Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 15 (Menuju Bukit)


__ADS_3

Vanessa duduk dengan tidak semangat di depan laptopnya, jam


dinding sudah menunjukan pukul delapan lewat tiga puluh menit. Pikirannya


melayang pada kejadian semalam. Setelah memberikan servis seperti saran kaka


ipar, Vanessa memulai pembicaraanya mengenai Anatasya. Nathan yang sudah lelah


terlihat malas mendengar ucapannya, namun Vanessa mencoba merayu. Tetapi


rayuannya tidak berhasil, Nathan malah meninggalkannya di kamar dan suaminya


tidak kembali karena saat Vanessa bangun tidak ada Nathan di sampingnya.


Saat sarapan Nathan juga tidak ada di meja makan, Vanessa


berusaha menenangkan Anatasya bahwa semuanya baik-baik saja. Anatasya meminta


maaf dan akan pergi dari rumah itu, dia merasa tidak enak hati karena


kehadirannya jelas-jelas menganggu keharmonisan penghuni rumah. Vanessa mencoba


meyakinkan Anatasya, dan mencegah wanita yang sedang mengandung itu untuk tida


pergi dari rumahnya. Diluar sana terlalu berbahaya apalagi sekarang kotanya


terserang sebuah virus.


Vanessa tidak bisa membiarkan Nathan terus menjauhinya, dia


merindukan Nathan yang bersikap lembut padanya. Tetapi dia juga tidak bisa


membiarkan Anatasya dalam bahaya, dia merasa harus membalas kebaikan Anatasya


yang mau memaafkan Nathan agar ruh nya bisa kembali ke raganya. Sekarang


semuanya terasa serba salah, Vanessa jadi bingung dia tidak tau harus bersikap


bagaimana. Nathan memang menjelaskan alasan dirinya menolak Anatasya di


rumahnya, dia takut Pasusanto marah padanya. Padahal Vanessa yakin, suatu saat


tuan Pasusanto akan merasa bahagia melihat mahluk kecil yang keluar dari rahim

__ADS_1


Anatasya.


Vanessa megerang prustasi, dia memijat pelipisnya,


menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa. Enath kenapa tiba-tiba Vanessa


seperti tertarik ke dunia lain, dunia Koswara. Dia kembali berada di rumah gaya


pedesaan itu lagi, kali ini tidak ada anak-anak. Hanya ada Koswara yang sedang


menikmati secangkir minuman dengan umbi rebus.


“Kenapa wajahmu kusut seperti itu?” tanya Koswara.


Vanessa berjalan mendekati Koswara, dan duduk bersila di


samping pria itu. “Hariku buruk,” keluh Vanessa.


Koswara mangugut-mangut mengerti, “Kita bekeliling


sebentar,” ajak Koswara.


“Kemana?”


menghampiri Vanessa dan menjawab pertanyaan wanita itu.“Keliling desa, supaya


wajah lesu berubah menjadi takjup.”


“Memangnya ada apa di desa ini?” tanya Vanessa kembali.


“Sudah jangan banyak tanya, kamu ikut saja!” ujar Koswara


sambil berjalan keluar.


Vanessa bangkit dari duduknya dan mensejajarkan langkahnya


dengan Koswara. “Anak-anak ke mana?”


“Sedang berlatih bela diri,” jawab Koswara.


Vanessa memperhatikan deretan rumah yang memiliki bangunan


yang sama persis. “Rumahnya sama semua, gak ada yang beda. Kalau salah masuk

__ADS_1


rumah kan gak lucu,” Vanessa terkekeh membayangkan ucapannya absurdnya.


“Tidak mungkin,” jawab Koswara serius.


“Kalau kelelahan melaksanakan tugas kan bisa saja salah


masuk,” ujar Vanessa meyakinkan Koswara.


“Kami tinggal di sini bukan baru satu atau dua hari. Kami di


sini hampir puluhan tahun, dan semuanya tidak akan berubah,” ucap Koswara


menyangkal pendapat Vanessa.


“Masa tidak berubah, rumah bisa saja kayunya jadi keropos di


makan rayap.”


“Ini dunia kami, bukan dunia kamu … jelas  berbeda,” tegas Koswara.


Vanessa tidak membalas ucapan Koswara, dia sedang tidak


ingin berdebat. Melihat Koswara yang tampak ramah pada setiao warga yang


berpapasan dengannya membuatnya penasaran. “Kamu terlihat kenal sama semua


penduduk di sini?”


“Ya jelas kenal,” jawab Koswara.


Sepertinya pria di sampingnya ini irit berbicara, Vanessa


tidak ingin bertanya lagi. Kini dia mempehatikan jalan setapak yang menanjak,


melihatnya saja sudah membuat Vanessa merasa kelelahan. Tetapi Koswara dengan


santainya mulai berjalan, “Harus lewat situ ya? … apa tidak ada jalan datar?”


tanya Vanessa.


“Tidak ada,” jawab Koswara singkat.


Vanessa mengerucutkan bibirnya, dengan pasrah berjalan

__ADS_1


mengikuti Koswara.


__ADS_2