Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 27 (Emosi Jiwa)


__ADS_3

Vanessa sudah selesai membereskan pekerjaan yang di minta


Niko dengan lebih cepat, dia tidak ingin menambag masalah Nathan. Perutnya terasa


melilit, Vanessa baru sadar bahwa dia belum sarapan padahal jam di kamarnya


sudah menunjukan pukul sebelas siang. Vanessa bangkit dan merentangkan


tangannya yang terasa pegal, karena hampir 4 jam dia duduk di depan komputer


tanpa bergerak sedikitpun. Ternyata pekerjaan yang di berikan Niko tidak


terlalu sulit hanya saja dia harus teliti merekap setiap biaya pengeluaran


perusahaan setiap cabang.


Dering ponselnya terdengar jelas, Vanessa melirik ponselnya.


Paggilan masuk dari Ibunya, Vanessa merapikan rambutnya sebelum mengangkat


telpon Ibunya yang menggukan fitur Viedo call.


Setlah menekan tombol hijau Vanessa memperhatikan ibunya


yang sedang bersama anak sambungnya. Galih anak pertama Ayahnya tirinya,


terlihat memakai hoodie hitam. Seolah memancarkan kegelapan, Vanessa hanya


tersenyum tipis tetapi wajah Galih terlihat datar. Bahkan Nathan saja kalah, “Kenapa


sih anak itu,” batin Vanessa.


“Hallo **** ini ada Galih, tiga hari yang lalu Galih pulang.


Tapi ibu baru sempat ngenalin teteh ke Galih sekarang,” ucap Ibu sambil


tersenyum pada Vanessa.


“Gak papa bu, Hai Galih,” sapa Vanessa.


Melihat Galih yang tersenyum tipis, membuat Vanessa ingin


mencakar wajah pria itu. Entah kenapa terlihat sangat menyebalkan, Vanessa


mencoba menenangkan dirinya.

__ADS_1


“Kamu sedang libur atau mengambil cuti?” tanya Vanessa


mencoba berbasa-basi dengan adik sambungnya.


“Hmmm,” Galih hanya menjawab dengan deheman.


“Galih gak boleh seperti itu, Vanessa anak Bunda juga kaka


kamu,” ucap Ibu dengan suara lembut.


Vanessa jadi merasa kasihan pada ibunya, karena galih


terlihat sangat acuh tidak mendengar ucapan ibunya. “Mungkin Galih sariawan bu,”


ujar Vanessa menyindir Galih yang irit dalam berbicara.


Vanessa hanya tersenyum tipis melihat tatapan tajam Galih, “Nanti


ku kirimkan obat sariawan supaya kamu bisa berbicara kembali,” ucap Vanessa


memancing kemarahan adiknya.


“Teteh ih, malah sama aja. Jangan gitu atuh,” ucap Ibu


“Iya maaf,” jawab Vanessa singkat.


“Ibu ke kamar mandi sebentar yah,” pamit ibu sambil


memberikan ponselnya pada Galih.


Vanessa menatap malas pada layar ponselnya yang menampilkan


wajah menyebalkan milik Galih. “Aku males basa-basi sama kamu,” ketus Vanessa.


Galih tidak tinggal diam, dia menyeringai menampilkan gigi


gingsul miliknya. “Siapa juga yang mau bicara sama situ.”


Vanessa menganga tidak percaya bahwa adik sambungnya itu


sangat menyebalkan. “Gak sopan kamu!”


“Emang kamu siapa? Cuma kaka sambung tapi belaga!”


Vanessa memutar bola matanya merasa jengah mendengar ucapan

__ADS_1


Galih. “Kamu juga Cuma adik sambung, belaga gayanya selangit,” jawab Vanessa,


dia tidak mau kalah.


“Jelas gue mah ganteng, lo ngaca deh biar tau wajah kriput


lo.”


Wajah Vanessa menahan amarah, adiknya ini benar-benar sangat


tidak sopan. Dia tidak suka di singgung mengenai keriput wajah, “Percuma


ganteng kalau masih jomlo,” balas Vanessa. Dia masih ingat ucapan Angel yang


mengatakan Galih terlalu cuek dan tidak ada wanita yang mengejarnya meskipun


terlihat tampan.


“Percuma tua kalau gak bisa hasilin anak!”


Vanessa menarik nafas dalam-dalam, dirinya sudah berada di


titik emosinya yang tidak tertahan. Dia ingin mencabik-cabik wajah belaga adik


sambungnya. Apalagi Galih tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil membuat


kaka sambungnya tersinggung dengan ucapannya.


“Denger yah! Lo anak kecil, gue masih muda. Umur gue baru


dua puluh lima. Lo catet!” Vanesa mendekatkan wajahnya ke kamera ponselnya. “Lo


liat baik-baik, gue gak keriput sama sekali. Kecuali mata lo buta!”


***


Bocah tengil berani ngajak ribut tokoh utama aku


Oh iya author mau kasih visual berbeda di season kedua ini,


apa ada masukan silahkan tokoh siapa yang kalian pilih untuk Nathan dan


Vanessa, tulis di kolom komentar yah.


Love u all, jangan lupa vote, like dan komentarnya.

__ADS_1


__ADS_2