
Pagi ini Teratai Medica sangat sibuk. Semua departemen sibuk beres-beres dan bersih-bersih. Yah, hari ini Teratai Medica akan mengadakan rapat pemegang saham dan sekaligus ramah tamah dengan seluruh karyawan, dokter, perawat di Teratai Medica. Hal ini dilakukan karena kemaren ada seorang pengusaha yang membeli saham Teratai Medica sebesar 76%. Jadi seluruh karyawan, dokter, dan bertugas diwajibkan masuk pagi semua. Syakila berdiri di barisan para dokter.
"Dokter Lala" sapa seorang kakek yang tidak lain adalah kakek Ronald
"kakek... " Syakila terkejut
"dokter Lala cantik sekali hari ini?" puji kakek
"aahh kakek aku tidak bisa memberi apa-apa atas pujian kakek" aku kan jadi malu kakek Ronald bercanda di depan petinggi dan dirut rumah sakit ini.
"La, ayo temeni kakek ke dalam, yaah anggap saja pemandu wisata lagi nemenin turis" ajak kakek Ronald, Syakila bingung mau jawab apa pasalnya dia hanya bawahan dan sang dirut ada di sebelah kakek Ronald, "bagaimana pak dirut? kabulkanlah permintaan orang yang sudah tua ini" pinta kakek Ronald bercanda dan sedikit merendah kepada pak Broto sebagai Dirut Teratai Medica.
"yaa tentu boleh tuan Ronald " dirut tersenyum kepada kakek Ronald "dokter Syasa ayo ikut nemenin tuan Ronald" pinta pak direktur utama.
"pak Broto, kalau di rumah saya memanggil dokter cantik ini dengan sebutan Lala,, " ucap kakek Ronald
"iya tuan Ronald, saya tadi juga bingung dokter Lala yang mana, ternyata dokter Syakila. " kata pak Broto, Syakila diam saja hanya menyimak pembicaraan mereka, dan senyum-senyum kalau mendengar namanya disebut.
"La, nanti temani kakek ke dalam juga ya, kakek terkadang merasa bosan di dalam, maklum lah kakek sudah tua, harus Jeong yang kesini, tapi anak itu masih betah ngurusi perusahaan orang ketimbang ngurusi perusahaan keluarganya" Syakila tersenyum bingung mau menanggapi apa soal Jeong.
Sesampainya di dalam Syakila bingung tidak tahu apa yang dibicarakan orang-orang yang ada di dalam ruangan ini dia hanya setia menjadi penonton, mengamati, dan pendengar.
Kegiatan selanjutnya adalah tanda tangan serah terima saham jadi seluruh pemegang saham maju ke depan semua. "La, ayo kita ke depan" ajak kakek
__ADS_1
"Lala ikut juga kek? " tanya ku bingung karena dia lihat yang maju ke depan para pentinggi dan pemegang saham saja. bahkan asisten kakek paman Tom tidak ikut
"bantu kakek berjalan dan juga nanti ikut tanda tangan ya sebagai saksi kakek" ajak kakek Ronald yang memang kemana-mana membawa tongkat apa memang tidak kuat karena faktor usia atau hanya sekedar stile saja.
**
Kakek Ronald ada-ada aja ngajak aku ke acara beginian, ngajak ke depan pula, lihatlah banyak mata tertuju pada kami, kakek ahh bikin malu aja. Kami maju kedepan, mungkin mereka bingung ada hubungan dari mana aku dengan kakek Ronald Wibowo pengusaha legendaris yang sampai sekarang sepak terjangnya membuat ciut nyali para pesaingnya sedangkan aku, bisa masuk di rumah sakit Teratai Medica ini hanya dengan rekomendasi dari Universitas ku karena nilai dan prestasiku.
Aku yang tidak tau apa-apa hanya mengikuti perintah saja, katanya tanda tangan disini aku tanda tangan katanya tanda tangan disitu aku pun tanda tangan bersama kakek Ronald tanpa aku tau apa isi dari kertas-kertas itu, yang jelas tidak mungkin mereka melakukan hal-hal yang dapat merugikan diriku.
