
**
"Untuk apa aku memikirkan nya, mungkin juga dia sibuk dengan urusannya, urusan pekerjaan" pikirku emangnya siapa dia? Kami tidak ada hubungan apa-apa!!
Bunyi chat di handphone ku, ku buka tampilannya "dokter Affan mengirim foto?" foto apa pikirku? Kubuka kiriman dokter Affan tadi dan terbukalah foto Jeong dengan Selly sedang makan di restoran mewah. Selly duduk di samping Jeong memeluk Jeong dengan erat, dan terlihat juga Jeong sangat menikmati suasana itu. Aku terus memandangi foto tersebut.
"Untuk apa dokter Affan mengirimi aku foto ini? apa maksudnya? wajar mereka makan bersama mereka saudara sepupu, sambil memandangi foto mereka berdua di handphone ku.
*
Aku mampir sebentar ke rumah Syakila setelah tadi menemani Selly makan di restoran. Aku memberi salam tidak ada jawaban, Tumben sekali apakah sudah tidur? Kulihat arloji di tangan ku masih menunjukkan pukul sembilan malam, belum terlalu malam tuk berkunjung. Kulihat si merah dan motor matic nya ada di garasi, bearti orang nya ada di rumah.
Aku mencoba membuka handle pintu rumah Syakila dan ternyata tidak terkunci, aku masuk kedalam orangnya tidur di tonton tv dan handphone nya terjatuh di lantai "kenapa ceroboh sekali, orangnya tidur, pintu gak terkunci" Ku ambil handphone nya yang terjatuh, tak sengaja ku buka handphone nya dan terbukalah foto ku dengan Selly, aku diam "siapa yang mengirim nya? dokter Affan!! Apa maksudnya??" pikirku
"La... La... bangun!! kenapa tidur disini??" Lala duduk, diam saja, mungkin belum sepenuhnya sadar.
"jam berapa?" tanya nya
"jam sembilan" jawabku mungkin dia sedikit menyindir karena aku tadi janji setelah isya, atau mungkin memang ingin tanya jam? pikiran ku juga tidak enak apalagi setelah aku melihat foto itu, ya foto itu memang sangat mesra.
"sudah makan?" tanya nya lagi
"sudah, tapi aku masih lapar, kamu masak apa La?" aku mencoba mengalihkan pembicaraan
"kalau sudah makan tidak usah makan lagi, jangan serakah, tidak baek" ketus jawabnya
"tapi aku masih lapar?" bujuk ku
"aku tidak masak, kalau laper masak sendiri sana" dia terlihat malas
"kamu sudah makan" mencoba membujuk orang yang lagi ngambek
"nanti saja, masih males, aku ngantuk, kalau kamu pulang nanti kunci dari luar aja" Syakila masuk kamar dengan halus dia mengusir ku, dia lagi ngambek? apa karena foto itu? tapi kan dia tau kalau Selly saudara sepupu ku. Aku tidak langsung pulang, banyak kerjaan yang ku lakukan di ruangan ini, aku merasa nyaman, ku buka leptop dan HP ku, ada pekerjaan yang bisa kukerjakan untuk besok pagi. Sampai tengah malam aku di rumah nya dan tidak ada tanda-tanda Syakila keluar kamar, dia belum makan nanti sakit.
Aku pulang ke apartemen ku. Dua hari setelah aku memasang CCTV di dapur, aku sudah mengetahui siapa yang menaruh cairan itu ke minuman kakek. Dia adalah Nana pembantu kepercayaan bibi Siska. Sebelum aku memanggilnya aku sudah mencari latar belakang kehidupan Nana.
Nana datang menghadap setelah kupanggil "iya tuan" Nana sedikit gugup. Aku memutar leptop kearah nya dan menunjukkan video dia sedang menaruh obat
"apa ini maksudnya? Apa yang kau campur" Aku langsung saja tanpa basa-basi,
"Tuu tuaan.. " dia tambah gugup
"KATAKAAN.. " aku membentaknya dan membanting gelas yang ada di depanku hingga hancur, "itu yang akan terjadi dengan mu" ancam ku dengan geramnya.
__ADS_1
Kutunjukkan video lagi dari laptop ku "itu keluarga mu!! sampai ke cicit cicit mu tidak akan selamat kau tau!!" ancam ku lagi "kau ingin kakekku mati dengan perlahan kan?? hidupmu juga tidak akan jauh dari itu, mati tak mau, hidup pun kau akan menyesal!! CAMKAN ITU!!!! sekarang katakan apa maksudnya?? KATAKAN!!! sudah habis kesabaran ku, jika dia laki-laki sudah ku hajar dia habis-habisan.
