
Maaf ya author baru
bisa update, dari kemarin itu badan authornya drof.
Ini author paksakan,
tetapi Cuma dapet satu bab aja, sedikit gak papa yah.
Kalian pasti tanya “Kok
sekarang lebih ke rumah tangga, konfliknya pelakor Thor?”
Bukan, ini baru awal. Tunggu
kejutan selanjutnya dan pastikan kalian setia membaca karya author sampai
semuanya terungkap.
Selamat membaca.
***
Vanessa bangun dengan perasaan kecewa, karena Nathan tidak
ada di sampingnya. Tetapi dia kembali teringat ucapan Nathan, “Aku akan sibuk
akhir-akhir ini, apalagi akibat pandemi ini perusahaanku mulai merasakan dampak
yang cukup besar. Aku harus mencari cara agar semuanya tetap stabil, jadi gak
papa kan kalau aku kurang memperhatikanmu sayang?”. Pipi Vanessa memanas,
mengingat ucapan romantic Nathan sebelum pria itu keluar dari kamarnya.
Vanessa memperhatikan penampilannya di cermin, dia sudah
cukup rapi untuk memulai aktifitas kerjanya. Namun dia tidak akan melupakan
sarapannya, ini adalah waktu yang tepat untukknya berbicara dengan Anatasya.
Saat duduk di meja makan ada Anatasya yang sedang menikmati
bubur Ayam yang di buat asisten rumah tangga. Vanessa duduk tepat di samping
Anatasya yang tampak tersenyum ramah menyambut kedatangannya.
__ADS_1
“Bubur nya enak loh Nes,” puji Anatasya.
Vanessa mengangguk dan mengambil bubur miliknya dan mulai
makan. Tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan makanannya, Vanessa melirik
Anatasya yang sedang minum susu. Vanessa sendiri tidak tau susu apa yang di
minum Anatasya, sebab seingatnya di lemari pendingin hanya ada susu fulcream
miliknya. “Itu susu hamil?” tanya Vanessa, dia tidak bisa menutupi rasa
penasarannya. Karena Anatasya meminum susu rasa coklat.
“Semalam Nathan yang beli, soalnya aku gak suka susu
fulcream,” jawab Anatasya.
Vanessa menyipitkan matanya, dia tidak percaya dengan ucapan
wanita di sampingnya. Mana mungkin Nathan mau keluar di saat pandemic seperti
ini, “Paling Anatasya beli lewat aplikasi online,” ucap Vanessa mencoba
Nathan tidak suka melihat wanita itu ada di rumah mereka.
“Anatasya,” panggil Vanessa. Dia tidak ingin memanggil
wanita itu dengan embel-embel nona seperti sebelumnya, Anatasya harus tau bahwa
Vanessa nyonya di rumah ini.
“Iya Nes,” sahut Anatasya. Dia menyimpan gelas berisi susu coklat yang baru saja di
minumnya.
“Aku tidak bisa membiarkan kamu di rumah ini terlalu lama,” ujar
Vanessa sambil memperhatikan raut wajah Anatasya. Tapi Anatasya tampak terlihat
tenang, dan tidak merasa terganggu karena ucapannya.
“Kamu mengusirku?”
Ada rasa bersalah melihat wajah sedih milik Anatasya, tetapi
__ADS_1
Vanessa tidak bisa berada di dalam kondisi seperti ini. Dia tidak ingin Nathan
marah lagi padanya, rasanya sudah cukup empat hari ini dia memberikan Anatasya
tempat berteduh. Dia tidak ingin kejadian semalam terulang kembali, mungkin
semalam Nathan menolak, tetapi jika di suguhkan terus tidak ada pria yang mau
menolaknya. Apalagi Vanessa akui bahwa Anatasya lebih cantik dari dirinya,
lebih terawat dan lebih seksi. Punya Anatasya jelas terlihat menonjol, Vanessa menundukan
kepalanya memperhatikan tubuhnya. Tubuhnya milik nya datar seperti papan
triplek, Vanessa mendesah pelan, ada rasa kecewa karena dia tidak bisa bersaing
dengan Anatasya.
Melihat Vanessa yang diam saja, Anatsya angkat bicara. “Aku
tau Nathan tidak suka padaku, maaf ya sudah merepotkanmu,” ucap Anatasya sambil
berusaha menampakan senyumnya. “Terimakasih,” ujar Anatasya sebelum berjalan
meninggalkan ruang makan.
Hatinya berkata untuk mengejar wanita itu, tetapi logikanya
menolak karena merasa ini yang terbaik demi keutuhan rumah tangganya.
Vanessa berjalan menghampiri kamar Anatasya, wanita itu
tampak mengambil tas miliknya. Vanessa tidak bisa berbicara apa-apa, mulutnya
mendadak membisu. Tidak lama ada tangan yang merangkulnya, Vanessa tersenyum
karena tangan itu milik suaminya. Vanessa merasa mendapatkan dukungan dari
Nathan, dia menatap Anatasya yang memperhatikan suaminya.
“Terimakasih untuk semalam … sungguh luar biasa. Ayah dari
anak yang di kandungku tidak sehebat kamu,” ucap Anatasya sambil mengedipkan
satu matanya, dia sengaja menggoda Nathan secara terang-terangan.
__ADS_1