
Vanessa sedang memperhatikan ketiga malaikat kecilnya sedang
bermain bola dengan Nathan di halaman rumah. Senyum mengembang di bibir Vanessa
saat melihat Nathan yang kewalahan melawan ketiga anaknya.
Vanessa melirik ke arah kanan, karena ada seseorang yang
menyentuh bahunya. Senyum Vanessa mengembang melihat Koswara berada di
sampingnya.
“Terima kasih,” ucap Vanessa tulus.
“Sama-sama, Perkenalkan istriku.”
Wanita di samping
koswara tersenyum pada Vanessa.
“Akhirnya kalian bisa bersama juga,” ucap Vanessa tulus. Karena
berkat Koswaralah anak-anaknya bisa selamat. Sebenarnya anak bungsunya terkena
belati, namun dengan kekuatan Koswara anaknya bisa di selamatkan. Demi menghilangkan
ke janggalan koswara memindahkan belatinya agar tidak mengenai anak di dalam
kandungannya.
Koswara memeluk pinggang istrinya dengan erat, sabil
tersenyum.
“Kalau begitu kita pamit yah,” ucap istri Koswara.
“Semoga kalian bisa bahagia yah.”
Vanessa terkejut mendapati Nathan yang memeluknya dari
samping.
“Sayang.” Mendengar panggilan
sayang dari Nathan membuat pipi Vanessa bersemu merah.
“Jadi cek kandungan hari sore ini?” tanya Nathan setelah
mengcup pipi Vanessa.
“Jadi,” jawab Vanessa sambil mengelus perutnya yang sudah
menonjol. Kandungannya sudah berusia 34 minggu,tinggal beberapa minggu lagi Vanessa
sudah di rencanakan untuk operasi SC.
“Mamiii … mamiii,” teriak ketiga anak Vanessa dan Nathan
sambil berlari mendekati kedua orang tuanya.
“Mike haus mam,” keluh Mike anak pertama Vanessa.
“Lucas juga haus,” timpal Lucas anak ketiga Vanessa.
Sementara Dustin anak ketiga Vanessa mendekat dan memeluk
Nathan, “Papi, Dustin sama kaka haus ambilkan minum yah. Mami juga haus kan?”
__ADS_1
Vanessa tersenyum dan mengelus puncak kepala Dustin dengan
lebut. “Iya Mami juga haus.”
Nathan mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah, “Oke
Papi ambilkan, habis itu kalian mandi yah.”
Mereka bertiga serempak mengangguk. Lucas merebahkan
tubuhnya menjadikan paha Vanessa sebagai bantalan.
Melihat kakanya melakukan itu Dustin tidak tinggal diam, dia
ikut merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha kanan Vanessa sebagai bantalan.
Sadar tidak kebagian tempat Lucas memilih memijat kaki
Vanessa yang tampak bengkak. “Mam apa dede bayi juga sama bengkak kayak kaki
mami?”
“Mami bangkak karena hormone ibu hamil, kalau dede bayi kan
tidak hamil. Hanya ada di dalam perut mami.”
Lucas hanya menganggukan kepalanya dan kembali memijat kakai
Vanessa.
“Mami kok adik bayi perempuannya Cuma dua?” kali ini Dustin
yang bertanya.
“Memangya kaka mau berapa?”
Vanessa membelai rambut Dustin, “Gak bisa gitu sayang. Mungkin
tuhan ingin kakak mejaga kedua adiknya, kalau tiga kan nanti repot rebutan.”
“Mike akan menjaga ke empat adik-adik Mike,” ucap Mike
dengan senyum mengembang.
Vanessa mencubit pipi Mike pelan, “Kamu kan kakak pertama,
wajib menjaga adik-adik.”
“Terus yang jagain Mike siapa?”
“Dustin akan jagain kaka,” timpal Dustin.
“Lucas juga,” kali ini anak ketiga tidak ingin kalah juga.
“Kalian harus menjaga satu sama lain yah.”
“Siap mami.”
“Oke mami.”
“Papi mana kok lama, Mike kan haus.” Mike mengelus lehernya,
karena tenggorokannya terasa kering.
“Lucas sana kamu susul papi,” titah Mike.
“Gak mau, Lucas aja,” timpal Dustin.
__ADS_1
“Loh kok aku.” Lucas yang sedang memijat kaki Vanessa
berpindah posisi ke belakang Vanessa dan memeluh leher Maminya.
“Mami itu kaka sama adek,” keluh Lucas.
“Kalian inikenapa berantem deh, tunggu aja nanti papi juga
dateng.”
Nathan kembali dengan nampan berisi beberpa gelas jus untuk
anak dan istrinya. Saat sampai di halaman rumah ia mengerutkan keningnya
melihat anak-anak serta istrinya mengacuhkannya.
“Ini minumnya,” ucap Nathan sambil menyimpan minuman dia
atas meja.
Melihat tidak ada gerakan dari ketiga anak beserta istrinya,
Nathan mengeluarkan cakarnya. Menggelitik ketiga anaknya yang mengacuhkannya
hingga mereka tertawa geli meminta di sudahi.
“Nanti malam gak boleh tidur sama papi, mami dan adek bayi,”
ucap Nathan sambil menatap ketiga anaknya dengan mata melotot.
Ketiga anaknya langsung memeluk Nathan, “Jangan papi, kita
kan mau tidur sama dede bayi, boleh yah,” ucap Mike dengan nada memohon dan
memberikan puppy eyes-nya.
“Tidak!” tegas Nathan.
Serempak mereka melepaskan pelukannya dan menghampiri Vanessa,
“Mami papi tuh jahat,” adu Dustin.
“Iya papa jahat mami,” timpal Lucas.
“uu sini peluk kesayangan mami, nanti biar papi tidur di
ruang tamu aja sendirian. Kalian tidur sama mami dan adik bayi,” ucap Vanessa
sambil mengecup satu persatu kening anaknya.
“Sayaaaang,” rengek Nathan dengan wajah memelas.
Sementara ketiga anaknya mejulurkan lidah mengejek Nathan. Vanessa
hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga anaknya.
***
Akhirnya ada di penghujung acara juga.
Author ucapkan terima kasih banyak kepada kalian yang sudah
mendukung karyaku dari awal sampai akhir.
Tinggalkan pesan dan kesannya yah di kolom komentar, terima
kasih. See you next time 😘
__ADS_1