Cinta Nathan & Vanessa

Cinta Nathan & Vanessa
Bab 22 (Anatasya)


__ADS_3

Setelah puas melihat wajah kesal milik Vanessa, Anatasya


berjalan meninggalkan Nathan dan Vanessa yang memperhatikannya di depan pintu.


“Jangan lupa pakai masker, gak lucu kalau kamu mati terkena


virus,” teriak Vanessa berhasil menghentikan langkah Anatasya.


Anatasya yang mendengar ucapan menyebalkan dari Vanessa,


memilih menghentikan langkahnya lalu menatap Vanessa tajam.


“Jaga bicaramu Vanessa,” tegur Nathan. Dia memang tidak suka


pada Anatasya, tetapi mendengar ucapan Vanessa yang keterlaluan membuatnya


tidak ingin istrinya berkata kasar pada orang lain.


“Terima kasih,” ucapan Anatasya di tujukan pada Nathan yang


membelanya. Dia tersenyum penuh kemenangan lalu merogoh tas kecilnya untuk


mengambil masker miliknya.


Vanessa mengepalkan tangannya, dia tidak suka melihat


Anatasya menang darinya. Dia menepis tangan Nathan yang akan mengelus


rambutnya, Vanessa menatap Nathan kesal lalu berjalan meninggalkan suaminya.


***


Setelah mendapatkan informasi dari penjaga gerbang Anatasya


masuk ke rumah Ayah nya. dia membuka masker dan menemui Ayahnya yang sedang


berada di ruang kerja.


“Ayah,” rengek Anatasya pada Pasusanto.


Pasusanto menatap putrinya tajam, “Mau apa kamu ke sini,


sudah siap mengugurkan kandunganmu?”


Anatasya mengerucutkan bibirnya, “Ayah kenapa sih tidak mau


mendengarkan ucapanku, aku tidak mau mengugurkan anakku.”

__ADS_1


Kini Pasusanto berjalan kearah sofa tempat Anatsya duduk, “Lantas


mau apa kamu ke sini?”


“Aku mau kembali ke pulau X yah,” rengek Anatsya memohon.


Pasusanto merogoh sakunya, mengeluarkan ponsel lalu menelpon


seseorang. “Agung siapkan segala keperluan putriku, sekarang juga!”


Anatasya tersenyum senang, dia tau Pasusanto tidak mungkin


menelantarkannya begitu saja meskipun dia sudah membuat Ayahnya geram.


“Sudah sana pergi!”


“Ayah mengusirku?” tanya Anatasya dengan tatapan merajuk.


“Kalau kau tidak pergi sebentar lagi dokter akan datang


untuk mengugugrkan kandunganmu,” ancam Pasusanto sebelum kembali ke meja


kerjanya.


Mendengar ancaman Ayahnya, Anatasya memilih keluar dari


ruangan Ayahnya. Dia melihat pria yang menghampirinya, namun dia tidak


“Mari nona, helikopternya sudah siap.”


Anatasya menganggukan kepalanya dan berjalan menuju halaman


belakang.


***


Ada perasaan senang karena bisa kembali ke rumah lamanya,


meskipun di sini tempatnya terpencil namun Anatasya lebih senang dengan suasana


sepi.


“Nona,” sapa Agung.


Anatasya tersenyum ramah pada pria itu, “Agung, aku laper


mau buah,” pinta Anatasya.

__ADS_1


Agung tersenyum dan meninggalkan Anatasya untuk mengabulkan


permintaan sang majikannya yang tengah berbadan dua. Tidak butuh waktu lama


Agung kembali dengan membawa buah-buahan yang sudah di potongnya. “Ini nona


silahkan.”


Anatsya mulai menikmati buah potongnya, sambil bermain


dengan ponsel yang di pegangnya.


“Kak Vanessa apa kabar non?” tanya Agung. Dia tidak bisa


menutupi rasa penasarannya, memang dia tidak mengenal Vanessa lebih dekat. Hanya


sekedar membantu Vanessa, tidak lebih dari itu.


“Dia baik-baik saja,” jawab Anatasya sambil memasukan


potongan buah ke dalam mulutnya. “Malah semakin lengket dengan Nathan,” ujar


Anatasya.


“Syukurlah kalau baik-baik saja.”


“Dia itu terlalu cemburuan orangnya, masa aku menggoda


Nathan sedikit saja dia langsung mengusirku,” ucap Anatasya dengan nada kesal.


Agung terkekeh melihat majikannya terlihat kesal, “Nona


terlalu agresip kali,” sindir Agung.


Anatasya menaikan satu alisnya, “Sedikit,” jawab Anatasya


dengan nada santai.


“Pada dasarnya wanita itu memang mudah cemburu nona, mungkin


kak Vanessa takut nona merebut Nathan darinya,” ujar Agung.


“Untuk apa aku merebut Nathan, orang yang sudah jelas-jelas


melecehkanku,” ketus Anatasya.


Agung tersenyum miris melihat kilatan amarah dari mata

__ADS_1


Anatasya, dia tau bukan hal mudah untuk Anatasya melewati titik terendahnya


setelah mahkotanya di rengut secara paksa oleh Nathan.


__ADS_2