
Trimester pertama itu Vanessa lalui dengan susah payah, bagaimana tidak hampir sebulan dirinya tidak bisa makan nasi. Dia hanya memakan biskuit serta buah-buahan. Selama itu dokter menyarankannya untuk melakukan badrest selama dua bulan lamanya.
Vanessa merasa senang karena Nathan terus mendampinginya, dan menjadi suami siap siaga selama trimester pertama yang di alaminya.
Bahkan pekerjaannya sering terbengkalai dan berakhir Niko yang menggerutu karena Nathan menyuruh kakaknya menggantikannya jika ada rapat penting yang harus dia hadiri.
Vanessa sudah di periksa oleh dokter kandungan, perkiraan usia kandungannya memasuki 24 minggu. Dan yang lebih menggembirakan adalah kehamilan pertamanya Vanessa memiliki tiga malaikat kecil yang ada di dalam rahimnya.
Dokter kandungan meminta Vanessa untuk tidak banyak beraktivitas, di sarankan untuk berjalan ringan dan beraktivitas seperti biasanya.
Vanessa memandang perutnya yang tampak menonjol, mengelusnya perlahan. Senyum mengembang di bibir Vanessa mengingat malaikat kecil ada di dalam perutnya. “Apa kalian tidak berdesakan?” tanya Vanessa sambil mengelus perutnya.
Nathan menyimpan susu untuk Vanessa di atas nakas, dia berjalan mendekati istrinya yang sedang menatap pantulan dirinya di cermin.
Seperti biasa Nathan memeluk Vanessa dari belakang, ikut mengelus perut Vanessa. “Saatnya malaikat kecil papa minum susu.”
Vanessa tersenyum melihat wajah Nathan yang tampak bahagia dan antusias pada kehamilannya. “Susunya rasa apa?” tanya Vanessa.
“Coklat.”
Vanessa mengerucutkan bibirnya, “Tapi malaikat kecil kita maunya vanilla.”
Nathan mengecup pipi Vanessa, “Oke papa buatkan rasa Vanila untuk istri dan anak-anak papa.”
Vanessa tersenyum melihat Nathan yang kembali keluar dari kamar untuk kembali membuatkan susu rasa vanilla seperti keinginannya.
__ADS_1
Vanessa tidak kuat jika berlama-lama berdiri, dia kembali berjalan menuju tempat tidur lalu meraih susu coklat yang di buatkan Nathan untuknya.
Nathan yang baru saja selesai membuatkan susu untuk Vanessa tersenyum melihat Vanessa meminum susu coklat yang di buatnya. “Jadi susu vanilanya mau atau tidak?”
Vanessa tersenyum melihat Nathan yang berjalan ke arahnya dengan segelas susu vanilla di tangannya. “Mau,” jawab Vanessa semangat.
Nathan duduk di samping Vanessa lalu membantu istrinya meminum susu yang di buatkannya.
“Kamu istirahat duluan, aku masih ada pekerjaan.”
Vanessa menganggukkan kepalanya, “Iyah, jangan terlalu malam yah.”
Nathan mengecup kening Vanessa, lalu mengecup perut Vanessa yang sudah mulai menonjol. “Papa kerja dulu yah,” ucap Nathan sambil mengusap perut Vanessa.
Vanessa memandangi Nathan yang menghilang di balik pintu, dering telepon membuat Vanessa mengalihkan perhatiannya. Dia menarik ponselnya yang ada di nakas, menekan tombol hijau setelah melihat Putri yang meneleponnya.
“Neeessaaaa gue kangen banget sama bumil satu ini,” teriak Putri di sebrang sana.
Vanessa menjauhkan ponsel dari telinganya, suara teriakan Putri sungguh menyakitkan di telinganya.
“Ada apa?” tanya Vanessa.
“Eh, ganti video call aja yah,” pinta Putri.
Vanessa menyetujui dan menekan tombol untuk menyetujui melakukan video call. Hal pertama yang Vanessa lihat adalah wajah bahagia sahabatnya.
__ADS_1
Putri mengarahkan jari manisnya ke depan kamera, “Lihat gue dilamar,” teriak Putri.
Vanessa masih memasang wajah datarnya, “Halu lo!”
“Astaga Nes, ini serius gue enggak bohong.”
Vanessa melihat Putri mengambil sesuatu, “Mana buktinya?”
Putri menunjukkan bucket bunga pada Vanessa, “Liat gue di kasih bunga juga aaaaa, Niko sosweet tau.”
Vanessa tersenyum melihat wajah gembira Putri, “Bang Niko enggak bilang mau lamar lo. Gak usah nipu gue lagi deh, gue gak bakal percaya akal bulus lo lagi!”
Putri mengerucutkan bibirnya, wajah yang tampak bahagia kini berubah menjadi muram. “Ih kali ini gue serius gak boong.”
“Kapan, nikahnya?” tanya Vanessa pada akhirnya.
Wajah Putri kini kembali bahagia, “Setelah lulus wisuda, sambil nunggu lo lahiran katanya.”
“Selamat yah, semoga lancar sampai hari H,” ucap Vanessa sambil tersenyum. Akhirnya kaka ipar dan sahabatnya itu sudah mengambil keputusan untuk lebih serius dalam menjalankan hubungannya.
***
Ada yang mau nikung gak?
Sebentar lagi abang Niko nikah hihi
__ADS_1
Jangan lupa dukung author ya lewat like, komentar dan hadiah.