
Vanessa masuk ke kamarnya, dia duduk di sofa. Menatap halam
belakang yang penuh dengan bunga bermekaran, dadanya terasa sesak. Hatinya sakit
mendengar Nathan yang membela Anatasya, Vanessa marah karena Anatasya memuji kekuatan
ranjang Nathan. Meskipun Vanessa tau Nathan tidak mungkin melakukan itu dengan
Anatasya, tetapi dia harus cari tau kebenarannya.
Suara pintu yang terbuka tidak membuat Vanessa menoleh, dia
tau itu pasti Nathan. Dan betul pria itu berdiri di sampingnya. Vanessa
menghela nafasnya dengan kasar saat Nathan membelai rambutnya.
“Jangan berpikir aku melakukan itu dengan Anatasya,” ucap
Nathan dengan menekan kata ‘Itu’.
Vanessa mengerucutkan bibirnya, rasa kesalnya masih memenuhi
dadanya.
Nathan duduk di sofa, berhadapan dengan istrinya. “Pilihan
kamu tepat untuk mengusir wanita itu … semalam Anatasya-“
Vanessa memotong dengan cepat, “Aku tau.”
Nathan melihat kilatan marah di wajah istrinya, dia
tersenyum melihat tingkah Vanessa. “Cemburu?”
Vanessa menggelengkan kepalanya, dia menunduk lesu, “Iya,”
lirih Vanessa.
Nathan membawa Vanessa ke dalam pelukannya, “Aku kemarin
sempat berpikir kalau Anatasya berambisi untuk mendapatkan aku seperti di dalam
drama film, lalu kamu sebagai istri pertama yang terusir.”
Vanessa melepaskan peleukan Nathan dia menatap suaminya
dengan wajah terkejutnya. “Jadi kamu mau aku kalah dari Anatasya? Terus pergi
dari rumah ini.”
Di luar dugaan Nathan malah mencium kening Vanessa, lalu
__ADS_1
menatap mata Vanessa. “Kamu harusnya berterima kasih padaku, karena saranku untuk
mengusir Anatasya lebih dulu. Coba kalau tidak mungkin besok-besok kamu yang
akan pergi.”
Vanessa memukul lengan Nathan, “Se enaknya kalau ngomong. Liatin
aja kalau aku pergi beneran nanti kamu nangis darah lagi,” ujar Vanessa.
“Bukannya kamu yang bakal nangis darah kalau aku jatuh
kedalam pelukan Anatasya, di film itu istrinya nangis gara-gara suaminya
selingkuh. Mungkin kamu juga akan seperti itu.” Vanessa berjalan masuk ke kamar
mandi, menghiraukan ucapan Nathan. Dia tidak
habis pikir dengan suaminya itu, bagaimana dia bisa membandingkan masalah ini
dengan drama film yang di tontonnya. “Mungkin aku harus cek koleksi film milik
Nathan,” pikir Vanessa.
Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi Vanessa
tidak melihat Nathan di kamarnya. “Mungkin Nathan kembali bekerja,” gumam
Vanessa. Dia mengambil ponsel serta laptopnya, untuk mengecek email. “Masa gak
menghubungi atasannya yaitu kaka ipar Nicholas.
“Bang,” sapa Vanessa.
“Iya,” jawab Niko dengan suara lesu.
“Ini masih pagi udah loyo aja,” sindir Vanessa.
“Ada apa?”
Dari nadanya Vanessa tau kaka iparnya sedang tidak ingin
basa-basi. “Pak ini serius saya gak dapet email penjualan tiket udah dua hari
ini. Terus saya kerja apa?”
“Ya jelas gak ada penjualan, orang pemerintah meminta semua
masyarakat tetap berada di rumahnya. Termasuk kamu!”
Vanessa mengerucutkan bibirnya, “Terus saya kerja apa?”
__ADS_1
tanya Vanessa kembali.
“Bikinin saya keponakan yang lucu-lucu.”
“Baaaang” geram Vanessa. Kaka iparnya kali ini sangat
menyebalkan.
“Udah yah, saya mau kumpulkan laporan keuangan dulu. Suami kamu
minta rapat siang ini.”
Vanessa menghela nafasnya pelan, “Jadi aku libur dulu gitu
gak usah ngerjain apa-apa?” tanya Vanessa kembali memastikan.
“Iya kamu libur aja, karena sebentar lagi kamu saya pecat.”
Niko sengaja menggoda adik iparnya, hiburan sedikit sebelum ketegangan yang
akan dia hadapi di rapat nanti.
“Abang jahat banget sama aku,” lirih Vanessa.
“Serius kayanya Nathan bakal ngurangin karyawan, soalnya emang gak semua orang efektif selama
bekerja di rumah. Kamu aja bingung mau ngerjain apa di rumah, apalagi seorang penjaga
keamaan yang work from home atau resepsionis di depan.”
Vanessa jadi berpikir resepsionis yang biasa di depan tidak
mungkin menyambut tamu di rumahnya, atau sekedar menerima telpon dari orang
yang membutuhkan informasi. “Itu artinya akan banyak orang yang di berhentikan?”
“Saya gak tau, nanti saja liat keputusan CEO kita.”
“Oke, semangat bekerja kaka ipar kesayanganku,” ucap Vanessa
sebelum menutup telponnya.
***
Apakah di sini ada suaminya atau readers yang di berhentikan
dari kerjaannya karena pandemi?
Sini curhat author pingin tau, tuliskan propesi selama
bekerja dan langkah apa yang kalian ambil untuk menyambung hidup selama masa pandemi
__ADS_1
ini, tulis di kolom komentar yah
Love u all