Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 21 (Pergi)


__ADS_3

Maaf ya author baru


bisa update, dari kemarin itu badan authornya drof.


Ini author paksakan,


tetapi Cuma dapet satu bab aja, sedikit gak papa yah.


Kalian pasti tanya “Kok


sekarang lebih ke rumah tangga, konfliknya pelakor Thor?”


Bukan, ini baru awal. Tunggu


kejutan selanjutnya dan pastikan kalian setia membaca karya author sampai


semuanya terungkap.


Selamat membaca.


 ***


Vanessa bangun dengan perasaan kecewa, karena Nathan tidak


ada di sampingnya. Tetapi dia kembali teringat ucapan Nathan, “Aku akan sibuk


akhir-akhir ini, apalagi akibat pandemi ini perusahaanku mulai merasakan dampak


yang cukup besar. Aku harus mencari cara agar semuanya tetap stabil, jadi gak


papa kan kalau aku kurang memperhatikanmu sayang?”. Pipi Vanessa memanas,


mengingat ucapan romantic Nathan sebelum pria itu keluar dari kamarnya.


Vanessa memperhatikan penampilannya di cermin, dia sudah


cukup rapi untuk memulai aktifitas kerjanya. Namun dia tidak akan melupakan


sarapannya, ini adalah waktu yang tepat untukknya berbicara dengan Anatasya.


Saat duduk di meja makan ada Anatasya yang sedang menikmati


bubur Ayam yang di buat asisten rumah tangga. Vanessa duduk tepat di samping


Anatasya yang tampak tersenyum ramah menyambut kedatangannya.

__ADS_1


“Bubur nya enak loh Nes,” puji Anatasya.


Vanessa mengangguk dan mengambil bubur miliknya dan mulai


makan. Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanannya, Vanessa melirik


Anatasya yang sedang minum susu. Vanessa sendiri tidak tau susu apa yang di


minum Anatasya, sebab seingatnya di lemari pendingin hanya ada susu fulcream


miliknya. “Itu susu hamil?” tanya Vanessa, dia tidak bisa menutupi rasa


penasarannya. Karena Anatasya meminum susu rasa coklat.


“Semalam Nathan yang beli, soalnya aku gak suka susu


fulcream,” jawab Anatasya.


Vanessa menyipitkan matanya, dia tidak percaya dengan ucapan


wanita di sampingnya. Mana mungkin Nathan mau keluar di saat pandemic seperti


ini, “Paling Anatasya beli lewat aplikasi online,” ucap Vanessa mencoba


Nathan tidak suka melihat wanita itu ada di rumah mereka.


“Anatasya,” panggil Vanessa. Dia tidak ingin memanggil


wanita itu dengan embel-embel nona seperti sebelumnya, Anatasya harus tau bahwa


Vanessa nyonya di rumah ini.


“Iya Nes,” sahut Anatasya. Dia menyimpan gelas  berisi susu coklat yang baru saja di


minumnya.


“Aku tidak bisa membiarkan kamu di rumah ini terlalu lama,” ujar


Vanessa sambil memperhatikan raut wajah Anatasya. Tapi Anatasya tampak terlihat


tenang, dan tidak merasa terganggu karena ucapannya.


“Kamu mengusirku?”


Ada rasa bersalah melihat wajah sedih milik Anatasya, tetapi

__ADS_1


Vanessa tidak bisa berada di dalam kondisi seperti ini. Dia tidak ingin Nathan


marah lagi padanya, rasanya sudah cukup empat hari ini dia memberikan Anatasya


tempat berteduh. Dia tidak ingin kejadian semalam terulang kembali, mungkin


semalam Nathan menolak, tetapi jika di suguhkan terus tidak ada pria yang mau


menolaknya. Apalagi Vanessa akui bahwa Anatasya lebih cantik dari dirinya,


lebih terawat dan lebih seksi. Punya Anatasya jelas terlihat menonjol, Vanessa menundukan


kepalanya memperhatikan tubuhnya. Tubuhnya milik nya datar seperti papan


triplek, Vanessa mendesah pelan, ada rasa kecewa karena dia tidak bisa bersaing


dengan Anatasya.


Melihat Vanessa yang diam saja, Anatsya angkat bicara. “Aku


tau Nathan tidak suka padaku, maaf ya sudah merepotkanmu,” ucap Anatasya sambil


berusaha menampakan senyumnya. “Terimakasih,” ujar Anatasya sebelum berjalan


meninggalkan ruang makan.


Hatinya berkata untuk mengejar wanita itu, tetapi logikanya


menolak karena merasa ini yang terbaik demi keutuhan rumah tangganya.


Vanessa berjalan menghampiri kamar Anatasya, wanita itu


tampak mengambil tas miliknya. Vanessa tidak bisa berbicara apa-apa, mulutnya


mendadak membisu. Tidak lama ada tangan yang merangkulnya, Vanessa tersenyum


karena tangan itu milik suaminya. Vanessa merasa mendapatkan dukungan dari


Nathan, dia menatap Anatasya yang memperhatikan suaminya.


“Terimakasih untuk semalam … sungguh luar biasa. Ayah dari


anak yang di kandungku tidak sehebat kamu,” ucap Anatasya sambil mengedipkan


satu matanya, dia sengaja menggoda Nathan secara terang-terangan.

__ADS_1


__ADS_2