"La, nanti Lala sendiri saja yang berfoto bersama mereka ke atas, kakek mau duduk, kakek cape" perintah kakek
"kakek tidak apa-apa?" aku kawatir pada kakek.
"kok Lala tidak tahu? " kata ku
"iya kakek ke ruangan mu tapi kata suster mu 'maaf pak, dokter Lala sedang ada operasi', memang susah menemui orang sibuk ya" ledek kakek, aku pun tertawa "ayo cepat naik sana!! " perintah kakek, "Tom, bantu Nona Lala naik ke atas" perintah kakek penuh wibawa. Aku naik di dampingi asisten Tom. Gugup juga bisa berada diantara mereka para pengusaha-pengusaha sukses. Setelah berfoto-foto ria aku pun turun. Untung saja hari ini aku menggunakan baju, sepatu dan tas yang dibelikan Jeong, jadi enggak malu-maluin banget bergabung dengan mereka. Yaah, memang kadang Jeong dapat diandalkan, terima kasih Jeong. Kok dia yang kebagian terima kasih sih.
Asisten Tom sudah menunggu ku di bawah tangga sesuai dengan instruksi kakek Ronald. Asisten Tom mengikutiku dari belakang sampai ke tempat kakek Ronald, aahhh macam iya iya betul aku hari ini.
Selesai acara, aku mengantar kakek Ronald sampai ke depan. Kami berbincang bercerita tentang rumah sakit ini, kakek bertanya bagaimana fasilitas nya, dokter-dokter nya, pelayanannya, administrasi nya dan banyak hal, yah ku ceritakan saja keadaan sebenarnya biar kakek tahu keadaannya karena setahu yang ku tangkap selama acara di dalam tadi kakek juga sebagai pemegang saham di sini, jadi siapa tahu dengan ku katakan apa adanya kakek dapat memperbaiki Teratai Medica lebih baik lagi.
"Maaf tuan Ronald, sepanjang kita mengobrol ini dan itu, saya penasaran nona Syakila ini siapa ya?" tanya seorang pengusaha yang terlihat masih muda mungkin seumuran Jeong lah.
__ADS_1
"oooh, Dokter Lala ini cucu saya" jawab kakek Ronald
"sudah ada pacar, atau tunangan, atau suami? " tanya nya lagi, aku hanya tersenyum
"sudah, dia cucu mantu saya" jawab kakek Ronald cepat
aku tertawa dalam hati, kakek nya respect banget tapi cucunya nyantai aja
(kakek Ronald)
Setelah beberapa hari tidak bertemu Syakila karena dia masuk sip pagi, kakek mulai berfikir
"Anak itu tidak memikirkan keselamatan dirinya memutuskan untuk menolong saya, apa dia tidak berfikir dia akan jadi target selanjutnya jika saya aelamat" Kakek bicara dengan asisten nya
"Tom, " panggil kakek
"iya tuan" Tom mendengarkan perintah kakek Ronald selanjutnya
"beri pengawal untuk melindunginya, jaga jarak saja, dia orang bebas, tidak mau di kekang" perintah kakek
" iya tuan" Jawab Tom membungkuk tanda mengerti
"Dan lagi, saya ingin membeli saham Teratai Medica untuk Syakila, jika dia memang menjadi cucu menantu saya, saya sangat bersyukur dan dia sudah mempunyai kekuatan sehingga tidak ada yang akan merendahkannya, jika dia tidak berjodoh dengan Jeong maka ini sebagai ucapan terima kasih atas budi baiknya mengobati saya hingga pulih dan juga terima kasih karena telah membawa Jeong pulang" kata kakek pada asisten Tom.
__ADS_1
...Berbuat baiklah karena kebaikan akan dibalas berkali-kali lipat dengan kebaikan...