Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 8 (Nackal)


__ADS_3

Hallo selamat malam semuanya


Maaf ya kemarin gak update, soalnya biar bab 3 dan 4 nya bisa cepet lulus riviewnya. Dan alhamdulillah sudah bisa kalian baca bab 3 dan 4 nya.


selamat membaca


 ***


Mendengar ucapan Koswara, Vanessa merasa semakin penasaran,


tetapi fokus nya hilang karena Nathan menepuk-nepuk pipinya, “Kamu apaan sih?”


tanya Vanessa sambil mengerucutkan bibirnya.


“Aku takut kamu lagi mimpi buruk, mukanya tegang gitu,”


jawab Nathan.


“Ah kamu ganggu aja aku lagi mimpi asik juga,” jawab


Vanessa.


“Mimpi apa memangnya?” tanya Nathan, dia tidak bisa menurupi


rasa penasaran akan mimpi istrinya.


“Aku tuh tadi tegang soalnya lagi mau adegan kiss,” jawab


Vanessa asal, dia sengaja memancing Nathan.


Nathan menjewer telinga Vanessa, “Kamu tuh yah, malah mau


ciuman sama cowok lain,” ucap Nathan sambil menatap Vanessa tajam.


“Kan cowoknya kamu,” ucap Vanessa sambil memeluk Nathan.


Tetapi Nathan mendorong tubuh istrinya agar menjauh, “Bohong,”


ketus Nathan.


“Kamu tuh gak percayaan banget sama aku, ngambekan kaya cewe


juga … inget umur,” ketus Vanessa sambil meninggalkan Nathan. Dia sudah sangat


kesal pada suaminya yang tukang ngambek itu, “Umur aja udah tua, tapi gak adajvjv

__ADS_1


j8 ne dewasa-dewasanya,” gerutu Vanessa.


Nathan menutup mulut istrinya yang ngomel-ngomel dan


menyeretnya ke garasi, tanpa memperdulikan Vanessa yang berusaha berbicara dan


meminta di lepaskan.


“Kamu tuh jahat banget sama istri sendiri juga,” ucap


Vanessa sambil memukul lengan Nathan pelan.


Nathan yang tidak merasakan sakit sedikit pun hanya menaikan


satu alisnya, dia memilih masuk ke dalam, “Buruan masuk!” perintah Nathan.


Vanessa mengerucutkan bibirnya, suaminya ini memang seperti


ini, suka memerintah, dia terpaksa ikut masuk ke dalam mobil. Dirumah dan di


kantor tetap saja bossy, kalau lagi ada maunya aja baik, kaya kemarin tuh waktu


minta kesebelasan tidak memerintah tetapi memohon dengan mengulang-ngulang


Selama di perjalan Vanessa memilih diam, dia tidak memiliki


mood bagus untuk sekedar mengobrol dengan suaminya. Akhir-akhir ini dia selalu


merasa kesal pada Nathan, karena suaminya itu banyak maunya sekali dan lebih


over protektif dari biasanya. Contohnya semalam dia menjemput tanpa memberi tahunya


dulu, jadi salahkan Vanessa toh dia tidak meminta Nathan menjeputnya.


Nathan menghentikan mobilnya di driver thru masakan siap


saji, dia memesan empat burger berbeda, dua minuman dan satu bucket ayam


goreng. Mobil melaju setelah Nathan menyimpan makanan itu di jok belakang.


Sebenarnya Vanessa penasaran suaminya itu tidak begitu menyukai makanan siap


saji seperti itu, dia lebih suka yang berkuah atau memiliki bumbu khas


Indonesia. Tetapi kali ini lelaki itu malah memesan dalam jumlah yang bisa di

__ADS_1


katakana banyak untuk mereka berdua.


Tidak jauh dari sana Nathan memarkirkan mobilnya, dia


mengambil makanannya lalu melahapnya satu persatu tanpa memperdulikan istrinya


yang menatapnya. Vanessa mungkin aneh melihat selera makannya, karena Nathan


juga tidak tau dia tiba-tiba ingin mencoba makanan siap saji yang jarang dia


coba.


Vanessa membuka pintu mobil hendak keluar, namun gerakannya


terhenti karena suara Nathan. “Ke mana kamu?”


“Aku mau ke depan sebentar,” jawab Vanessa setelah turun


dari mobil dan menutup pintu.


Vanessa berjalan ke salah satu grobak penjual kuetiaw


goreng, dia memesan satu dan meminta abang penjual untuk mengantarnya ke mobil


Nathan. Vanessa kembali ke mobil di lihatnya Nathan sudah memakan setengah


pesanannya, “Kesurupan ini mah pasti,” batin Vanessa. Dia tidak pernah melihat


Nathan makan sebanyak itu.


Butuh waktu dua puluh menit sampai abang penjual mengetuk


kaca mobil, Vanessa membukanya dan menerima pesanannya. Kuetiaw goreng tampah


terlihat masih panas dengan uap yang mengepul, dia membuka sumpit dan mencoba


mencicipi. Dari ujung matanya Vanessa melihat Nathan yang memperhatikannya,


“Kenapa mau juga?” tanya Vanessa saat melihat Nathan yang menelan air liurnya.


Nathan hanya mengangguk kecil, berharap Vanessa akan


membaginya sedikit saja. Air liur nya memenuhi rongga mulut melihat kuetiaw


goreng pesanan Vanessa.

__ADS_1


__ADS_2