Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 17 (Perjuangan Cinta)


__ADS_3

Sebenarnya dunia Koswara ini tidak masuk akal bagi Vanessa,


bagaimana mulut gua bisa memberikan anak kepada warga di sini. Namun


perhatiannya kembali teingat kedua anak pria di sampingnya, “Kasihan


anak-anakmu tumbuh dewasa tanpa kasih sayang seorang ibu,” tutur Vanessa.


“Maksud kamu?” tanya Koswara sambil menatap lekat mata


wanita di sampingnya.


“Iya anak-anakmu tidak akan mendapatkan kasih sayang seorang


ibu, dari istri kamu,” ucap Vanessa menjelaskan.


Koswara menghela nafasnya, “Anak-anakku tidak akan tumbuh


dewasa, sudah lebih dari sepuluh tahun aku dan istriku mengurus mereka. Mereka


akan tetap pada tubuh mereka seperti yang kamu lihat sekarang.”


Vanessa diam memikirkan ucapan koswara yang lagi-lagi tidak


masuk di akal.


Melihat Vanessa yang diam saja Koswara terkekeh, “Sejak


dunia ini ada hanya ada 21 orang kepala keluarga dan istrinya. Kami tidak menua


Vanessa, tetap pada tubuh kami yang sekarang, begitu juga dengan anak-anak kami


mereka sama.”


“Kenapa?” tanya Vanessa.


“Kami di hidupkan bukan untuk berkembang biak seperti


kalian, tapi kami hidup untuk kekal dan abadi. Semakin lama kami akan semakin


kuat melawan musuh orang yang sedang kami jaga,” ucap Koswara menjelaskan.


Vanessa mangut-mangut, kali ini dia mengerti ucapan pria di

__ADS_1


sampingnya. “Kalau itu mulut gua untuk apa kok sepi?” tanya Vanessa sambil


menunjuk mulut gua yang tidak jauh dari tempat meminta keturunan. Vanessa


menjadi menyesal menanyakan perihal mulut gua yang sepi, karena wajah Koswara


memancarkan kesedihan yang mendalam, “Maaf.”


Koswara tidak merespon ucapan maaf Vanessa, dia


memperhatikan gua yang di tunjuk wanita di sampingnya. “Itu gua khusus untuk


menahan para istri yang suaminya gagal melakukan tugas,” jawab Koswara.


“Jadi istrimu ada di sana? … bisakah kita menjenguknya?”


Vanessa memberikan beberapa pertanyaan pada pria di sampingnya yang terlihat


masih murung.


“Tidak boleh ada seorang pun yang mendekati gua itu!”


“Kenapa?”


“Apa tidak ada cara untuk membebaskan istrimu?” tanya


Vanessa.


“Ada.”


“Lalu kenapa kamu tidak membebaskannya?” kalau ada cara


untuk membebaskan istrinya kenapa pria di sampingnya ini tampak tidak berusaha


begitu pikirnya.


“Hanya ada satu cara untuk membebaskan istriku. Menuntaskan


seratus tugas yang di berikan kepala desa baru istriku akan kembali.”


Vanessa membuka mulutnya karena terkejut, “Apa seratus


tugas?” dia tidak habis pikir dengan dunia yang terlihat mengasikan namun kejam

__ADS_1


juga seperti dunianya.


Koswara menganggukan kepalanya, “Iya seratus tugas.”


“Banyak juga yah. Semua mendapat hukuman seperti itu jika


tugasnya gagal?” tanya Vanessa.


“Iya itu hukuman … sudah sana pulang hari akan gelap, kalau


kamu masih di sini kamu bakal terjebak di dunia ini,” ucap Koswara dengan nada


serius. Dia tersenyum melihat Vanessa tiba-tiba menghilang tanpa pamit, padahal


dia hanya mengerjai wanita itu.


Dari atas sana koswara memandangi mulut gua yang tampak


sepi, satu butir air mata turun melewati pipinya. Dia tidak menyesal dengan


keputusannya membiarkan Vanessa hidup kembali, karena dia yakin bisa


melaksanakan seratus tugas demi membebaskan istrinya, “Aku akan berjuang demi


kamu, sama seperti aku berjuang demi Vanessa ... aku mencintaimu.”


***


Vanessa bangun dengan nafas tersegal-segal, dia melakukan perpindahan secara


ekspres untuk pergi dari dunia Koswara. Rasa takut menyelimutinya saat Koswara


mengatakan bahwa dia akan terjebak di dunia itu jika tidak pergi dari sana,


makanya Vanessa tanpa pikir panjang langsung melarikan diri.


Setelah nafasnya kembali teratur Vanessa melirik jam di pergelangan


tangannya, sudah menunjukan pukul dua belas itu artinya jam makan siang.


Vanessa berjalan keluar dari kamarnya, sesampainya di meja makan rasa sedih


menyelimutinya melihat Nathan tidak ada di sana. Hanya Anatasya yang tersenyum

__ADS_1


kepadanya, Vanessa membalas senyum dan ikut duduk di samping Anatasya.


__ADS_2