Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 20 (Hancur)


__ADS_3

Setelah meastikan Vanessa tidur, Nathan berjalan ke ruang


bersantai. Dia duduk di sofa menyandarkan punggunya pada sandaran sofa. Kepalanya


terasa pusing dia memijat kepalanya perlahan. Ruang bersantai itu sangat sepi,


hanya terdengar suata televisi yang menemani malamnya.


Perusahaan Nathan yang sedang Nathan pegang bergerak di


bidang transportasi kacau balau, memang sebelum pemerintah melakukan lockdown


mengalami peningkatan pesat. Tetapi setelah dua hari lockdown berjalan tidak


ada yang memakai jasa transportasi. Kemungkinan efek lockdown ini akan sangat


berpengaruh pada perusahaannya. Sementara semua karyawan yang di rumahkan tetap


melakukan work from home, itu artinya mereka tetap mendapatkan upah. Itu berarti


perusahaannya harus memiliki modal lebih untuk membayar gaji karyawan serta


pengeluaran lainnya.


Kepalanya semakin berdenyut, Nathan meringis kesakitan. Sampai


seseorang meraba pipinya, Nathan tersentak langsung membuka mata. Nathan


menggeratakan giginya melihat Anatasya terlihat memoles makeup di wajahnya yang


terilhat sangat menonjolkan aura kecantikan. Nathan menunjukan tatapan tidak


sukanya, dia sedang ingin sendiri dan tidak ingin ada orang lain yang mengganggunya.


Bibir berwarna merah darah milik Anatasya melengkung


menampakan senyumnya. “Kau terlihat sedang stress … mungkin ingin


bersenang-senang denganku,” ucap Anatasya.

__ADS_1


Nathan merasa jijik melihat gaya bicara Anatasya yang


seperti wanita murahan yang merayu pelangganya. Nathan memilih berdiri hendak


meninggalkan ruangan itu, namun tangannya di cekal oleh Anatasya. Nathan tidak


tinggal diam dia menghempaskan tangan Anatasya yang memegang pergelangan


tangannya. Dia tidak sudi berbicara dengan perempuan yang ada di hadapannya,


persis seperti wanita bayaran.


Anatasya tidak memperdulikan tatapan yang Nathan berikan,


dia membuka jubah tidurnya. Menampakan tubuhnya yang hanya  memakai dalaman. Anatasya tersenyum


menyeringai, “Ayo lah jangan munafik seperti itu, bahkan kau dulu dengan


ganasnya melahap tubuh indahku.”


Nathan menatap Anatasya tajam, “Saat itu aku dalam pengaruh


alkohol, kalau sekarang aku sedang dalam keadaan sadar! Aku tidak tertarik pada


Anatasya sendiri.


“Kalau kamu berubah pikiran, pintu kamarku terbuka lebar


untukmu sayang,” teriak Anatasya.


Nathan berdecak, dia tidak habis pikir wanita itu berani


sekali berteriak di keheningan malam. Dia hanya berdoa semoga Vanessa tidak


mendengar ucapan wanita murahan itu.


 ***


Vanessa menelan ludahnya dengan susah payah, dia menutup

__ADS_1


pintu kamarnya dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara. Airmatanya


turun begitu saja tanpa bisa dia cegah, hatinya sakit. Dia selalu menjaga


sikapnya agar tidak menyakiti siapapun, tapi kali ini hatinya terluka. Orang yang


dia kasihani, orang yang dia bantu ternyata begitu tega menyakiti hatinya.


Air mata Vanessa semakin deras membasahi pipinya, dia tidak


habis pikir kenapa Anatasya bisa sejahat itu padanya. Apa Anatasya ingin


merebut Nathan darinya, Vanessa jadi teringat kejadian masa lalu saat dia


meminta Anatasya untuk memaafkan Nathan. Agar Nathan bisa kembali ke raganya


dan sadar dari komanya, tetapi saat itu Anatasya meminta Vanessa berjanji untuk


menikahkannya dengan Nathan, Karena Nathan telah mengambil kesuciannya. Vanessa


mengerti sekarang mungkin saat itu Anatasya berbicara seolah sedang


mengerjainya, tetapi sepertinya wanita itu memang menginginkan Nathan.


Vanessa menutupi mulutnya, dia tidak ingin ada siapapun yang


mendengar tangisnya. Dia merasa jadi wanita bodoh yang membiarkan seseorang


memasuki kehidupan rumah tangganya untuk merusak kebahagiannya.


Rasa bersalahnya semakin menyeruak, Vanessa merasa tidak


enak hati karena tidak mendengarkan ucapan suaminya. Ingatannya kembali pada


kejadian di ruang Kerja Nathan, Vanessa melihat mata Nathan yang memancarkan


kebahagian saat Vanessa menyuapi suaminya. Vanessa sudah berjanji pada Nathan


untuk meminta Anatasya pergi dari rumah mereka, meski Vanessa tidak tau harus

__ADS_1


memberi alasan apa pada Anatasya agar wanita itu mau pergi dari kehidupan rumah


tangganya.


__ADS_2