
Setelah puas melihat wajah kesal milik Vanessa, Anatasya
berjalan meninggalkan Nathan dan Vanessa yang memperhatikannya di depan pintu.
“Jangan lupa pakai masker, gak lucu kalau kamu mati terkena
virus,” teriak Vanessa berhasil menghentikan langkah Anatasya.
Anatasya yang mendengar ucapan menyebalkan dari Vanessa,
memilih menghentikan langkahnya lalu menatap Vanessa tajam.
“Jaga bicaramu Vanessa,” tegur Nathan. Dia memang tidak suka
pada Anatasya, tetapi mendengar ucapan Vanessa yang keterlaluan membuatnya
tidak ingin istrinya berkata kasar pada orang lain.
“Terima kasih,” ucapan Anatasya di tujukan pada Nathan yang
membelanya. Dia tersenyum penuh kemenangan lalu merogoh tas kecilnya untuk
mengambil masker miliknya.
Vanessa mengepalkan tangannya, dia tidak suka melihat
Anatasya menang darinya. Dia menepis tangan Nathan yang akan mengelus
rambutnya, Vanessa menatap Nathan kesal lalu berjalan meninggalkan suaminya.
***
Setelah mendapatkan informasi dari penjaga gerbang Anatasya
masuk ke rumah Ayah nya. dia membuka masker dan menemui Ayahnya yang sedang
berada di ruang kerja.
“Ayah,” rengek Anatasya pada Pasusanto.
Pasusanto menatap putrinya tajam, “Mau apa kamu ke sini,
sudah siap mengugurkan kandunganmu?”
Anatasya mengerucutkan bibirnya, “Ayah kenapa sih tidak mau
mendengarkan ucapanku, aku tidak mau mengugurkan anakku.”
__ADS_1
Kini Pasusanto berjalan kearah sofa tempat Anatsya duduk, “Lantas
mau apa kamu ke sini?”
“Aku mau kembali ke pulau X yah,” rengek Anatsya memohon.
Pasusanto merogoh sakunya, mengeluarkan ponsel lalu menelpon
seseorang. “Agung siapkan segala keperluan putriku, sekarang juga!”
Anatasya tersenyum senang, dia tau Pasusanto tidak mungkin
menelantarkannya begitu saja meskipun dia sudah membuat Ayahnya geram.
“Sudah sana pergi!”
“Ayah mengusirku?” tanya Anatasya dengan tatapan merajuk.
“Kalau kau tidak pergi sebentar lagi dokter akan datang
untuk mengugugrkan kandunganmu,” ancam Pasusanto sebelum kembali ke meja
kerjanya.
Mendengar ancaman Ayahnya, Anatasya memilih keluar dari
ruangan Ayahnya. Dia melihat pria yang menghampirinya, namun dia tidak
“Mari nona, helikopternya sudah siap.”
Anatasya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju halaman
belakang.
***
Ada perasaan senang karena bisa kembali ke rumah lamanya,
meskipun di sini tempatnya terpencil namun Anatasya lebih senang dengan suasana
sepi.
“Nona,” sapa Agung.
Anatasya tersenyum ramah pada pria itu, “Agung, aku laper
mau buah,” pinta Anatasya.
__ADS_1
Agung tersenyum dan meninggalkan Anatasya untuk mengabulkan
permintaan sang majikannya yang tengah berbadan dua. Tidak butuh waktu lama
Agung kembali dengan membawa buah-buahan yang sudah di potongnya. “Ini nona
silahkan.”
Anatsya mulai menikmati buah potongnya, sambil bermain
dengan ponsel yang di pegangnya.
“Kak Vanessa apa kabar non?” tanya Agung. Dia tidak bisa
menutupi rasa penasarannya, memang dia tidak mengenal Vanessa lebih dekat. Hanya
sekedar membantu Vanessa, tidak lebih dari itu.
“Dia baik-baik saja,” jawab Anatasya sambil memasukan
potongan buah ke dalam mulutnya. “Malah semakin lengket dengan Nathan,” ujar
Anatasya.
“Syukurlah kalau baik-baik saja.”
“Dia itu terlalu cemburuan orangnya, masa aku menggoda
Nathan sedikit saja dia langsung mengusirku,” ucap Anatasya dengan nada kesal.
Agung terkekeh melihat majikannya terlihat kesal, “Nona
terlalu agresip kali,” sindir Agung.
Anatasya menaikan satu alisnya, “Sedikit,” jawab Anatasya
dengan nada santai.
“Pada dasarnya wanita itu memang mudah cemburu nona, mungkin
kak Vanessa takut nona merebut Nathan darinya,” ujar Agung.
“Untuk apa aku merebut Nathan, orang yang sudah jelas-jelas
melecehkanku,” ketus Anatasya.
Agung tersenyum miris melihat kilatan amarah dari mata
__ADS_1
Anatasya, dia tau bukan hal mudah untuk Anatasya melewati titik terendahnya
setelah mahkotanya di rengut secara paksa oleh Nathan.