Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 23 (Drama)


__ADS_3

Vanessa masuk ke kamarnya, dia duduk di sofa. Menatap halam


belakang yang penuh dengan bunga bermekaran, dadanya terasa sesak. Hatinya sakit


mendengar Nathan yang membela Anatasya, Vanessa marah karena Anatasya memuji kekuatan


ranjang Nathan. Meskipun Vanessa tau Nathan tidak mungkin melakukan itu dengan


Anatasya, tetapi dia harus cari tau kebenarannya.


Suara pintu yang terbuka tidak membuat Vanessa menoleh, dia


tau itu pasti Nathan. Dan betul pria itu berdiri di sampingnya. Vanessa


menghela nafasnya dengan kasar saat Nathan membelai rambutnya.


“Jangan berpikir aku melakukan itu dengan Anatasya,” ucap


Nathan dengan menekan kata ‘Itu’.


Vanessa mengerucutkan bibirnya, rasa kesalnya masih memenuhi


dadanya.


Nathan duduk di sofa, berhadapan dengan istrinya. “Pilihan


kamu tepat untuk mengusir wanita itu … semalam Anatasya-“


Vanessa memotong dengan cepat, “Aku tau.”


Nathan melihat kilatan marah di wajah istrinya, dia


tersenyum melihat tingkah Vanessa. “Cemburu?”


Vanessa menggelengkan kepalanya, dia menunduk lesu, “Iya,”


lirih Vanessa.


Nathan membawa Vanessa ke dalam pelukannya, “Aku kemarin


sempat berpikir kalau Anatasya berambisi untuk mendapatkan aku seperti di dalam


drama film, lalu kamu sebagai istri pertama yang terusir.”


Vanessa melepaskan peleukan Nathan dia menatap suaminya


dengan wajah terkejutnya. “Jadi kamu mau aku kalah dari Anatasya? Terus pergi


dari rumah ini.”


Di luar dugaan Nathan malah mencium kening Vanessa, lalu

__ADS_1


menatap mata Vanessa. “Kamu harusnya berterima kasih padaku, karena saranku untuk


mengusir Anatasya lebih dulu. Coba kalau tidak mungkin besok-besok kamu yang


akan pergi.”


Vanessa memukul lengan Nathan, “Se enaknya kalau ngomong. Liatin


aja kalau aku pergi beneran nanti kamu nangis darah lagi,” ujar Vanessa.


“Bukannya kamu yang bakal nangis darah kalau aku jatuh


kedalam pelukan Anatasya, di film itu istrinya nangis gara-gara suaminya


selingkuh. Mungkin kamu juga akan seperti itu.” Vanessa berjalan masuk ke kamar


mandi, menghiraukan ucapan  Nathan. Dia tidak


habis pikir dengan suaminya itu, bagaimana dia bisa membandingkan masalah ini


dengan drama film yang di tontonnya. “Mungkin aku harus cek koleksi film milik


Nathan,” pikir Vanessa.


Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi Vanessa


tidak melihat Nathan di kamarnya. “Mungkin Nathan kembali bekerja,” gumam


Vanessa. Dia mengambil ponsel serta laptopnya, untuk mengecek email. “Masa gak


menghubungi atasannya yaitu kaka ipar Nicholas.


“Bang,” sapa Vanessa.


“Iya,” jawab Niko dengan suara lesu.


“Ini masih pagi udah loyo aja,” sindir Vanessa.


“Ada apa?”


Dari nadanya Vanessa tau kaka iparnya sedang tidak ingin


basa-basi. “Pak ini serius saya gak dapet email penjualan tiket udah dua hari


ini. Terus saya kerja apa?”


“Ya jelas gak ada penjualan, orang pemerintah meminta semua


masyarakat tetap berada di rumahnya. Termasuk kamu!”


Vanessa mengerucutkan bibirnya, “Terus saya kerja apa?”

__ADS_1


tanya Vanessa kembali.


“Bikinin saya keponakan yang lucu-lucu.”


“Baaaang” geram Vanessa. Kaka iparnya kali ini sangat


menyebalkan.


“Udah yah, saya mau kumpulkan laporan keuangan dulu. Suami kamu


minta rapat siang ini.”


Vanessa menghela nafasnya pelan, “Jadi aku libur dulu gitu


gak usah ngerjain apa-apa?” tanya Vanessa kembali memastikan.


“Iya kamu libur aja, karena sebentar lagi kamu saya pecat.”


Niko sengaja menggoda adik iparnya, hiburan sedikit sebelum ketegangan yang


akan dia hadapi di rapat nanti.


“Abang jahat banget sama aku,” lirih Vanessa.


“Serius kayanya Nathan bakal ngurangin karyawan,  soalnya emang gak semua orang efektif selama


bekerja di rumah. Kamu aja bingung mau ngerjain apa di rumah, apalagi seorang penjaga


keamaan yang work from home atau resepsionis di depan.”


Vanessa jadi berpikir resepsionis yang biasa di depan tidak


mungkin menyambut tamu di rumahnya, atau sekedar menerima telpon dari orang


yang membutuhkan informasi. “Itu artinya akan banyak orang yang di berhentikan?”


“Saya gak tau, nanti saja liat keputusan CEO kita.”


“Oke, semangat bekerja kaka ipar kesayanganku,” ucap Vanessa


sebelum menutup telponnya.


 ***


Apakah di sini ada suaminya atau readers yang di berhentikan


dari kerjaannya karena pandemi?


Sini curhat author pingin tau, tuliskan propesi selama


bekerja dan langkah apa yang kalian ambil untuk menyambung hidup selama masa pandemi

__ADS_1


ini, tulis di kolom komentar yah


Love u all


__ADS_2