
Hallo selamat malam semuanya
Maaf ya kemarin gak update, soalnya biar bab 3 dan 4 nya bisa cepet lulus riviewnya. Dan alhamdulillah sudah bisa kalian baca bab 3 dan 4 nya.
selamat membaca
***
Mendengar ucapan Koswara, Vanessa merasa semakin penasaran,
tetapi fokus nya hilang karena Nathan menepuk-nepuk pipinya, “Kamu apaan sih?”
tanya Vanessa sambil mengerucutkan bibirnya.
“Aku takut kamu lagi mimpi buruk, mukanya tegang gitu,”
jawab Nathan.
“Ah kamu ganggu aja aku lagi mimpi asik juga,” jawab
Vanessa.
“Mimpi apa memangnya?” tanya Nathan, dia tidak bisa menurupi
rasa penasaran akan mimpi istrinya.
“Aku tuh tadi tegang soalnya lagi mau adegan kiss,” jawab
Vanessa asal, dia sengaja memancing Nathan.
Nathan menjewer telinga Vanessa, “Kamu tuh yah, malah mau
ciuman sama cowok lain,” ucap Nathan sambil menatap Vanessa tajam.
“Kan cowoknya kamu,” ucap Vanessa sambil memeluk Nathan.
Tetapi Nathan mendorong tubuh istrinya agar menjauh, “Bohong,”
ketus Nathan.
“Kamu tuh gak percayaan banget sama aku, ngambekan kaya cewe
juga … inget umur,” ketus Vanessa sambil meninggalkan Nathan. Dia sudah sangat
kesal pada suaminya yang tukang ngambek itu, “Umur aja udah tua, tapi gak adajvjv
__ADS_1
j8 ne dewasa-dewasanya,” gerutu Vanessa.
Nathan menutup mulut istrinya yang ngomel-ngomel dan
menyeretnya ke garasi, tanpa memperdulikan Vanessa yang berusaha berbicara dan
meminta di lepaskan.
“Kamu tuh jahat banget sama istri sendiri juga,” ucap
Vanessa sambil memukul lengan Nathan pelan.
Nathan yang tidak merasakan sakit sedikit pun hanya menaikan
satu alisnya, dia memilih masuk ke dalam, “Buruan masuk!” perintah Nathan.
Vanessa mengerucutkan bibirnya, suaminya ini memang seperti
ini, suka memerintah, dia terpaksa ikut masuk ke dalam mobil. Dirumah dan di
kantor tetap saja bossy, kalau lagi ada maunya aja baik, kaya kemarin tuh waktu
minta kesebelasan tidak memerintah tetapi memohon dengan mengulang-ngulang
Selama di perjalan Vanessa memilih diam, dia tidak memiliki
mood bagus untuk sekedar mengobrol dengan suaminya. Akhir-akhir ini dia selalu
merasa kesal pada Nathan, karena suaminya itu banyak maunya sekali dan lebih
over protektif dari biasanya. Contohnya semalam dia menjemput tanpa memberi tahunya
dulu, jadi salahkan Vanessa toh dia tidak meminta Nathan menjeputnya.
Nathan menghentikan mobilnya di driver thru masakan siap
saji, dia memesan empat burger berbeda, dua minuman dan satu bucket ayam
goreng. Mobil melaju setelah Nathan menyimpan makanan itu di jok belakang.
Sebenarnya Vanessa penasaran suaminya itu tidak begitu menyukai makanan siap
saji seperti itu, dia lebih suka yang berkuah atau memiliki bumbu khas
Indonesia. Tetapi kali ini lelaki itu malah memesan dalam jumlah yang bisa di
__ADS_1
katakana banyak untuk mereka berdua.
Tidak jauh dari sana Nathan memarkirkan mobilnya, dia
mengambil makanannya lalu melahapnya satu persatu tanpa memperdulikan istrinya
yang menatapnya. Vanessa mungkin aneh melihat selera makannya, karena Nathan
juga tidak tau dia tiba-tiba ingin mencoba makanan siap saji yang jarang dia
coba.
Vanessa membuka pintu mobil hendak keluar, namun gerakannya
terhenti karena suara Nathan. “Ke mana kamu?”
“Aku mau ke depan sebentar,” jawab Vanessa setelah turun
dari mobil dan menutup pintu.
Vanessa berjalan ke salah satu grobak penjual kuetiaw
goreng, dia memesan satu dan meminta abang penjual untuk mengantarnya ke mobil
Nathan. Vanessa kembali ke mobil di lihatnya Nathan sudah memakan setengah
pesanannya, “Kesurupan ini mah pasti,” batin Vanessa. Dia tidak pernah melihat
Nathan makan sebanyak itu.
Butuh waktu dua puluh menit sampai abang penjual mengetuk
kaca mobil, Vanessa membukanya dan menerima pesanannya. Kuetiaw goreng tampah
terlihat masih panas dengan uap yang mengepul, dia membuka sumpit dan mencoba
mencicipi. Dari ujung matanya Vanessa melihat Nathan yang memperhatikannya,
“Kenapa mau juga?” tanya Vanessa saat melihat Nathan yang menelan air liurnya.
Nathan hanya mengangguk kecil, berharap Vanessa akan
membaginya sedikit saja. Air liur nya memenuhi rongga mulut melihat kuetiaw
goreng pesanan Vanessa.
__ADS_1