Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 44 (Biru Terang)


__ADS_3

Vanessa mencoba tersenyum pada kamera, dia bisa melihat wajah Galih yang terlihat pucat. Andai saja orang tadi tidak memakai masker mungkin Alana bisa memastikan, apakah itu Galih atau bukan.


“Kau jelek sekali ternyata jika sedang sakit, pantas saja tidak ada wanita yang mau padamu,” canda Vanessa mencoba meledek Galih.


Galih hanya menanggapi ucapan Vanessa dengan senyum dari bibir pucatnya.


Vanessa melihat gelagat Galih yang tampak berbeda dari biasanya. Dia diam menunggu respons Galih, jujur Vanessa masih memperhatikan sorot mata Galih dengan orang yang dia temui.


“Kenapa? Apa kau merindukan tingkah menyebalkanku kak.”


Vanessa mengerucutkan bibirnya, dia benar-benar kesal dengan tingkah anak itu. Alana memperhatikan kilatan berwarna biru di mata Galih, dengan sorot berbeda dengan sebelumnya.


“Ka boleh kita bertemu, aku ingin melihatmu secara langsung.”


Vanessa menyipitkan matanya ke kamera, merasa aneh dengan sikap Galih yang seperti lembut kepadanya. “Kapan?”


“Nanti malam,” jawab Galih.


Vanessa mencoba memikirkan keinginan Galih, “Baiklah, nanti malam kita ke temu. Sepertinya Nathan juga membutuhkan udara segar.”

__ADS_1


Galih tersenyum mendengar jawaban Vanessa. “Baiklah kak, nanti aku mengirimkan alamat tempat makan untuk kita bertemu.”


Vanessa menganggukkan kepalanya lalu menutup teleponnya, dia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Vanessa berniat membicarakan ini dengan Nathan setelah makan siang.


***


Vanessa sudah duduk dengan santai, dia sedang menunggu kedatangan Nathan untuk makan siang bersama. Senyum mengembang Vanessa tunjukan saat melihat kedatangan Nathan, Vanessa bisa melihat wajah lelah suaminya.


Nathan tersenyum melihat Vanessa yang menyambutnya, dia memberikan kecupan di pipi istrinya. Mengelus perut Vanessa yang tampak menonjol.


“Apa mereka baik-baik saja?” tanya Nathan sambil memperhatikan sorot mata Vanessa.


Nathan menaikan satu alisnya, dia tidak mengerti maksud dari ucapan istrinya. “Maksudnya bagaimana, siapa om mereka? Maksud kamu Niko,” ucap Nathan mencoba menebak.


Vanessa menggelengkan kepalanya, “Bukan Niko, tapi Galih.”


Nathan menunjukkan ekspresi terkejutnya, “Untuk apa Galih ingin bertemu dengan kita?”


Vanessa diam, dia mencoba mencari kata yang pas untuk menjelaskan kejadian tadi pagi yang di alaminya. “Tadi itu ada pria mengikuti aku, dia tuh merhatiin perut aku gitu.”

__ADS_1


“Pakai hoodie hitam dan masker?” tanya Nathan memastikan.


“Kok kamu tahu?” tanya Vanessa dengan nada terkejut. Dia tidak menyangka Nathan mengetahuinya juga.


“Sudah beberapa hari ini dia memantau rumah kita, bahkan saat kemarin di rumah sakit pun sepertinya dia mengikuti kita,” ucap Nathan.


Nathan duduk di samping Vanessa mengecup pipi gembil Vanessa. “Kamu jangan khawatir aku akan menjaga kalian.”


Vanessa menampilkan senyumnya, hatinya menghangat mendengar ucapan Nathan. Dengan sigap Vanessa mengambilkan nasi seta lauk untuk suaminya.


Hanya keheningan yang terjadi selama acara makan siang itu. Vanessa dan Nathan sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Nathan lebih dulu menyelesaikan makan siangnya, karena ada beberapa pekerjaan yang harus dia kerjakan. “Sayang aku kembali bekerja yah, kamu istirahat saja.”


“Iya sayang,” sahut Vanessa.


Nathan memberi kecupan di kening istri kesayangannya, lalu berjalan meninggalkan Vanessa yang masih menghabiskan makan siangnya.


Nathan duduk di meja kerjanya, dia mencoba memikirkan kejadian-kejadian buruk yang akan menimpa istrinya. Apalagi kali ini tidak biasanya Galih yang selalu jahil dan menampakkan rasa tidak sukanya untuk pertama kali ini meminta untuk bertemu, “Punya maksud apa anak itu?” gumam Nathan.

__ADS_1


__ADS_2