Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 45 (Penguntit)


__ADS_3

Vanessa dan Nathan sudah siap untuk bertemu dengan Galih. Sebenarnya ada perasaan takut yang menyelimuti hati Vanessa, tapi dia harus memastikannya sendiri bagai mana sorot mata Galih saat bertatap muka dengannya.


Nathan membukakan pintu mobil untuk Vanessa, setelah memastikan istrinya duduk dengan benar Nathan mengitari mobil dan duduk di kursi kemudi.


Dia melirik Vanessa sebelum melajukan mobilnya, “Jangan jauh-jauh dariku, karena kita tidak tahu sebahaya apa orang yang menginginkan kematianmu.”


Vanessa tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya. Mobil mulai melaju debaran jantung Vanessa mulai berpacu, karena kali ini jika memang Galih orangnya nyawanya dalam keadaan bahaya.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai di tempat mereka janjian. Jantung Vanessa berdetak cepat tidak karuan, bahkan rasanya keringat dingin mulai keluar dari tubuhnya.


Vanessa mencoba menenangkan diri, dengan mengatur nafasnya. Vanessa melirik ke arah samping karena elusan Nathan di rambutnya.


“Kita pasti bisa, aku akan menjagamu dengan baik,” ucap Nathan meyakinkan Vanessa.


Vanessa mengangguk kecil lalu membuka pintu dan keluar dari mobil. Hawa dingin mala mini menerpa tubuh Vanessa yang terasa panas akibat rasa takut yang berlebihan.


Namun Vanessa percaya bahwa Nathan akan menjaganya dengan baik, Vanessa memegang tangan Nathan dan berjalan beriringan bersama dengan Nathan memasuki tempat makan.

__ADS_1


Tempat makan itu cukup sepi, karena saat masuk Vanessa langsung menemukan keberadaan Galih yang melambaikan tangannya.


“Galih di sana,” ujar Vanessa pada Nathan.


Selama makan Vanessa memilih diam, dia merasakan aura berbeda dari tubuh Galih. Ternyata Galih orangnya mudah berbicara dan asyik. Bahkan Nathan tampak sibuk berbicara dengan Galih tanpa memperhatikannya.


Vanessa meremas tangannya satu sama lain, perasaan ketakutan itu terus menghantui dirinya. Sekelebatan bayangan saat dirinya di hipnotis Koswara terus mengiang-ngian di kepalanya.


Andai saja Koswara ada di sini, mungkin Vanessa tidak akan setakut ini. Meskipun sorot mata Galih berbeda dengan orang yang dia temui tadi pagi tapi Vanessa merasa tidak nyaman berada di sini.


Dia merasa di intai oleh makhluk tidak kasat mata yang tidak bisa Vanessa lihat. Kaki Vanessa gemetar, dia menggerakkan-gerakan kecil kakinya untuk menghilangkan rasa takutnya.


Nathan mengalihkan perhatiannya, dia menatap Vanessa. “kau ingin pulang?”


Pertanyaan Nathan di jawab dengan anggukan oleh Vanessa, dia melirik Galih yang sedang menatapnya. Vanessa terkejut melihat bola mata Galih yang terlihat biru terang, seketika bulu kuduknya berdiri.


Nathan yang melihat gelagat Aneh Vanessa memilih untuk membawa pulang istrinya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu Vanessa.

__ADS_1


“Galih kami pulang duluan,” pamit Nathan.


“Iya kak, terima kasih sudah mau bertemu denganku.” Galih menatap Vanessa, “Kaka jaga baik-baik keponakanku, aku sudah tidak sabar menunggu kelahiran mereka.”


Vanessa hanya mengangguk dan tersenyum tipis.


***


Nathan memperhatikan Vanessa yang masih tampak gelisah, “Ada apa sayang?” tanya Nathan.


Vanessa melirik kaca spion di samping kirinya, “Ada yang mengikuti kita,” ucap Vanessa pelan.


Nathan langsung melihat spion di sebelahnya dan benar saja. Mobil hitam berjalan di belakang mereka, Nathan menambah kecepatan mobilnya.


Setelah melihat mobil itu ketinggalan jauh Nathan memilih jalur lain untuk sampai ke rumahnya berharap orang itu tertinggal dan tidak bisa mengikutinya.


Tapi dugaannya salah, Nathan melihat ada mobil yang berhenti di tengah jalan dengan orang-orang bertubuh besar yang berjejer rapi menutupi jalan.

__ADS_1


Air mata Vanessa mengalir begitu saja melihat orang-orang di depannya yang seperti sedang menyambut kedatangan mereka.


__ADS_2