Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 14 (Saran Kaka Ipar)


__ADS_3

Vanessa kembali ke kamarnya, dia membawa laptop miliknya


yang di simpan di lemari. Dia lebih memilih duduk di sofa dekat jendela, angin


menerpa wajahnya membuat Vanessa merasa rileks. Pikirannya melayang pada pagi


ini, Nathan seperti menghindarinya, selama sarapan suaminya tidak melirik


Vanessa sedikitpun. Bahkan saat Vanessa ke ruangan suaminya, tidak ada tatapan


yang bersahabat begitu dia mengucapkan maksudnya untuk meminta Nathan


memberikan kesempatan pada Anatasya tinggal di rumah ini sampai lockdown ini


berakhir.


Laptopnya sudah menyala, Vanessa membuka email berisi


laporan penjualan tiket kemarin. Semua perjalanan melonjak naik, mungkin


orang-orang ingin pulang selama dua minggu pemerintah menetapkan semua karyawan


untuk work from home.


Ponselnya terus berbunyi beberapa kali, menandakan ada notif


pesan yang di terima. Vanessa membuka ponselnya, melihat grup WA Karyawan


keuangan, di sana Niko sudah mulai menghimbau untuk bawahannya agar bekerja


seperti biasa. Staf keuangan yang terdiri 10 orang mulai mengisi ruang chat


dengan beberapa pertanyaan.


Vanessa lebih memilih untuk mulai mengerjakan pekerjaannya,


supaya cepat selesai. Tiga jam berlalu begitu cepat, Vanessa sudah


menyelesaikan pekerjaannya, dia mengambil ponsel dan mengubungi atasan


sekaligus kaka iparnya yang bernama Niko.


“Hallo pak,” sapa Vanessa dengan nada pormal seperti biasa.


“Iya,” jawab Niko singkat.


“Laporan yang bapak minta, sudah selesai mau saya kirim


sekarang lewat emai?” tanya Vanessa.


“Kirimkan sekarang saja,” jawab Niko di sebrang sana.

__ADS_1


“Abang,” panggil Vanessa. Jika sudah menyangkut masalah


pribadi Vanessa memanggil kaka iparnya dengan sebutan Abang, mengikuti Nathan


yang menyebut Niko dengan panggilan Abang.


“Kenapa?”


“Nathan marah,” curhat Vanessa. Dia tidak pernah segan


membagi masalahnya dengan kaka ipar satu-satunya itu, begitu juga dengan Niko.


Niko selalu meminta pendapatnya jika terjadi masalah dengan kekasih Niko,


karena kekasih Niko adalah sahabatnya sejak Vanessa kuliah.


“Ya berarti dia ingin marah,” ujar Niko cuek.


“Iya terus gimana minta maafnya, masalahnya kemarin itu udah


baikan. Eh malah marah lagi,” keluh Vanessa.


“Salah kamu bikin dia marah.”


Vanessa menaikan mengerucutkan bibirnya, ternyata kaka ipar


malah ikut menyalahkannya bukan memberi solusi. “Ah kayanya percuma ngomong


“Nathan marah kenapa?”


Sudut bibir Vanessa terangkat, dia bahagia karena akhirnya


Niko mulai serius menanggapi pengaduannya.”Jadi tuh Anatasya ke sini, ikut


menumpang untuk beberapa hari menginap di sini,” ujar Vanessa.


“Ngapain, bukannya dia punya rumah?” tanya Niko.


“Ah aib orang, gak boleh di umbar-umbar. Nathan marah karena


gak setuju Anatasya ikut menginap di sini,” jelas Vanessa. Dia merasa tidak


perlu membeberkan masalah yang sedang menimpa Anatasya, menurutnya seseorang


membutuhkan privasi untuk dirinya sendiri.


“Anatasya yang dulu pernah Nathan nodai?”


Dari suaranya Niko terdengar lebih serius dari sebelumnya,


“Iya.”

__ADS_1


“Mungkin Nathan takut salah masuk kamar,” jawab Niko asal.


Mata Vanessa melebar, “Maksud abang apa?” tanya Vanessa


ketus.


“Kamu tuh yah pasti gak ngerti tenang cowok. Cowok yang


sudah merasakan itu dengan seseorang perasanya pasti berbeda dengan perempuan


yang belum pernah di sentuhnya … bisa saja Nathan merasakan kehausan jika


berdekatan dengan Anatasya dan ingin melakukannya kembali, seperti dulu.”


“Tapi Nathan tidak terlihat tertarik pada Anatasya, lebih


cuek malah,” bela Vanessa.


“Ya jelas dia sedang menutupinya, orang ada kamu di situ.”


Vanessa menghela nafasnya, perkataan kaka ipar ada benarnya


juga. Tetapi hatinya menolak, Nathan tidak mungkin seperti itu karena


menurutnya servis yang Vanessa berikan lebih dari cukup. “Nathan gak kaya gitu


abang,” lirih Vanessa.


Niko terkekeh di sebrang sana, “Udah sana kerja! Jangan mikirin


yang enggak-enggak.”


“Aku mikir gini gara-gara abang juga.” Ketus Vanessa.


“Mungkin Nathan punya alasan lain, kamu tanya aja sama suami


kamu,” perintah Niko.


“Mau nanya gimana, orang tiap aku bahas Anatasya dia ngusir


aku terus,” adu Vanessa.


“Ya kamu kasih servis dulu, biar dia gak ngusir kamu,” ucap


Niko memberi ide.


Menurut Vanessa tidak ada salahnya mengikuti saran kaka


iparnya, “Oke nanti aku coba, makasih abang. Selamat kembali bekerja pak,” ucap


Vanessa sebelum mengakhiri telponnya.

__ADS_1


__ADS_2