
Dua mobil beriringan memecah jalanan ibukota melaju ke daerah pinggiran menuju pantai. Reza satu mobil dengan istrinya, sedangkan Jeong dengan Syakila. sewaktu mau berangkat tadi, Syakila berjalan menuju mobil Shanum
"La, dengan ku aja" seru Jeong, Syakila melotot kan matanya "iiis kamu ini sahabat yang tidak pengertian, mungkin banyak yang ingin mereka bicarakan! " jelas Jeong. Syakila mengekor Jeong.
"Syaa, kamu naik mobil Jeong? " tanya Shanum melihat Syakila berubah arah.
"eeh, ituu, anuu, iyaa.. " Syakila bingung. dia memberikan Shanum dua buah tempat berisi kue dan puding dan satu botol berisi jus jambu merah.
"Maaf nona, saya yang meminta, ada yang ingin saya bicarakan dengan dokter Lala" jawab Jeong membantu kegugupan Syakila.
Mereka semua masuk mobil
"Mas, apa yang ingin Jeong bicarakan dengan Syasa? " tanya Shanum penasaran
"Aku juga enggak tahu, tapi aku curiga pada mereka berdua" Reza mengecilkan matanya
"Mas Reza tau panggilan Jeong? LALA.. " mereka berdua kompak bergibah untung ada topik pembicaraan tentang Jeong dan Syakila yang mencairkan suasana mereka berdua
" apa.. " Reza tak percaya.
" iya, sok cute banget kan!! " Shanum menimpali
" tau gak, tadi Mas enggak kasih tau alamat Syasa tapi kok si Jeong bisa tahu? " tambah panas gosip mereka.
"Masa sih mas? " gantian Shanum yang terkejut
"kata Jeong dia pernah mengantar si Syasa" jelas Reza
"kok Syasa enggak cerita... " Shanum kecewa
" kita harus konfrensi Pers untuk mereka, kita yang wawancara..! " Reza dengan semangat
"Setujuu.. " akhirnya mereka berdua kompak
Di mobil lain di belakang mobil Reza.
" kamu kasih apa mereka tadi? " tanya Jeong
"makanan yang tadi di rumah aku bawa biar abis! " Syakila menimpali
"Untuk di mobil kita ada? " tanya Jeong, Syakila mengambil tempat makanan itu di dalam tas nya.
__ADS_1
"yang satunya? " tanya Jeong kepo, pasalnya Syakila terlihat banyak sekali membawa tas.
"ini perlengkapan ku, siapa tahu di jalan ada yang memerlukan pertolongan" jelas Syakila membuka tas satunya yang berisi perlengkapan kesehatan dikeluarkannya terlihat ada stetoskop, termometer, penligth, tensimeter, ada lagi kotak obat. Memang seorang dokter yang siap siaga.
"Pak Jeong, berapa biaya perbaikan mobil aku kemaren" tanya Syakila
"Berapa ya, aku lupa, aku letak dimana ya struk nya, lupa" Jeong pura-pura lupa.
"Yah, jangan begitu dong pak Jeong, aku kan jadi enggak enak, udah lebih dari sebulan aku belum bayar"
kata Syakila tidak enak hati
"Sungguh aku lupa, sudah lama sih" elak Jeong, sebenarnya Jeong gengsi aja minta biaya perbaikan mobil itu yang hanya dibawah lima juta yang baginya hanya uang jajan dia sehari-hari.
"kemarin kemarin ditanya sibuk melulu" kata Syakila
"iya, kemaren memang bener bener sibuk banget" Jeong mengingat ingat.
"Bayar pake kopi aja, kopi buatan kamu enak, aku kemaren aja sampe ketiduran karena nikmatnya" puji Jeong.
" ogah ah, aku gak mau kamu bikin repot aja, aku gak tiap hari ada di rumah" ketus Syakila menolak.
" Yah pas kamu ada di rumah aja" bujuk Jeong.
