
“Aku aja,” ucap Vanessa sambil bangkit meninggalkan Nathan
yang masih diam di tempatnya. Vanessa membuka pintu kamarnya, ternyata asisten
rumah tangga yang bernama bi Sari masih berdiri di depan pintu kamarnya dengan
wajah yang terlihat cemas.
“Siapa bi?” tanya Vanessa.
“Bibi gak tau non gak pernah ke sini kayanya, Cuma kesian
gitu litany basah bajunya, nangis terus lagi,” jawab bibi.
“Yaudah aku ke depan dulu, bawain handuk sama susu hangat ya
bi,” pinta Vanessa. Dia berjalan ke depan, di depan pintu Vanessa melihat
wanita yang sedang menundukan kepalanya, rambutnya basah begitu juga dengan
bajunya. Wanita itu tampak kedinginan, dress yang di pakainya meneteskan air,
membasahi lantai yang dia pijak.
Vanessa mendekati wanita itu, mungkin mendengar suara
langkahnya wanita itu menoleh. Mulutnya setengah terbuka melihat wanita yang
basah kuyup itu adalah orang yang dia kenal. “Nona Anatasya.”
Perempuan yang di panggil Anatasya menampakan senyumnya.
Vanessa mendekati Anatasya, “Ayo masuk dulu ke dalam,” ajak Vanessa. Dia tidak
tega melihat Anatasya yang kedinginan, bahkan bibir wanita itu terlihat pucat.
Dengan tubuh lemasnya Anatasya hanya mengikuti Vanessa yang
membawanya ke sebuah kamar.
Asisten rumah tangga Vanessa menghampirinya dengan membawa handuk
dan segelas susu hangat. “Terimakasih bi,” ucap Vanessa. Bi Sari menganggukan
__ADS_1
kepalanya, “Sama-sama non, bibi ke belakang dulu yah,” pamitnya.
Vanessa menganggukan kepalanya, dia memberikan nampan dari
bi Sari yang berisi handuk dan susu hangat kepada Anatasya, “Ini nona minum
dulu susu hangatnya, sebentar saya ambilkan baju ganti untuk nona,” ujar
Vanessa ramah.
Bibir pucat Anatasya tersenyum, “Terimakasih Vanessa,” ucap
Anatasya dengan suara seraknya.
“Sama-sama,” jawab Vanessa sebelum keluar dari kamar tamu.
Dia berjalan ke kamarnya, di lihatnya Nathan yang masih asik duduk di atas
tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
“Siapa?” tanya Nathan.
“Nona Anatasya,” jawab Vanessa tanpa melihat ke arah Nathan,
karena dia sedang fokus mencari baju untuk Anatasya.
Setelah Vanessa menemukan baju untuk Anatasya dia berjalan
mendekati suaminya, “Aku gak tau, belum sempat tanya.” Jawab Vanessa. Dia
menggigit bibir bawahnya, ada rasa ragu menyelimuti dirinya namun dia mencoba
tersenyum dan memberanikan diri bertanya pada Nathan. “Sayang apa kamu sudah
meminta maaf atas kejadian itu?”
Nathan mengelus pipi Vanessa menggunakan tangan kanannya
dengan perlahan. “Setelah aku sadar dan bisa pulang aku sudah menemui Anatasya
dan meminta maaf padanya.” Jelas Nathan, dia melihat Vanessa yang merasa lega
mendengar jawabannya.
__ADS_1
“Kamu mau ikut ke depan menemui Anatasya?” tanya Vanessa,
sambil mengelus lengan Nathan yang masih berada di pipinya.
“Aku ingin istirahat, melelahkan juga jika hari libur harus
bekerja,” ucap Nathan beralasan. Dia sedang malas bertemu dengan orang lain,
apalagi waktu me time nya jadi terganggu karena kedatangan perempuan itu.
“Salah mu sendiri, tidak ada yang menyuruhmu bekerja di hari
libur,” ejek Vanessa.
Nathan mencubit hidung istrinya yang menggemaskan, “Kamu
penyebab aku kerja di hari libur!”
Vanessa meringis dan menepis tangan Nathan, “Sakit tau,”
ucap Vanessa. Dia memajukan bibirnya dan berjalan keluar kamar. Lagi-lagi
Nathan menyalahkannya, padahal baru saja mereka saling memaafkan suaminya itu
seperti membuat percikan api agar kembali menyala.
Saat sampai di kamar tamu, terdengar suara gemericik air.
Dia menyimpan baju untuk Anatasya di atas tempat tidur, lalu berjalan ke
dapur. Bi Sari masih di dapur, terlihat
sedang menata buah-buahan. “Bi Sari,” panggil Vanessa.
Merasa majikannya memanggi, bi Sari menghentikan
aktifitasnya dan menoleh ke asal suara. “Iya non?” tanya bi sari.
“Buatkan sup ayam bisa tidak bi? … kesian nona Anatasya
terlihat pucat, semoga setelah perutnya di isi keadaanya membaik.”
“Baik non,” jawab bi Sari sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
***
Untuk kalian pembaca baru pasti penasaran siapa Anatasya, author sarankan untuk membaca musim pertama di Cinta Beda Dunia sambil menunggu update terbaru dari cerita ini, semoga suka.