"tuan,, saya hanya di suruh nyonya Siska dan non Selly, sungguh tuan tidak tau apa apa" Nana ketakutan.
"Baik, aku simpan jawaban mu saat ini, kejadian saat ini pun aku rekam, sekarang aku tanya dimana cairan itu? DIMANAAA???" tanya Jeong gak sabar dan gak menyangka atas pengakuan Nana.
"ada di kamar saya tuan" jawab Nana masih ketakutan.
Jeong menyuruh pengawal mencari di kamar Nana.
"sekarang dengarkan aku, aku ingin kau bekerja sama dengan ku, bersikap biasalah dengan Siska dan Selly, cairan ini isi nya sudah aku ganti, dan dengar kau tidak ada pilihan dan mau tak mau kamu harus bekerja sama dengan ku, KAU PAHAM...!!" aku meminta Nana bekerja sama dengan ku untuk investigasi
"iya tuan" jawab Nana masih gugup
"kau harus menuruti rencana ku!!!"
Jeong memancing Siska dan Selly pulang dengan menyuruh Nana mengatakan bahwa keadaan kakek Ronald sehat-sehat saja malah tambah bugar.
Jadi sebenarnya kepulangan Siska dan Selly pun merupakan salah satu dari rencana Jeong. dan sebelum mereka datang Jeong juga sudah memasang CCTV di kamar bibi Siska dan di kamar Selly juga. Jeong juga berencana mendekati Selly untuk mencari bukti-bukti kecelakaan pamannya.
Siang ini Jeong berjanji akan makan di rumah Syakila.
* La, siang ini aku ingin makan di rumah mu, request ya ayam crispy dan cumi asam pedas.
** sayurnya apa?
** harus pake sayur..
* apa? sayur cah kangkung aja deh.
**oke
Syakila semangat sekali masak untuk makan siangnya, dia bersih-bersih rumah, pokonya serba kinclong. Namun apa yang terjadi sudah jam satu lewat yang ditunggu tidak datang juga.
handphone berbunyi chat dari dokter Affan lagi, dan isinya foto Jeong makan siang di cafe bersama Selly lagi.
Syakila diam, dia lagi-lagi diam, dia merasa hampa, seakan ada sesuatu yang hilang. Syakila duduk di ayunan. Makanan yang dimasaknya tidak disentuh sama sekali, dari semalam dia belum makan, dan siang ini ketika semangat nya datang sekarang kembali down. Kedua kali nya Jeong begini kalau dia sudah ada janji tidak perlu mengatakan pada Syakila untuk memasak "Syakila sadarlah.. dunia kalian memang sangat jauh berbeda! aku dari keluarga mana? yah aku ini hanya ibu catering mu saja Jeong" tanda sadar keluar sudah pikiran-pikiran seperti itu, Syakila merasa dipermainkan. "ngapain harus sedih, ngapain harus kecewa, selama ini tidak ada dia baik-baik saja". Syakila mandi " hidupkan radio biar semangat" gumamnya ketika radio diputar terdengar lagu
Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
Jangan salahkan mengapa karena ku tak tahuuu
stop, radio berhenti bersuara karena dimatikan Syakila "sebenarnya dia radio siapa? kenapa nyanyi seperti itu!!" Syakila langsung bersiap ke rumah sakit, pikirnya kalau di rumah sakit dia banyak teman dan pikiran tidak tertuju pada Jeong saja.
__ADS_1
"La, kamu udah mau pergi?" tanya Jeong ketika Syakila hendak keluar rumah nya, Jeong melihat jam ditangannya masih jam 3. "Cepat sekali" tambah Jeong lagi.
"ada janji sama Mira" jawab Syakila.
"tapi aku mau makan dulu" Jeong meraih tangan Syakila, Jeong mencari alasan supaya Syakila menunda kepergiannya
"Kamu makanlah, nanti aku siap kan, tapi sudah itu aku duluan ya?" ucap Syakila melemah, entah dia cape aja, tapi dia juga tidak bisa menolak.
