Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 19 (Perhatian)


__ADS_3

Vanessa mencoba menenangkan Anatasya agar tidak menagis


berlarut-larut, dia memberikan alasan bahwa ibu hamil tidak boleh stress dan


Anatasya tidak perlu memikirkan sikap Nathan.  Vanessa kembali ke kamarnya dia membawa baju kerja untuk Nathan, lalu


menyimpannya di atas tempat tidur. Dia berjalan ke luar kamar untuk membuatkan


sarapan untuk Nathan. Saat membuka lempari pendingin hanya ada ayam yang sudah


di ungkep serta tahu dan tempe, Vanessa lumpa menyiapkan stok makanan selama


lockdown. Dia tidak ambil pusing sekarang banyak kok mendia belanja online


cukup duduk di rumah dan menunggu pesanannya sampai.


Makanan untuk Nathan sudah siap, Vanessa memilih makanan


khas sunda. Dia hanya menggoreng ayam, tahu, dan tempe menambahkan mentimun dan


selada sebagai pelengkap. Setelah semuanya selesai Vanessa membawa nampan dan


kembali ke kamar untuk mengambil baju.


Setelah di depan ruangan Nathan Vanessa mengetuk pintu


perlahan, tidak ada sahutan dari dalam. Vanessa mencoba mengetuknya sekali


lagi, “Sayang,” panggil Vanessa. Tidak lama terdengar suara kunci yang terbuka,


lalu Nathan membuka pintu, menampakan wajah tidak bersahabatnya melihat makanan


yang ku bawa.


“Kalau kamu datang Cuma mau membujukku lebih baik kamu


pergi!”


Vanessa tersenyum getir, hatinya terasa sakit mendapat

__ADS_1


penolakan dari Nathan. Sementara dia jelas-jelas melihat Nathan membiarkan


Anatasya masuk ke ruangan itu tanpa halangan. Tetapi ini bukan waktunya untuk


berbedat, “Aku tidak bermaksud membujukmu,” jawab Vanessa.


Melihat Nathan yang masuk tanpa menutup pintu, itu artinya


suaminya mengijinkannya untuk masuk. Vanessa mencoba meyakinkan dirinya untuk


tidak lagi mendebat Nathan tentang keberdaan Anatasya. Vanessa duduk di sofa


Nathan menyimpan nampan miliknya, dahinya mengrenyit melihat ada nampan lain di


sana. Vanessa memperhatikan dua cangkir yang berisi minuman berbeda, “Kamu


minum kopi?” tanya Vanessa, kembali dadanya sesak saat mengetahui fakta bahwa


Nathan minum kopi buatan Anatasya.


“Tidak,” jawab Nathan singkat.


hatinya mengetahui Nathan tidak meminum kopi yang di buat Anatasya. Melihat Nathan


yang malah duduk di meja kerjanya membuat Vanessa sedikit kesal, dia menarik


tangan suaminya untuk mengikutinya duduk di sofa. Lagi-lagi perhatiannya malah


fokus pada roti selai yang ada di meja, “Kamu sudah sarapan dengan Anatasya?”


Nathan tidak ragu menampakan wajah kesalnya, otak istrinya


yang cemburuan tidak memakai logika. Jelas-jelas roti satunya lagi masih utuh,


dan di sana hanya ada dua roti miliknya masih utuh sementara milik Anatasya


sudah dia makan sebagian. Nathan memilih duduk di sofa tanpa memperdulikan


pertanyaan Vanessa. Tetapi melihat istrinya yang tampak menahan air mata,

__ADS_1


membuatnya tidak enak hati untuk membiarkan istrinya itu larut dalam pikirannya


sendiri. “Aku tidak memakannya sama sekali, itu yang tinggal sebagian milik


Anatasya. Dan kopi itu Anatsya yang meminumnya sendiri,” Nathan mejelaskan


dengan nada malas.


Mulut Vanessa melengkuk membentuk senyuman, “Terimakasih,”


ujar Vanessa sambil menatap mata Nathan.


Nathan hanya menganggukan kepalanya, melihat senyum istrinya


Nathan merasa moodnya lebih baik dari sebelumnya. Harum ayam goreng masuk ke


indra penciumannya, dia menatap nampan yang di bawa Vanessa, “Untukku?”


Vanessa mengangguk lalu membawa piring itu ke hadapan


Nathan, “Mau makan sendiri, atau aku suapi?”


Nathan tidak menjawab, dia lebih memilih memandang wajah


istrinya yang tampak ceria. Perasaan rindu itu menyeruak di hatinya, padahal


baru dua hari mereka bertengkar tapi entah kenapa Nathan merasa sudah sangat


lama sekali. Dia merindukan bermanja dengan wanitanya, andai saja perempuan itu


tidak ada di sini mungkin selama lockdown Nathan memiliki kesempatan lebih


untuk berduaan dengan istrinya.


“Kalau diam saja, berarti jawabannya iya,” ucap Vanessa. Ada


perasaan gembira melihat senyum yang Nathan tunjukan karena ucapannya, “Aku


tidak rela jika melihatmu berdekatan dengan Anatasya, apalagi sampai Anatasya

__ADS_1


melihat senyum manis milikmu,” ucap Vanessa di dalam hatinya.


__ADS_2