Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 13 (Maaf)


__ADS_3

Pagi itu Nathan sarapan dengan diam, dia tidak menatap


Vanessa sedikitpun. Istrinya harus tau bahwa suami berhak memutuskan sesuatu,


dan sang istri cukup menuruti ucapan suami. Bukan tidak tau kalau Vanessa terus


meliriknya, tapi Nathan mencoba bersikap santai dan mengabaikan Vanessa. Nathan


tidak tertarik dengan Anatasya yang terlihat lemas saat memakan sarapannya, dia


tidak peduli dengan wanita itu. Yang terpenting baginya sekarang adalah


keselamatan Vanessa, dia harus bisa menendang jauh Anatasya dari rumahnya.


Setelah menyelesaikan sarapan Nathan kembali ke ruang


kerjanya, meating akan di mulai setengah jam lagi. Nathan sudah siap dengan


berkas yang ada di sampingnya, dia sudah masuk room untuk meating pertamanya di


saat pandemi seperti ini.


Hari ini adalah hari mulai berlakunya lockdown, pemerintah


sudah memberi himbauan untuk masayarakat agar tetap berada di rumahnya. Semua kegiatan


perusahan di hentikan, sebagai gantinya setiap pegawai tetap bekerja di rumah masing-masing


tanpa harus bertatap muka.


Virus yang sedang melanda negaranya ini sangat mudah


menular. Seseorang yang terkena Covid-19 ini akan mengalami bersin serta batuk,


lewat percikan air liur atau nafas seseorang Virus itu akan mudah berpindah

__ADS_1


dari satu tempat ke tempat yang lain.  Pemerintah


juga menghimbau untuk masyarakat agar tidak bersentuhan dengan orang luar,


menjaga diri dengan meningkatkan kekebalan tubuh, selalu pakai masker jika  terpaksa harus bertemu dengan orang lain dan


biasakan rutin mencuci tangan. Begitu secara singkat yang Nathan tau tentang


virus yang melanda negaranya, banyak informasi yang memenuhi beranda ponselnya


semalam mengenai virus covid-19.


Nathan mengalihkan perhatiannya dari ponsel karena mendengar


pintu ruang kerja nya terbuka. Nathan menaikan satu alisnya, melihat Vanessa


yang sudah rapi dengan pakaian kantornya berjalan ke arahnya. “Ada apa?” tanya


Nathan to the poin, dia sedang tidak ingin berbasa-basi.


seperti ini, pasti akan sulit mendapatkan tempat tinggal.”


Dugaannya tidak meleset, dia tau Vanessa menemuinya karena


ingin membahas persoalan tempat tinggal Anatasya. Nathan menatap istrinya


dengan tajam, “Kita sudah membahasnya semalam, dan aku tetap pada pendirianku.”


Vanessa masih ingat ucapan suaminya semalam, “Aku tidak


ingin Anatasya ada di rumah ini, suruh dia pergi. Aku tidak mau tau!” Vanessa menghela


nafasnya. “Setidaknya sampai lockdown ini berakhir,” Vanessa kembali


bernegosiasi. Karena semalam Nathan memunggunginya, saat di panggil pun suaminya

__ADS_1


itu tidak bergeming sama sekali.


“Tidak,” jawab Nathan tegas. “Keluar aku ada meating, jangan


mengangguku jika masih membahas wanita itu,” ketus Nathan.


Vanessa pasrah dia berjalan perlahan keluar dari ruangan Nathan,


tidak mudah meluluhkan hati Nathan jika pria itu sudah membuat keputusan.


Anatasya menunggu Vanessa di depan ruang kerja Nathan dengan


perasaan was-was. Melihat wajah Vanessa yang di tekut, dia sudah tau jawabannya


tetapi Anatasya mencoba memastikan, “Apa Nathan tidak memberi ijin?”


Vanessa menganggukan kepalanya, “Nona tidak usah khawatir,


lambat laun Nathan pasti akan mengerti. Aku tidak mungkin membiarkan nona


keluar dari rumah. Apalagi sekarang pemerintah sudah memberlakukan lockdown


pasti akan sulit mendapatkan tempat tinggal,” ucap Vanessa sambil menampakan


senyum terbaik miliknya.


“Maaf.” Hanya kata maaf yang bisa Anatasya keluarkan dari


mulutnya, karena kehadirannya sudah membuat ke kacauan rumah Vanessa.


“Tidak usah minta maaf, nona istirahat saja di kamar. Aku


harus mulai bekerja … sudah pukul delapan,” ucap Vanessa sambil melirik jam


tanggan yang melingkar di pergelangan tangannya.

__ADS_1


__ADS_2