkan kepala dan dengan cepat mempersiapkan tempat.


"Jam berapa berangkat? tanya Jeong


" Sekarang, harusnya sebelum magrib tadi" jelas Syakila


" Maaf ya, jadi terlambat" kata Jeong datar " Ayoo" ajak Jeong.


" Saya naik motor aja pak" karena kikuk Syakila jadi bicara dengan formal.


"Dianter aja, ayo cepat" Jeong cepat keluar dan menyalakan mesin mobilnya, Syakila masuk mobil dengan tidak enak hati.


"pulang jam berapa nanti? " tanya Jeong setelah lama mereka terdiam.


" Haahh" Syakila terkejut " pak, aku pulang sendiri aja, aku gak enak hari ini udah banyak banget ngerepoti pak Jeong " tolak Syakila


"Ngerepoti yang mana? perasaan aku cuma nganterin kamu aja, malah aku yang ngerepoti udah minta kopi gratis, kue gratis, numpang tidur lagi, aduh sungguh malu maluin, maaf ya" tumben Jeong ngomong panjang lebar.


"Sama-sama Pak, oh ya bagaimana dengan mobil aku ya? " ragu Syakila bertanya


"sedang diperbaiki, nanti kalau sudah beres mau di kembalikan kemana rumah atau ke Teratai? " tanya Jeong.

__ADS_1


" rumah sakit aja, pak bisa minta nomor HPnya? " Syakila jadi kikuk. Jeong menyebutkan 12 digit nomor HPnya.


"di misscall La" perintah Jeong


" iya Pak" Syakila menghubungi nomor yang tadi Jeong berikan, seketika itu handphone Jeong pun berbunyi.


"La, save nya jangan pak Jeong ya save nya Jeong keren , Jeong ganteng juga boleh" Jeong memberi saran, dan yang di beri saran hanya melongok.


" ehh pak Jeong bisa aja" jawab Syakila malu


" tuh kan pak lagi? ketus Jeong "apa kelihatan tua banget ya? " Jeong mengerucutkan bibirnya


Syakila hanya menyengir kuda,


"Jadi pulangnya nanti jam berapa? " Jeong mengulangi pertanyaan yang sudah ditanyakan.


"Tergantung operasi nya" jawab Syakila


"Kok tergantung operasi nya? " Jeong bingung


"Dalam operasi kita harus hati-hati dan teliti, karena menyangkut nyawa seseorang, pernah ada dokter bedah melakukan operasi selama 32 jam, mereka mengoperasi tumor otak, di daerah Cina, 2 dokter dan satu perawat nyaris pingsan. " jelas Syakila


"Itu sungguhan La" Jeong baru tahu. Syakila hanya menganggukan kepala.


"Ya iyalah pak, cemasnya keluarga pasien yang nunggu di luar ruang operasi itu lebih cemas lagi dengan dokter yang ada di dalam, ada nyawa seseorang jika terjadi kesalahan sedikit saja akan berdampak fatal makanya kami harus membuang segala pikiran di luar tentang operasi kami harus enjoy dan rileks supaya tidak gugup agar tau apa yang harus akan dikerjakan. " jelas Syakila


"iya ya" hanya itu yang dilontarkan Jeong


"Ni ada riset yang mengatakan bahwa kemungkinan besar operasi akan berhasil jika operasi tersebut dilakukan antara pukul 07.00 - 21.00 dan kemungkinan menyebabkan komplikasi jika operasi dilakukan pada pukul 21.00 - 07.00." Syakila berhenti sebentar "makanya di buatlah pergantian sip dokter jaga. tapi yang namanya dokter ya hanya manusia biasa walaupun kami berusaha semaksimal mungkin berbuat terbaik untuk pasien kami juga punya keterbatasan, malam ya sebenarnya waktunya untuk tidur, walaupun diputar bagaimana pun tetep malam waktu nya untuk tidur, cuma masalah terkadang ada pasien kecelakaan itu gak bisa tunggu siang harus saat itu juga diambil tindakan, pasien pasien yang mengidap penyakit darurat misalnya kan kudu di operasi " Syakila berhenti mengambil napas " kadang juga ini yang penting dan banyak terjadi di negara kita"


"apa tuh? " potong Jeong


"para pasien datang ke rumah sakit jika keadaannya sudah parah, dan itu banyak enggak satu atau dua pasien, stadium akhir baru ke rumah sakit, mereka rata rata takut untuk mengecek kesehatan mereka. beda kalo di luar negeri penyakit bisa di tangani sedini mungkin karena mereka rutin melakukan pemeriksaan. " jelas panjang lebar kali tinggi penjelasan Syakila.


"ih curhat ni ceritanya.. " ledek Jeong


"yaa, Rata-rata memang begitu datang ketika sudah sekarat, jadi yang nolong bingung mau memberi tindakan apa? " Syakila melirik ke arah Jeong.


"Iya bener bener" Jeong manggut-manggut " kamu rupanya cerewet juga yah? " Jeong melihat ke arah Syakila


"eh, dah sampai, nanti kalau dah selesai kabari aja, aku juga masih ada urusan di luar kok" Jeong memberikan tawaran.


"terimakasih ya" Syakila keluar mobil dan masuk ke dalam rumah sakit. Syakila tersenyum lega mungkin karena sudah mengeluarkan segala unek-unek nya.

__ADS_1


__ADS_2