
Sementara itu di siang yang sama saat Kakek Ronald dan Syakila jalan jalan, ternyata begitu juga dengan Lira. Setelah istirahat jam siang Lira tidak kembali ke Teratai Medica. Dia sama dengan kakek Ronald memanfaatkan kekuasaan untuk bertindak semaunya.
Lira menelpon dokter Broto untuk izin dalam rangka mempersiapkan diri untuk pesta nanti malam.
Lira janji ketemuan dengan sahabat dekatnya ketika kuliah di Sydney Australia. Yah, sahabat akrabnya tidak lain adalah Selly mantan sepupunya Jeong.
"Haiiii, udah lama nunggu?" sapa Selly yang menghampiri Lira yang duduk di sebuah cafetaria yang ada di salah satu Mall itu.
"enggak kok... " jawab Lira tersenyum hangat.
selly pun duduk di hadapan Lira
"udah pesen! tanya Selly
" belum, baru pesen minum aja" jawab Lira sambil memonyongkan mulutnya menunjuk ke arah minumannya.
Mereka pun memesan makanan dari minuman kepada pelayan. Sambil menunggu pesanan datang mereka berdua pun berbincang-bincang sekedar bernostalgia mengingat saat bersama di Australia.
Ketika sedang asyik nya ngobrol, lewatlah asisten Tom, Kakek Ronald, Syakila dan dua orang bodyguard dibelakang nya. mata Selly menatap geram penuh kebencian sedangkan Lira menatap juga penuh keingin tahuan.
"kau tau mereka siapa?" tanya Lira pada Selly
"mereka?" tanya Selly balik. Lira pun mengangguk.
"mereka kakekku, dan wanita ular itu, dia wanita yang telah merusak semua rencana mommy!!!" jelas Selly penuh kebencian.
"wanita ular itu? rencana mommy Siska?? aku enggak ngerti??" tanya Lira penuh selidik penasaran
"wanita ular itu bekerja di rumah sakit yang sama dengan ku!!" Lira memberi tahu Selly
"iya, dia seorang dokter pacar nya Jeong sepupuku satu satunya pewaris tunggal Ronald grup" jelas Selly
"apa???? oppa Jeong sepupu mu??? si asisten itu!!! Lira kaget bukan main mendengar perkataan Selly
" jadi Syakila bukan baby sugar nya kakek itu??? dan oppa pewaris Ronald grup???" Lira mengulangi perkataan Selly tidak percaya
"iya, kamu kenal sama kak Jeong?" jawab Selly mantap balik tanya
"kenal dia sahabat kak Bara, tapi aku kok gak tau kalau dia sepupu mu? tanya Lira heran
" iya, selama ini dia kuliah di Amerika, dan pulang gak balik ke rumah besar, dia ribut dengan kakek!" jawab Selly
__ADS_1
"dan kau tau Ra,, sekarang aku jadi gembel karena wanita ular itu???!!" sambung Selly penuh kebencian
"aku harus membalaskan dendam nya mommy, gara-gara wanita itu mommy sekarang ada di penjara!!" tambah Selly lagi
"aku akan membantu mu!!" kata Lira
"benarkah???" tanya Selly kegirangan akhirnya dia menemukan patner nya. yaa Lira memang patner sejatinya
"yaaah, karena dia sudah merebut oppa Jeong ku" jawab Lira.
"pantas saja aku juga heran dengan penampilan Syakila dia itu gadis miskin namun aku perhatikan kenapa semua yang di pakai nya merupakan barang branded" Lira menyipitkan matanya.
"ya iya lah dia menemukan tambang emas!!" jawab Selly kesal.
"kau tau?? rencana mommy selangkah lagi berhasil menguasai Ronald grup, tapi gagal oleh si ****** itu" ucap Selly geram
"licik juga dia ternyata ya?? ku kira wanita baik baik" Lira mengompori api yang sudah tersulut.
