Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 48 (Ritual Keabadian)


__ADS_3

Langit malam tampak terang benderang. Karena malam itu adalah malam bulan purnama.


Wangi kemenyan yang di bakar benar-benar menyeruak. Seorang pria dengan hoodie hitam sedang membaca manta-mantra yang sudah ia pelajari.


Lilin berjejer rapi mengelilingi acara pemanggilan roh yang di percayai akan memberikan kehidupan yang abadi jika mengorbankan 3 bayi anak kembar di malam bulan purnama.


Seorang wanita dengan bagian perut yang menonjol, menandakan wanita tersebut sedang mengandung. Wanita tersebut terbaring lemah, dia tidak sadarkan diri akibat obat bius.


Pria yang memakai hoodie, sedang fokus menghafal mantra untuk pemujaanya kali ini.


Ritual pemanggilan itu bukan hanya wanita yang menjadi tumbalnya, masih ada berbagai macam bunga yang bertabur di sekeliling.


Selain bunga ada beberapa sajen yang sudah orang itu siapkan. Berbagai buah, serta kopi dan air kembang tersedia dan tersusun rapi di atas tapir.


Ada empat kepala sapi sebagai sajen yang pemanggil roh keabadian.


Angin malam menghembus dengan cukup kencang. Bulan benar-benar terlihat sempurna.


Pria yang memakai Hoodie tersebut melepaskan baju atasnya. Dia duduk bersila di kaki perempuan yang bernama Vanessa.


Senyum licik tergambar jelas dari wajahnya, dia sudah menantikan ini cukup lama.


Satu lilin cukup besar dia nyalakan di hadapannya.


Tepat di atas lilin tersebut sang pria mengangkat tangannya. Pisau tajam mulai melukai  urat nadinya.


Darah segar mulai meluncur, menetes ke atas lilin tersebut.

__ADS_1


Pria tersebut memejamkan matanya, mencoba memulai ritual.


Bibirnya bergerak cepat, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Ritual seperti ini sudah biasa dia lakukan.


Angin berembus semakin kencang, membuat semua lilin yang mengelilingi ritual tersebut mati dalam sekejap.


Tetapi lilin yang ada di depan pria itu menyala tanpa merasakan terpaan angin sedikit pun.


Aura hitam mulai tercium, menyeruak dalam indera sang pria yang masih memejamkan mata.


“Hahaha,” tawa menggelar adalah pemilik sang roh yang kini berada di kepala wanita bernama Vanessa.


Mulutnya tersenyum, bahagia karena berhasil memanggil roh tersebut.


Matanya terbuka perlahan, pria tersebut menunduk hormat.


Buah-buahan segar mengerut menjadi kecil, bagaikan di serap seluruh isi sarinya.


Tapi sayangnya roh itu tidak suka kopi hitam yang di suguhkan pria pemujanya.


Hanya dengan menatapnya saja, gelas kopi hitam itu tumpah tanpa perlu sentuhannya.


Roh itu cukup menyeramkan, hitam legam dan memiliki aura sangat berbahaya.


“Wanita ini yang akan kau tukar dengan keabadian tubuhmu?”


Pria tersebut mengangguk, “Betul yang mulia, dia sedang mengandung tiga anak kembar,” jawab pria yang masih bersila dan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Roh tersebut memandangi tubuh wanita yang tidak sadarkan diri.


Dia mengeluarkan pedang untuk membawa ruh wanita tersebut ke negerinya.


Pria memakai Hoodie itu mencoba melihat bagaimana roh keabadian itu mengambil nyawa Vanessa.


Senyum licik tergambar jelas di wajahnya. Akhirnya dia akan hidup abadi selamanya.


Tidak akan ada yang bisa membunuhnya.


Roh hitam itu mengangkat pedangnya setinggi kepalanya, untuk menancapkan pedang kematiannya tepat di perut Vanessa.


Tangannya memegang pedang itu dengan kuat, siap mengeluarkan seluruh kekuatannya.


Dia sangat tertarik dengan wanita yang di suguhkan padanya. Dia akan menjadikan wanita tersebut sebagai permaisuri di kerajaannya.


Agung sudah tidak sabar melihat roh halus itu menancapkan pedangnya di perut Vanessa.


***


Hallo semuanya, maaf lama.


Kepalaku sedang tidak bisa di ajak konsentrasi untuk membuat konflik ini.


Tapi aku usahakan hari ini update 1 bab lagi nanti malam.


 

__ADS_1


__ADS_2