Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 11 (Lemah)


__ADS_3

Vanessa kembali ke kamar tamu, terlihat Anatasya sudah


memakai baju yang sudah di siapkannya. “Nona mau makan? … bi Sari sudah membuat


sup untuk nona,” ujar Vanessa sambil tersenyum.


“Maaf karena kedatanganku merepotkan kamu,” ucap Anatasya


sambil menundukan kepalanya.


Vanessa tidak tega melihat wajah Anatasya yang tampak sedih,


terkahir mereka betemu mungkin enam bulan yang lalu. Saat itu wajah Anatasya


terlihat berseri dan penuh semangat di hidupnya, berbeda dengan sekarang wanita


itu terlihat murung, “Nona tidak merepotkan, mari,” ajak Vanessa.


Selama menunggu Anatasya makan Vanessa memakan beberapa


buah-buahan. Nathan sepertinya benar-benar ke lelehan pria itu tidak keluar


dari kamar, padahal Vanessa berharap Nathan menyambut Anatasya.


Setelah menghabiskan makanannya, Anatasya menatap Vanessa. Ada


keraguan di hatinya, tetapi dia tidak tau harus pergi ke mana, apalagi kondisi


di luar hujan deras.


“Vanessa,” panggil Anatasya.


“Iya, kenapa nona?” tanya Vanessa.


“Aku sebenarnya malu untuk membicarakan masalah yang sedang


ku hadapi tapi aku membutuhkan teman yang mau mendengar masalahku,” ujar


Anatasya.


Vanessa melihat Anatasya tampak menahan air yang memenuhi


kelopak matanya, “Nona tidak usah sungkan berbagilah denganku.”


Buliran air mata mulai membasahi pipi Anatasya, perasaan

__ADS_1


sesak menyeruak di dalam hatinya. Sebetulnya dia malu harus membagi aibnya


dengan orang lain, tetapi dia juga butuh seseorang teman yang bisa memahaminya.


Melihat perlakuan baik Vanessa, Anatasya merasa yakin bahwa Vanessa bisa


membantunya.


Vanessa berdiri dari duduknya, “Lebih baik kita ngobrol di


kamar,” ajak Vanessa. Anatasya tidak mengeluarkan suara, dia mengikuti Vanessa


yang menuntunya kembali ke kamar tadi.


Stelah menutup pintu kamar Vanessa dan Anatasya duduk


berhadapan di atas tempat tidur. “Aku tidak tau harus pergi ke mana Nes,” ucap


Anatasya di sela isak tangisnya.


Vanessa menautkan kedua alisnya, dia tidak mengerti dengan


ucapan Anatasya setaunya di ibu kota dia memiliki kaka yang bertugas menjadi


dokter di salah satu rumah sakit.


perlahan, mencoba menenangkan dirinya. Dia menghapus air matanya, menggunakan


punggung tangannya, “Ayah ingin aku menggugurkan bayi yang ada di dalam perut


ku, awalnya aku pergi ke tempat kaka tapi ternyata Ayah lebih dulu sampai di


sana sebelum aku.”


“Nona hamil?” tanya Vanessa dia tidak bisa menutupi rasa


terkejutnya.


Anatasya menganggukan kepalanya, “Iya, usia kandungannya


baru menginjak empat minggu,” lirih Anatasya.


Vanessa tidak mungkin bertanya siapa ayah dari bayi itu atau


kemana bayi itu, mendengar tuan Pasusanto ingin menggugurkan bayinya Anatasya sudah

__ADS_1


bisa di pastikan ada masalah besar yang menimpa Antasya.


“Aku hamil di luar nikah,” lirih Anatasya di sela isakannya.


Vanessa menggengam tangan Anatasya, mencoba memberi kekuatan


pada wanita yang terlihat pucat di depannya. Dia tidak pernah berada di posisi


yang sedang di alami Anatasya, tetapi melihat wanita di hadapannya yang


terlihat hancur Vanessa mengerti perasaan yang di rasakan Anatasya. Bahkan dia


merasa sangat bangga kepada Anatasya, karena mau mempertahankan kandungannya. Sementara


dia luaran sana banyak wanita yang menggugurkan atau membuang bayinya, dia


merasa miris jika mendengar perempuan yang mengugurkan bayinya sementara


malaikat kecil di dalam sana tidak bersalah sedikitpun namun harus merasakan


kekejaman orang tuanya.


“Ini pasti pilihan sulit, tapi pilihan nona untuk


mempertahankan bayi yang ada di dalam rahim nona adalah pilihan yang paling


benar. Nona tidak perlu mendengarkan cemohoohan orang-orang yang menghina nona,


saat bayi itu lahir dia pasti merasa sangat gembira karena memiliki ibu yang


luar biasa seperti nona,” ucap Vanessa mencoba menghibur Anatasya.


***


Selamat pagi semuanya


Gimana sudah baca bab 3 dan 4 yang baru lulus kemarin malam?


Yang belum baca, bisa kembali dulu ke bab 3 dan 4 supaya


tidak kebingungan dengan alurnya, Author sampai pusing mikirin dua bab yang


nyagkut itu.


Jangan lupa dukung author terus ya lewat vote, like dan

__ADS_1


komentarnya


Sampai jumpa di bab selanjutnya


__ADS_2