Jeong memperhatikan Syakila yang hanya diam saja, "Sariawan atau lagi PMS? tanya Jeong
" tidak kedua-duanya " jawabnya lemah, dadanya mulai sesak menahan entah rasa apa "Tahan Syakila, apa yang kau lakukan? ingin marah! marah sama siapa? dan apakah kau pantas marah?" Syakila bicara dalam hati nya sendiri, sehingga ketika dia hendak mengambilkan Jeong piring kakinya tersandung kaki kursi dan dia pun tersungkur, piring pecah, dahi Syakila terhantuk sudut kursi. dahinya memar dan tangan terkena pecahan piring, tumpah sudah air mata yang dibendungnya sejak tadi.
"Syakila.. " Jeong menjerit "stop berdiri saja disitu, banyak pecahan kaca" ucap Jeong lembut Jeong menghampiri Syakila dan menggendong nya mendudukkan di sofa ruang tengah. "sebentar" Jeong mengambil kotak P3K, diobati dahi dan tangan Syakila. tanpa disadari Syakila airmatanya tak henti mengalir dadanya sangat sesak.
"La.., sakit?" tanya Jeong, dia menghapus air mata Syakila "jangan.. " tepis Syakila.
"kenapa?" tanya Jeong lemah
"kenapa heeeh? tanya Jeong lembut, Jeong tidak tega melihat air mata itu tak henti mengalir, didekapnya Syakila, namun Syakila berontak melepaskan pelukan Jeong
" kenapa? kamu marah? " tanya Jeong lembut, Syakila diam saja hanya air mata yang menjawab
"aku obati dulu lukanya" ucap Jeong
"tidak usah, aku bisa sendiri!!" jawab Syakila cepat, Jeong cepat sadar dengan tolakan Syakila tadi bahwa yang terjadi Syakila ngambek, dia lagi marah. Syakila berdiri dan melangkah ingin pergi, namun cepat ditangkap Jeong, Jeong memeluk nya dengan erat. "kamu marah dengan ku iya kan??" Syakila tambah sesegukan, dia tidak menolak pelukan Jeong. "katakan dimana salah ku? " ucap Jeong lembut
Syakila diam tidak menjawab, dia terus aja menangis entah stok air matanya kok banyak sekali.
Jeong mencium kepala Syakila "aku minta maaf ya?" tangisnya tambah pecah, Jeong diam menunggu Syakila tenang. Tubuh Syakila merosot, Jeong bingung "La, La, Lalaa.. " panggil Jeong "kenapa?" Syakila masih sadar dia hanya menahan nyeri perutnya saja, asam lambung nya naik, mag nya kambuh, dari semalam dia tidak makan.
Mereka duduk kembali di sofa, setelah agak kuat dan agak tenang Syakila masuk kamar dan memberikan sisa uang belanja kepada Jeong "apa ini?" tanya Jeong heran "ambillah itu uang sisa belanja, mungkin aku tidak bisa memasak untukmu lagi, mulai besok aku sibuk tidak ada waktu" ucap Syakila dengan sisa sisa tenaganya sehabis nangis. Jeong langsung memeluk Syakila " Laaa, apa aku salah ingin selalu disini?" tanya Jeong
"tidak salah, cuma aku tidak bisa jadi ibu catering mu lagi" mereka bicara sambil berpelukan.
Jeong melepaskan pelukan nya di tatapnya mata Syakila dalam dalam "apa aku salah ingin selalu dengan mu?" Syakila tidak menjawab hanya air matanya yang kembali mengalir. tak sadar Jeong mencium mata itu, mata yang sedang menangis sedih. "ku mohon tetaplah di sisi ku??" pinta Jeong tak ada jawaban dan kembali hanya air mata yang mengalir " katakan.. kamu marah padaku La..? iya kan..?? Laaaa" Jeong memeluk Syakila dan Syakila hanya diam membisu dengan deraian air mata.
Syakila masuk kamar, dia rebahan, perutnya semakin nyeri sampai ke ulu hati, Jeong membersihkan pecahan kaca dan membawa nampan berisi nasi dan air minum "makanlah... " ucap Jeong
"nanti saja kalau tidak nyeri lagi" tolak Syakila
"makanlah, dari semalam kamu belum makan" pinta Jeong, Lagi-lagi hanya air mata yang menjawab.
Salahkah bila diriku terlalu mencintaimu
__ADS_1
Jangan tanyakan mengapa? karena ku tak tahu
Aku pun tak ingin bila kau pergi tinggalkan aku...