Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 42 (Pria Mencurigakan)


__ADS_3

Matahari mulai naik, Vanessa sudah siap untuk berjalan kaki mengelilingi komplek seperti saran dari dokter.


Pagi ini Vanessa berjalan Nani asisten rumah tangganya, tidak dengan Nathan karena dia ada pekerjaan yang tidak bisa di tinggalkan.


Vanessa tidak lupa memakai masker seperti anjuran pemerintah. Dia membuka gerbang di ikuti Nani di belakangnya.


Vanessa berjalan santai dengan Nani, menikmati udara pagi. Dia merasa ada seseorang yang mengikutinya. Vanessa mencoba melihat ke belakang, ada pria yang memakai hoodie hitam dengan stelan jogging tengah berjalan mendekatinya.


Vanessa memperhatikan pria itu yang telah melewatinya, ada perasaan curiga. Bukan kali ini saja, kemarin Vanessa juga melihat pria dengan hoodie hitam di rumah sakit.


Pria itu terus berjalan sesuai frekuensinya, hingga pria itu sudah tidak tampak lagi. Mungkin ini hanya perasaannya.


Baru lima menit berjalan rasanya tubuh Vanessa lelah, keringat mulai bercucuran di dahinya. Ternyata hamil di trimester akhir itu tidak mudah.


Perut yang semakin besar membuat Vanessa sering merasakan pinggangnya sakit. Apalagi dia hamil tiga anak kembar, Vanessa merasa awalnya tidak percaya tapi Mami bilang memang keturunan keluarga Nathan ada yang hamil tiga anak kembar.


Hanya saja Mami di karuniai dua anak kembar saja, Nathan dan Nicholas. Vanessa mengelus perutnya saat merasakan malaikat kecilnya bergerak. Senyum mengembang di bibir Vanessa, rasa haru dan bahagia membaur menjadi satu.


Tidak banyak orang yang memiliki kesempatan sepertinya, kadang hamil tiga anak kembar itu adalah hal yang istimewa.

__ADS_1


“Capek ya non,” keluh Nani sambil mengusap keringat di dahinya.


“Iya bi, padahal baru sepuluh menit,” ungkap Vanessa.


“kita putar balik aja yu non, tinggal lima menit lagi kan?”


Vanessa mengangguk setuju, dirinya pun sudah mulai lelah. “Ya sudah kita putar balik aja.”


Vanessa dan Nani memutar balik ke arah pulang, melewati jalan mereka pergi.


Tubuh Vanessa bergetar, melihat pria yang memakai hoodie itu sedang duduk di trotoar dengan pandangan lurus.


Nani melirik Vanessa yang tiba-tiba memegang tangannya, “Kenapa non?”


“Gak papa bi, aku Cuma capek aja.” Vanessa sengaja berbohong dia takut Nani malah heboh, jika benar pria itu punya maksud tertentu itu artinya mereka dalam bahaya.


Vanessa mencoba bersikap tenang, berjalan dengan perlahan mendekati pria itu. Pria itu menatap Vanessa, dan Nani yang sebentar lagi akan melewatinya. Dia tersenyum di balik maskernya melihat raut wajah ketakutan milik Vanessa.


Vanessa mencoba mengenali siapa pria itu, sayangnya pria itu memakai kupluk hoodienya, Vanessa jadi tidak bisa melihat gaya rambutnya. Namun tatapan itu seperti tidak asing baginya.

__ADS_1


Vanessa mencoba mengingat-ingat pemilik mata itu, seandainya pria itu tidak memakai masker mungkin Vanessa bisa menilai wajahnya. Menilai bahwa pria itu memiliki niat jahat, apa karena penasaran dengan perut puncitnya.


Karena pria itu terus memperhatikan bagian perutnya, rasa takut itu semakin menjadi Vanessa takut orang itu benar-benar ingin berniat jahat.


Dia berjalan sedikit cepat dan melewati pria itu yang masih menatap punggung Vanessa yang telah melewatinya.


Vanessa bisa bernafas lega setelah sampai di gerbang rumahnya, nafasnya terengah-engah. Dia kehabisan nafas karena sedikit berlari.


“Aduh non, kok cepat-cepat sih. Bibi jadi cape gini, ini mah bukan jalan santai,” keluh Nani sambil mengusap keringat di dahinya menggunakan punggung tangannya.


Vanessa hanya tersenyum menanggapi keluhan asisten rumah tangganya.


***


Mulai tegang yah ini, tapi jangan tegang dulu. Soalnya belum masuk konflik besar hihi


Jangan lupa dukungannya yah ☺


Terima kasih untuk kalian semua yang masih setia menunggu up Nathan dan Vanessa.

__ADS_1


__ADS_2