Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 52 (Cahaya di Tengah Kegelapan)


__ADS_3

“Karena suamimu membuat Anatasya kehilangan pria yang di


cintainya, Anatasya di campakan saat dia mengandung anak kekasihnya hanya


karena dia sudah kehilangan mahkotanya.”


“Dan itu semua terjadi karena Nathan!” pekik Agung.


“Kenapa kau menyalahkan Nathan, suamiku tidak sengaja


melakukannya. Bahkan dia hampir mati karena Pasusanto, apa kau belum puas hah?”


Agung menjambak rambut Vanessa, “Sebelum kamu mati aku tidak


akan pernah puas. Kalian tidak boleh merasakan kebahagian di atas penderitaan


yang di alami Anatasya.”


Vanessa menahan rasa sakit di kepalanya, dia berusaha


melepaskan jambakkan Agung. “Kau benar-benar gila Agung, lepaskan!”


Agung melepaskan jambakkannya namun kini dia mencekik leher


Vanessa dengan cukup kuat hingga urat-urat di tangannya tampak menonjol.


“Aku mencintainya, dan aku tidak suka melihat Anatasya


bersedih karena kalian!”


Koswara sudah berhasil melumpuhkan  abdi Agung yang berada di tubuh Galih. Kini perhatiannya


kembali tertuju pada Vanessa yang sedang di cekik oleh Agung.


Koswara melemparkan belati yang dia temukan tidak jauh dari


tubuh Galih. Belati itu tepat sesuai sasaran, belati itu menancap di tangan


Agung yang sedang mencekik leher Vanessa.


Agung memekik kesakitan, dia menarik belati di tangannya dengan


sisa tenaganya Agung menancapkan belati tersebut pada perut Vanessa.


Vanessa memekik kesakitan, air matanya turun begitu saja

__ADS_1


melihat belati itu menancap di perutnya. Sakitnya masih bisa dia tahan, tapi


rasa takut kehilangan bayi di perutnya membuat hati Vanessa hancur.


“Sialan!” pekik Koswara. Dia mendekat pada Agung dan


Vanessa. Dengan satu kilatan putih nyawa Agung berhasil dia lenyapkan.


Pikirannya benar-benar kalut, Vanessa kehilangan kesadaran


akibat kebodohannya. Koswara mendekati tubuh Vanessa, di rebahkannya tubuh


Vanessa yang tidak sadarkan diri di atas tanah.


Tangan Koswara mengeluarkan cahaya putih yang benar-benar


menyilaukan mata, tangan itu Koswara arahkan pada perut Vanessa.


***


Nathan sudah berkeringat dingin, dia benar-benar gelisah. Titik


ponsel Galih sudah dekat, dia berharap bisa menemukan Vanessa sebelum semuanya


terlambat.


dalam hutan yang cukup lebat. Niko menggunakan ponselnya sebagai penerangan,


Nathan pun melakukan hal sama.


Nathan keluar dari mobil dan berlari menuju titik yang ada


di ponselnya, titik itu semakin dekat. Nathan menambahkan kecepatan langkahnya,


dia tidak ingin terlambat sedetik saja. Karena dari tadi hatinya benar-benar


resah.


Langkah Nathan terhenti melihat lapangan luas di depannya,


dia terkejut melihat tubuh Galih yang bersimpa darah.


“Nik urus Galih!” perintah Nathan.


Dia mencoba mengedarkan pandangan mencari sosok Vanessa,

__ADS_1


tubuh Nathan lemas melihat ada belati yang menancap di perut sang istri.


Nathan berlari mendekati tubuh Vanessa dan mendekapnya


dengan erat. Air matanya turun begitu saja melihat wajah Vanessa yang pucat,


dengan perut yang mengeluarkan darah yang cukup banyak.


Tangan Nathan gemetar dia membelai pipi Vanessa, di kecupnya


kening Vanessa dengan lembut berasamaan dengan air mata yang turun deras


membasahi pipinya.


Hati Nathan benar-benar hancur, dia benar-benar merasa tidak berguna karena


tidak bisa menjaga Vanessa.


Satu butir air mata Niko meluncur medengar isakan yang keluar


dari mulut adiknya. Nik menelpon ambulan serta polisi untuk menangani kasus


ini.


Nik mendekat pada Nathan dan adik iparnya. Dia meraih tangan


Vanessa untuk mengecek denyut nadinya, ada rasa lega menyelimuti hatinya saat


merasakan denyut nadi Vanessa.


“Vanessa masih hidup, cepat bawa ke mobil. Kita tidak bisa


membiarkannya terlalu lama.


Niko dan Nathan tidak bisa melihat Koswara yang tersenyum


gembira.


_-The End-_


***


Selamat malam semuanya


Bagaimana perasaan kalian?

__ADS_1


Jangan di hapus dari favorit dulu yah, karena author akan


berikan ekstra part sebelum semuanya benar-benar berakhir.


__ADS_2