Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 18 (Amarah)


__ADS_3

Malam itu setelah melakukan hubungan suami istri, Nathan


keluar dengan penuh amarah, dia kira Vanessa telah setuju untuk  membiarkan Anatasya pergi dari rumah mereka.


Namun dugaannya salah, istrinya itu malah kembali memohon kepadanya, Nathan membanting


pintu kamarnya dengan sangat keras, memberikan jawaban atas keinginan


Vanessa  yang jelas-jelas dia menolaknya.


Nathan berjalan menuju ruang kerjanya, dia merebahkan


tubuhnya di sofa. Badannya terasa lelah apalagi mereka habis melakukan kegiatan


yang menguras tenanganya. Perlahan Nathan menutup matanya untuk segera pergi


kealam mimpinya.


Tubuh Nathan menggeliat saat suara ketukan pintu menganggu


tidurnya, Nathan bangkit dari tidurannya. Nathan duduk mengucek kedua matanya


sebelum berdiri dan membuka pintu, berharap Vanessa menghampirinya. Namun saat


membuka pintu Anatasya yang tersenyum lebar dengan membawa nampan di tangannya.


Nathan terkesiap saat wanita itu masuk ke ruangannya dan duduk cantik di sofa.


Nathan menatap Anatasya tajam, menyuruh wanita itu pergi dari tempatnya, Nathan


sedang tidak ingin di ganggu oleh siapapun.


Namun sepertinya wanita itu mengacuhkan tatapan Nathan yang


memintanya pergi, dengan tenang Anatasya meletakan satu kopi panas dan juga the


panas yang masih mengepul di atas meja, “Kita sarapan aku belum sempat

__ADS_1


sarapan,” ajak Anatasya sambil tersenyum ramah pada Nathan.


Dia memilih berdiri di hadapan Anatasya, dia tidak sudi


untuk duduk dengan wanita itu, “Pergi!” ucap Nathan tegas. Tetapi Anatasya


menghiraukan ucapan Nathan dia malah menyerahkan satu roti panggang yang sudah


di olesi coklat, “Itu kopi dan roti unutk kamu, kita makan bersama.”


“Aku tidak suka kopi, jadi lebih baik kamu pergi dari sini!”


Nathan mulai geram wanita di hadapannya itu seperti tidak memperdulikan ucapannya,


“Lihat sayang perempuan seperti ini yang kamu kasihani,” batin Nathan.


“Kau bisa minum tehku,” tawar Anatasya. Dia meminum kopi


yang seharusnya untuk Nathan, dan mulai melahap roti miliknya.


Nathan mengepalkan tangannya, jika saja Anatasya seorang pria


dengan santainya dia masuk ke ruangannya tanpa ijin dari sang pemilik. Dan


wanita yang ada di depannya ini akan sangat membahayakan istrinya, harusnya dia


bisa lebih tegas pada Anatasya. “Kamu pergi dari rumah saya!” teriak Nathan.


Dia sudah tidak bisa menahan emosinya, apalagi bukannya pergi wanita itu malah


menangis sesegukan tapi Nathan tidak memperdulikannya. Dia menyeret Anatasya


keluar dari ruangannya, “Kamu yang memaksa saya berlaku kasar!” ucap Nathan


sambil mendorong tubuh Anatasya hingga wanita itu hampir jatuh ke lantai.


Nathan melihat Vanessa memperhatikan interaksi mereka dari

__ADS_1


depan pintu kamarnya, Nathan memilih mengacuhkannya lalu kembali masuk ke


ruangannya. Dia menjambak rambutnya dengan sangat kasar hingga beberapa helai


rambutnya jatuh ke lantai.


***


Ada perasaan sakit hati melihat Anatasya masuk ke ruangan


Nathan dengan membawa minum dan roti. Dia merasa Anatasya berlebihan,


seharusnya dia yang membawakan makanan untuk suaminya. Apalagi pagi tadi Nathan


tidak ikut sarapan di meja makan.


Vanessa berjalan menghampiri Anatasya yang menangis


sesegukan di depan pintu ruangan kerja Nathan, “Maafkan Nathan,” ucap Vanessa.


Sebenarnya dia merasa tidak perlu meminta maaf atas perlakuan kasar Nathan,


tetapi dia ingin sedikit mengibur wanita yang tengah hamil muda itu.


“Aku Cuma membawakannya sarapan karena tadi Nathan tidak


ikut sarapan bersama, aku Cuma ingin Nathan bisa menerima kehadiranku untuk


sementara di sini,” ucap Anatasya di tengah tangisnya.


Lagi-lagi Vanessa merasa ada sesuatu yang aneh yang  menyelimuti hatinya mendengar penuturan


Anatasya. Tapi dia segera menepisnya, mungkin Anatasya tau kalau Nathan tidak


menijinkannya untuk tinggal di sini, makanya Anatasya mencoba berinisiatif


untuk mendekati Nathan terlebih dulu. “Sepertinya aku harus lebih ekstra

__ADS_1


mendekati Nathan, agar pria itu mau menerima Anatasya tinggal di sini untuk


beberapa hari ke depan,” ucap Vanessa di dalam hatinya.


__ADS_2