Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Ekstra Part 2


__ADS_3

Vanessa sedang memperhatikan ketiga malaikat kecilnya sedang


bermain bola dengan Nathan di halaman rumah. Senyum mengembang di bibir Vanessa


saat melihat Nathan yang kewalahan melawan ketiga anaknya.


Vanessa melirik ke arah kanan, karena ada seseorang yang


menyentuh bahunya. Senyum Vanessa mengembang melihat Koswara berada di


sampingnya.


“Terima kasih,” ucap Vanessa tulus.


“Sama-sama, Perkenalkan istriku.”


 Wanita di samping


koswara tersenyum pada Vanessa.


“Akhirnya kalian bisa bersama juga,” ucap Vanessa tulus. Karena


berkat Koswaralah anak-anaknya bisa selamat. Sebenarnya anak bungsunya terkena


belati, namun dengan kekuatan Koswara anaknya bisa di selamatkan. Demi menghilangkan


ke janggalan koswara memindahkan belatinya agar tidak mengenai anak di dalam


kandungannya.


Koswara memeluk pinggang istrinya dengan erat, sabil


tersenyum.


“Kalau begitu kita pamit yah,” ucap istri Koswara.


“Semoga kalian bisa bahagia yah.”


Vanessa terkejut mendapati Nathan yang memeluknya dari


samping.


 “Sayang.” Mendengar panggilan


sayang dari Nathan membuat pipi Vanessa bersemu merah.


“Jadi cek kandungan hari sore ini?” tanya Nathan setelah


mengcup pipi Vanessa.


“Jadi,” jawab Vanessa sambil mengelus perutnya yang sudah


menonjol. Kandungannya sudah berusia 34 minggu,tinggal beberapa minggu lagi Vanessa


sudah di rencanakan untuk operasi SC.


“Mamiii … mamiii,” teriak ketiga anak Vanessa dan Nathan


sambil berlari mendekati kedua orang tuanya.


“Mike haus mam,” keluh Mike anak pertama Vanessa.


“Lucas juga haus,” timpal Lucas anak ketiga Vanessa.


Sementara Dustin anak ketiga Vanessa mendekat dan memeluk


Nathan, “Papi, Dustin sama kaka haus ambilkan minum yah. Mami juga haus kan?”

__ADS_1


Vanessa tersenyum dan mengelus puncak kepala Dustin dengan


lebut. “Iya Mami juga haus.”


Nathan mengangkat kedua tangannya sebagai tanda menyerah, “Oke


Papi ambilkan, habis itu kalian mandi yah.”


Mereka bertiga serempak mengangguk. Lucas merebahkan


tubuhnya menjadikan paha Vanessa sebagai bantalan.


Melihat kakanya melakukan itu Dustin tidak tinggal diam, dia


ikut merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha kanan Vanessa sebagai bantalan.


Sadar tidak kebagian tempat Lucas memilih memijat kaki


Vanessa yang tampak bengkak. “Mam apa dede bayi juga sama bengkak kayak kaki


mami?”


“Mami bangkak karena hormone ibu hamil, kalau dede bayi kan


tidak hamil. Hanya ada di dalam perut mami.”


Lucas hanya menganggukan kepalanya dan kembali memijat kakai


Vanessa.


“Mami kok adik bayi perempuannya Cuma dua?” kali ini Dustin


yang bertanya.


“Memangya kaka mau berapa?”


Vanessa membelai rambut Dustin, “Gak bisa gitu sayang. Mungkin


tuhan ingin kakak mejaga kedua adiknya, kalau tiga kan nanti repot rebutan.”


“Mike akan menjaga ke empat adik-adik Mike,” ucap Mike


dengan senyum mengembang.


Vanessa mencubit pipi Mike pelan, “Kamu kan kakak pertama,


wajib menjaga adik-adik.”


“Terus yang jagain Mike siapa?”


“Dustin akan jagain kaka,” timpal Dustin.


“Lucas juga,” kali ini anak ketiga tidak ingin kalah juga.


“Kalian harus menjaga satu sama lain yah.”


“Siap mami.”


“Oke mami.”


“Papi mana kok lama, Mike kan haus.” Mike mengelus lehernya,


karena tenggorokannya terasa kering.


“Lucas sana kamu susul papi,” titah Mike.


“Gak mau, Lucas aja,” timpal Dustin.

__ADS_1


“Loh kok aku.” Lucas yang sedang memijat kaki Vanessa


berpindah posisi ke belakang Vanessa dan memeluh leher Maminya.


“Mami itu kaka sama adek,” keluh Lucas.


“Kalian inikenapa berantem deh, tunggu aja nanti papi juga


dateng.”


Nathan kembali dengan nampan berisi beberpa gelas jus untuk


anak dan istrinya. Saat sampai di halaman rumah ia mengerutkan keningnya


melihat anak-anak serta istrinya mengacuhkannya.


“Ini minumnya,” ucap Nathan sambil menyimpan minuman dia


atas meja.


Melihat tidak ada gerakan dari ketiga anak beserta istrinya,


Nathan mengeluarkan cakarnya. Menggelitik ketiga anaknya yang mengacuhkannya


hingga mereka tertawa geli meminta di sudahi.


“Nanti malam gak boleh tidur sama papi, mami dan adek bayi,”


ucap Nathan sambil menatap ketiga anaknya dengan mata melotot.


Ketiga anaknya langsung memeluk Nathan, “Jangan papi, kita


kan mau tidur sama dede bayi, boleh yah,” ucap Mike dengan nada memohon dan


memberikan puppy eyes-nya.


“Tidak!” tegas Nathan.


Serempak mereka melepaskan pelukannya dan menghampiri Vanessa,


“Mami papi tuh jahat,” adu Dustin.


“Iya papa jahat mami,” timpal Lucas.


“uu sini peluk kesayangan mami, nanti biar papi tidur di


ruang tamu aja sendirian. Kalian tidur sama mami dan adik bayi,” ucap Vanessa


sambil mengecup satu persatu kening anaknya.


“Sayaaaang,” rengek Nathan dengan wajah memelas.


Sementara ketiga anaknya mejulurkan lidah mengejek Nathan. Vanessa


hanya tersenyum melihat kelakuan ketiga anaknya.


***


Akhirnya ada di penghujung acara juga.


Author ucapkan terima kasih banyak kepada kalian yang sudah


mendukung karyaku dari awal sampai akhir.


Tinggalkan pesan dan kesannya yah di kolom komentar, terima


kasih. See you next time 😘

__ADS_1


__ADS_2