" iya, aku harus buat perhitungan padanya!!!" kata Selly penuh semangat
"aku akan bantu!!! aku juga akan merebut kembali oppa Jeong sayang ku, biar kita jadi sepupu" jawab Lira senang
"mimpi kamu Lira, aku yang akan menjadi nyonya Jeong Wibowo mana mau aku jadi sepupu mu yang angkuh itu, bisa bisa aku gak kebagian apa apa!!" gumam Selly dalam hati
"jadi apa rencana mu kali ini?" tanya Lira
"ya belum ada, ini saja aku masih kaget atas info dari kamu sell, tapi nanti kalau aku ada rencana pasti menghubungi kamu, kamu juga kalau ada ide kasih tau aku ya!!" kata Selly
"iya, pastilah aku kasih tau kamu sell, yang akan bantu aku kan kamu!!" jawab Lira
"ehmm gak sabar aku jadi kakak ipar kamu" sambung Lira lagi gemes sambil mencubit pipi Selly
"sakit tau!!!" Selly memonyongkan mulutnya
"ih jangan begitu ah jelek!! nanti gak ada cowok yang mau??" canda Lira
"oh ya, kemungkinan besar si wanita ular itu kayak nya datang ke acara nanti malam? mungkin kamu ada rencana?" tanya Lira sambil memberi info
"belum ada, nanti sambil jalan kita pikirkan lagi!!" jawab Selly mengangkat bahu nya.
Mereka berdua menghabiskan menu yang mereka pesan tadi.
__ADS_1
Setelah selesai keduanya berjalan menuju butik kesayangan mereka dan mencari apa yang diinginkan mereka.
Sementara itu ternyata kakek Ronald mengetahui keberadaan Selly.
"Tom, tolong perketat penjagaan Lala, tapi dengan jarak saya tidak ingin dia merasa tidak nyaman" pinta kakek Ronald kepada asisten kesayangannya.
"siap tuan" Tom membungkuk tanda hormat.
Syakila yang tidak tau apa apa hanya mengekor pada kakek Ronald. menurut seperti seekor kucing yang manis.
"saya takut Tom terjadi apa-apa dengan nya" kata kakek Ronald
"tuan jangan takut kami akan berusaha semaksimal mungkin melindungi nona" kata asisten Tom menenangkan tuan nya
"saya khawatir dia telah menggagalkan rencana yang sudah tersusun rapi pasti mereka sangat dendam dan menyusun rencana ulang dengan mengganti target utama nya" kakek Ronald mengutarakan kecemasan nya
"baik tuan kami akan selalu waspada" kata asisten Tom
"saya takut mengecewakan Jeong, dia sangat mencintai Lala" kata kakek Ronald kemudian
"kami akan semaksimal mungkin tuan" jawab asisten Tom
"apa nona kita minta tinggal di rumah aja tuan" usul asisten Tom " supaya lebih terjamin keamanannya?" tambah Tom kemudian
"saya rasa Lala tidak akan setuju, dia sangat menjunjung harga dirinya, saya takut malah membuat dia khawatir" jelas kakek Ronald
"kalau begitu sesuai perintah tuan, kami akan memperketat penjagaan dan keamanan nona" Tom membungkuk pada kakek Ronald.
"saya berhutang nyawa padanya Tom, sudah seharusnya saya memberikan yang terbaik untuknya dan juga demi Jeong cucu kesayangan" kakek Ronald tersenyum
"jika umur saya tidak panjang lagi, Tom... tetaplah dampingi Jeong, anak itu tolong kamu jaga seperti kamu menjaga saya" pinta kakek Ronald
"tanpa tuan katakan sudah saya tekatkan dalam hati tuan untuk menjaga tuan muda" jawab asisten Tom.
mereka mengobrol serius sambil menunggu Syakila mengecek dan mencoba gaun yang dipesankan kakek untuk Syakila
"kek, bagaimana?" Syakila keluar dari ruang ganti baju dengan menggunakan gaun cantiknya
"sangat cantik,,, iya kan Tom!??" tanya kakek
"La,, coba gaun yang lain juga??" usul kakek
__ADS_1
satu persatu gaun sudah dicoba. dan semua gaun yang dicoba Syakila dibayar oleh kakek Ronald dan bodyguard nya Lala tangannya udah penuh dengan tentengan belanjaan kakek Ronald