"Ada apa gimana? " tanya Jeong pura-pura tidak tahu
"aku gak mau ya si Reza itu mempermainkan Shanum! kurang apa dia! kalian para cowok sok belagu banget, sok kegantengan!! " Syakila marah
"eeeh, kok marahnya sama aku, marah tuh sama Reza" Jeong menunjuk mobil depan
"iya, nanti aku bakal bikin perhitungan dengannya" Syakila masih esmosi
"udah, enggak usah ikut campur urusan mereka" kata Jeong
"aku heran sama kamu, katanya asisten merangkap sahabat, tapi Reza salah kok gak ingetin, didiamkan saja, bahkan ikut bersekongkol memperdaya Shanum" Syakila marah "awas kamu ya" ancam Syakila
"ih, kamu La, kecil kecil ngeri juga kalau marah, memperdaya bagaimana?" tanya Jeong tenang menanggapi kemarahan Syakila
" Itu, perjanjian nikah! nikah kontrak! belum lagi datangnya si mantan! kalian kira Shanum itu patung! gak punya perasaan! tega kalian ya!" Shanum emosi tingkat tinggi "Jangan pikir Reza aku takut sama dia ya, mentang mentang kaya punya kekuatan sok memperdaya orang, aku sudah pernah sama dia 'MACAM MACAM DENGAN SHANUM KUSUNTIK MATI' dia kira aku main main" napasnya naik turun.
" sabar buk.., emosian banget, ini minum dulu" bujuk Jeong
__ADS_1
"sabar sabar, aku gak perlu minum" Syakila diam sesaat "udah ah ngomong sama kamu sama dengan si Reza belagu itu, kalian kan satu spesies" Syakila diam, "astafirullahal'adzim" dia menarik napas panjang, dia memutar badan nya ke samping melihat ke arah jendela di ambilnya hedset di tas nya lalu dipasangnya di telinganya lalu dia memejamkan mata mendengar lagu lagu slow.
*
Aku tidak menyangka dia semarah ini, wanita kecil berwajah imut serasa seram sekali kalau marah. Dan yang parahnya lagi Reza yang berbuat, aku yang kena semburan lahar panas. Kalau menurutku sih wajar dia marah, Reza memang sudah keterlaluan, Shanum pasti sudah menceritakan semua unek-unek di hatinya kepada Syakila. Sahabat mana yang tidak marah jika melihat sahabatnya teraniaya.
Aku memang tidak menegur Reza, karena sebenarnya Reza sudah mulai bucin sama Shanum, tapi istrinya itu tidak peka, maka dipakailah Mayang mantan nya Reza sebagai umpan untuk mengetahui hati sang istri.
Aku menatapnya di samping, nampang memejamkan mata terpaksa, dia berusaha menetralkan emosinya, ku lihat ada cairan bening di matanya lalu cepat cepat dia hapus. Aku makin merasa bersalah mengikuti kemauan Reza yang memang aku akui salah.
Dia sangat tulus menyayangi Shanum, memang sahabat sejati.
Aku ingin mengusap kepala nya menenangkan hatinya, ku ulurkan tangan ku namun aku tarik kembali. Aku takut dia akan terkejut dan tambah marah lagi.
Aku membuka tempat makanan yang dia taruh di tengah satu persatu habis sudah, kue buatan dia memang lezat seperti buatan di toko kue ternama, aku tidak menyangka aja dengan profesinya seorang dokter masih sempat -sempatnya dia membuat makanan. Aku juga membuka botol jus yang dibawa nya, seger sekali. Dia membuka matanya aku pura-pura tidak melihat, ternyata dia benar-benar tertidur tadi.
***
Syakila membuka matanya. Rasanya sudah lama sekali dia tidur tapi belum sampai sampai. Dia mengedarkan pandangannya kesana kemari.
"Rasanya haus sekali" gumamnya dalam hati.
"habis semua ya? " Syakila melirik tempat makanan yang tak tersisa sama sekali.
"maaf, habisnya enak sekali" aku tidak enak hati marah nya udah reda, eee meningkat lagi "maaf ya" suaraku kulembutkan selembut mungkin. Syakila hanya diam.
"nanti aku ganti deh, aku bayar ni" aku tidak enak hati.
Syakila melotot ke arah Jeong.
"Kau kira semua bisa kau beli dengan uang" Syakila diam
"kalian kira semua selesai dengan uang" ucapnya lirih
"ADUHHH,, AKU SALAH LAGI.. "
Mobil berjalan pelan terkadang berhenti, macet. Banyak orang lalu lalang melihat kejadian apa di depan sana sehingga membuat antrian panjang.
"Ada apa pak? " tanya Syakila penasaran membuka kaca jendelanya.
"Ada kecelakaan mbak" jawab si bapak
__ADS_1
"Kecelakaan beruntun mbak?" jawab yang lain
"Kecelakaan maut" timpalnya lagi