Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 9 (Cemburu)


__ADS_3

Vanessa sebenarnya masih kesal pada Nathan, tetapi kasihan


juga melihat wajah suaminya yang terlihat memelas. Vanessa menggulung kuetiaw


gorenya dengan sumpit lalu menyuapi Nathan, suaminya itu tampak berbinar merasa


gembira karena keinginannya terpenuhi.


Melihat fried chiken yang masih ada di pangkuan Nathan


membuat Vanessa memilih mengambil alih bucket itu, dia mengambil satu dan


memakannya bersamaan dengan kuetiaw gorengnya. Lagi-lagi Vanessa merasa risih


karena Nathan memperhatikannya, “Kenapa masih mau, gak begah tuh perut?” tanya


Vanessa.


Nathan menggelengkan kepalanya, “Enak kuetiawnya. Apalagi


kalau di suapin sama istriku yang cantik,”  puji Nathan.


“Kalau ada maunya aja muji-muji, lupa yah kalau lagi


ngambek,” ketus Vanessa.


“Aku gak ngambek,” elak Nathan sambil menerima suapan


Vanessa.


“Yaya terserah,” jawab Vanessa malas. Akhirnya kuetiawnya


habis tanpa tersisa, karena Nathan ikut menghabiskannya. Vanessa merasa mudah


luluh jika melihat Nathan menginginkan sesuatu dia selalu berusaha ingin


membahagiakan suaminya, yang pasti dia tidak ingin Nathan pindah kelain hati,


apalagi sampai punya simpanan di luaran sana.


Langit mulai gelap Vanessa meminta Nathan untuk kembali ke

__ADS_1


rumah, dia ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah. Setelah memarkirkan


mobil di garasi Nathan menahan Vanessa untuk tidak turun terlebih dulu. “Ada


apa?” tanya Vanessa.


“Aku mau minta maaf,” ucap Nathan sambil menundukan


kepalanya.


Vanessa tersenyum mendengar ucapan suaminya, “Aku juga minta


maaf, karena sudah membuat tuan Nathan menunggu,” jawab Vanessa. Dia merasa


senang, ternyata mudah berbaikan dengan pria ini.


Nathan mengangkat wajahnya, menatap mata Vanessa yang


terlihat berbinar. “Tapi jangan mimpi ciuman sama cowok lain lagi yah,” pinta


Nathan dengan nada lirih.


menganggukan kepalanya sebagai jawaban, lalu keluar dengan langkah ringan.


Entah akan datang masalah apalagi yang akan menimpa rumah tangganya, ia hanya


berharap jika masalah itu datang, dia juga ingin masalah itu berakhir dan tidak


berlarut-larut bagaikan kisah novel romantic yang di bacanya.


Setelah membersihkan tubuhnya, Vanessa keluar dengan baju


tidur. Di liriknya Nathan yang asik bermain ponsel, Nathan menghentikan


aktifitasnya saat Vanessa mendekat. Vanessa menghampiri Nathan yang sedang


bersender pada dipan, dia ikut duduk di samping Nathan lalu menyenderkan


kepalanya pada dada bidang Nathan.


Nathan tersenyum mendapat sikap manja milik istrinya, dia

__ADS_1


mengelus rambut Vanessa dengan penuh rasa sayang. Perasaan bersalah itu


menyelimutinya saat dia menghabiskan waktu quality time nya dengan bekerja dan


mendiamkan istrinya. Nathan mengecup kepala Vanessa lembut, dia mengusap perut


Vanessa yang rata berharap bahwa nanti aka nada calon bayi yang tumbuh di perut


istrinya.


Vanessa merasa bahagia di perlakukan dengan lembut oleh


suaminya. Pandangannya mengarah pada jendela, di luar hujan cukup deras dengan kilatan


petir membuat taman bunga tampak tengar dalam sekejap. Pikirannya kembali pada


mahluk pelangi atau Koswara, pria itu mengatakan tugas yang di berikan kepala


desa berbeda dengan yang lainya yang sangat bertolak belakang. Dia jadi


teringat ucapan Ayu sahabatnya di Bandung, kalau biasanya mahluk yang sering di


gunakan untuk menjaga manusia dari mara bahaya yaitu mahluk berwarna putih atau


hitam. Lalu kenapa Koswara di tugaskan untuk membunuhnya, bukan menjaganya? Apa


karena aura yang di miliki Koswara ada tiga warna? Lalu kenapa dia malah


memilihku hidup dan harus merelakan istrinya terkurung? Tidak mungkin jika dia


hanya beralasan membiarkanku hidupp karena tugas yang di berikan kepala desa


tidak masuk akal? Berbgai pertanyaan memenuhi kepala Vanessa.


Suara ketukan di pintu membuyarkan pikirannya, “Tuan, nona


di depan ada wanita yang menangis, bajunya basah kuyup katanya mau bertemu


dengan nona.” Vanessa dan Nathan saling pandang mendengar suara asisten rumah tangga


mereka berbicara.

__ADS_1


__ADS_2