Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 29 (Sakit)


__ADS_3

Vanessa memilih duduk bersender pada bantal, dia menghela


nafas saat tenggorokannya terasa sakit. Dia sudah mencoba memakan satu suap


bubur yang di bawa oleh Nathan, namun Vanessa kesusahan menelannya. Entah kenapa


Vanessa merasa ada sesuatu yang buruk yang sebentar lagi akan menimpanya,


tetapi dia tidak tau apa hal buruk itu.


Melihat susu yang di ada di atas nakas, membuat senyumnya


mengembang. Nathan selalu memperhatikan keadaanya jika dia sakit, seperti


sekarang di atas nampan itu tidak hanya ada bubur, susu dan air putih. Ada buah-buahan


dan beberapa butir obat untuk menurunkan demamnya. Tapi Vanessa merasa tubuhnya


sudah tidak panas lagi, dia tidak perlu meminum obat demam yang di sediakan


Nathan.


Vanessa dengan susah payah meminum susu sampai habis,


meskipun tenggorokannya terasa sakit. Setelah susu nya habis, Vanessa menelan


ludahnya. Bahkan hanya menelan ludahnya sendiripun tenggorokannya terasa sakit.


Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, Vanessa meraih ponselnya dan membuka


aplikasi geegle.


Dia mencoba menuliskan keluhan demam dan sakit tenggorokan.


Vanessa memperhatikan laju lingkaran yang terus berputar, matanya membulat


sempurna. Vanessa kembali menelan ludahnya dengan susah payah, dia memejamkan


matanya sejak. Berharap apa yang baru dia lihat adalah sebuah kesalahan,


Vanessa memberanikan diri untuk kembali membuka matanya. Membaca setiap huruf

__ADS_1


web hasil pencariannya.


Vanessa mencoba membuka salah satu web yang menunjukan


penyakit yang di alaminya adalah tanda-tanda terjangkit virus Covid-19. Dia mencoba


membaca dengan seksama isi web itu, di akhir kata web itu menyarankan untuk


segera melakukan tes swab.


Jantungnya berdetak lebih cepat, Vanessa berusaha bangkit


dan mengunci pintu kamar. Dia tidak ingin Nathan masuk ke kamar, Vanessa kembali


duduk dan membuka ponselnya. Dia mencari banyak info tentang virus Covid-19.


Setelah merasa cukup puas dengan pengetahuan yang ia


dapatkan, Vanessa memejamkan matanya untuk berpikir secara tenang. Dari informasi


yang dia dapat virus itu akan mudah menyebar melalui benda-benda, Vanessa


membuka matanya lebar-lebar.


kenapa waktu menerima paket dia tidak membersihkan paket itu dengan handsanitaizer.


Vanessa menggeleng lemah, dia sungguh sangat ketakutan, apalagi setelah


memegang paket itu Vanessa menangis dengan menutup mukanya menggunakan kedua


telapak tangannya, “Ya tuhan,” lirih Vanessa dengan air mata yang menetes


mengenai layar ponselnya.


Air mata Vanessa turun begitu deras, membasahi layar


ponselnya. Hatinya berdenyut, sakit sekali. Dia merasa bodoh karena lalai dalam


mengahadapi situasi seperti ini.  Apalagi


dari informasi yang dia dapat, sudah banyak ribuan orang meninggal karena virus

__ADS_1


itu. Vanessa tidak ingin pergi dari dunia ini, masih banyak yang belum ia


tuntaskan. Dia ingin melihat Riko dan Ibu berdamai, sampai sekarang dia pun


masih belum tau alasan ibu pergi. “Ya tuhan jangan kau ambil nyawaku secepat


ini, berikan aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan keluargaku. Berikan aku


kesempatan untuk memberikan keturunan untuk suamiku agar dia bahagia,” ucap


Vanessa di sela tangisnya.


Vanessa memeluk lututnya dengan sangat erat, menelungkupkan


kepanya di atas lutunya untuk menumpahkan kesedihannya. Vanessa mengangkat


kepalanya mendengar seseorang berusaha membuka pintu kamar yang sengaja dia


kunci.


“Sayang.”


Mendengar panggilan Nathan, air matanya turun semakin deras.


Dia tidak tega memberi tau kondisi Vanessa yang sebenarnya, karena Vanessa sendiri


belum tau kebenarannya apa dia benar-benar terkena virus. “Sudah jelas,


informasi yang kamu dapat sudah menyatakan kamu terkena virus. Jangan biarkan


Nathan masuk, kalau kamu tidak ingin Nathan tertular,” batinnya.


“Kenapa kamarnya di kunci? Buka sayang!” ucap Nathan lembut


sambil mengetuk pintu dengan perlahan.


Tetapi Vanessa ingin memeluk Nathan, membenamkan wajahnya di


dada bidang suaminya. Dia membutuhkan Nathan, tetapi apa kata hatinya betul. Dia


tidak boleh egosi, jika dia terkena Virus dan membiarkan Nathan masuk, itu

__ADS_1


artinya Vanessa menginginkan Nathan terkena virus yang ada di tubuhnya.


__ADS_2