
Setelah kejadian malam itu dokter melakukan operasi SC,
karena belati itu cukup dalam menembus ke dalam rahim Vanessa. Beruntung tidak
ada satu pun bayi Vanessa yang tertusuk.
Di dalam ruangan VIP terdapat keluarga yang berkumpul
bersama. Sudah tidak ada canggung sama sekali, bahkan Riko terlihat berdekatan
dan berbicara dengan Ibunya.
Galih sedang memandangi ketiga keponakannya yang di tidurkan
bersamaan dalam sebuah boks bayi. “Bang liat deh anak abang mirip semua sama
aku, ganteng-ganteng,” ucap Galih sambil tersenyum.
Nathan yang sedang menyuapi Vanessa mengalihkan
perhatiannya, dan memberikan tatapan tajam kepada Galih. “Semua mirip aku, gak
ada yang mirip kamu!” tegas Nathan.
“Yaelah jahat banget punya kaka ipar, lupa yah kalau aku
yang menyelamatkan istri dan anaknya,” ketus Galih.
“Dari cerita Vanessa kamu pingsan duluan ko, iya kan sayang?”
Nathan meminta pembelaan pada Vanessa yang sedang mengunyah makanannya.
Vanessa tersenyum sebelum menimpali ucapan Nathan, “Iya,
malah dia yang mau bunuh aku,” ucap Vanessa dengan nada sedih sambil menundukan
kepalanya.
“Drama!” ketus Galih.
“Kamu mau jadi hero jangan kalah begitu masa KO duluan,”
sindir Nathan.
Galih berdecap kesal, “Kalau aja tuh si kunyuk masih hidup,
gue congkel matanya … udah berani rasukin gue terus bikin gue duduk di kursi
roda kayak gini … hilang dah pesona gue gara-gara dia.”
Niko berjalan mendekati Galih dan menimpali ucapannya, “Iman
lo lemah banget bisa di jadikan budak si Agung!”
__ADS_1
“Kalau bisa juga mau nolak, berat lah hidup empat tahun Cuma
buat di jadikan budak.”
Semua orang terkejut dengan ucapan Galih, tetapi keluarganya
yang tahu hanya diam.
“Apa empat tahun?” pekik Nathan.
Galih menganggukan kepalanya, sebagai jawaban ‘Iya’.
Galih mulai menceritakan mengapa dirinya bisa di jadikan
budak yang ada di bawah kendali Agung.
Empat tahun yang lalu saat Galih mulai menyukai dunia gaib,
dia tertarik pada pulau X. Dia kesana bersama teman-teman, hanya sekedar
mencari hal mistis.
Sampai di tengah hutan itu ada sesembahan semacam bekas ritual,
entah itu pesugihan. Dia tidak sengaja menendangnya, sampai kerasukan. Bukan kerasukan
seperti yang biasa terjadi, tetapi warna mata Galih itu berubah warna menjadi
biru terang. Dan yang mengendalikan tubuhnya bukanlah dirinya.
memang merasa aneh tapi tidak ada yang bisa melihat kilatan biru di mata Galih.
Mereka berpikir mungkin Galih kelelahan, karena saat di jawab itu seperti
dirinya, hanya berubah menjadi orang
pendiam.
Sampai di rumah itu semua keluarga termasuk Angle dan
Ayahnya merasa ada yang aneh. Bahkan pernah memergoki Galih memakan daging
mentah. Mulai dari situ mereka membawa Galih ke orang pintar.
Satu bulan itu biasa saja, tapi mahluk itu kembali lagi. Dan
dia lebih pintar dari sebelumnya, bahkan dia mengendalikan tubuh Galih
sedemikian rupa hingga tidak ada yang menyadarinya.
Namun jika mahluk itu di panggil Agung sang tuannya, Galih
langsung jatuh sakit tubuhnya lemas. Dan
__ADS_1
saat Galih sakit sebelum menemui Vanessa dan Nathan itu memang dirinya yang
mengikuti Vanessa.
Namun setelahnya Agung memanggil abdinya, sehingga Galih
sakit. Memang tidak terlalu parah karena abdi itu hanya beberapa jam di tubuh
Galih dan tidak melakukan apa-apa.
Saat di luar negri itu abdi Agung jarang menghampirinya,
hanya sesekali jika abdi itu menginginkan daging mentah.
Sudah berobat ke orang pintar pun mahluk itu selalu berhasil
dan punya cara untuk kembali lagi pada Galih.
“Jadi itu beneran kamu?”
Galih menganggukan kepalanya, “Iya saat itu aku yang
mengikuti kaka,” jawab Agung.
Vanessa melemparkan satu kotak tisu basah pada Galih, “Sialan
kau menakuti aku dan bayiku,” ucap Vanessa kesal.
“Sakit kak, kaka bukannya berterima kasih malah menambah
beban penderitaanku.” Galih mengusap kepalanya yang terkena kotak tisu.
***
Agung sudah di nyatakan meninggal, saat di bawa kerumah
sakit. Karena kehabisan darah, dari luka tepat di urat nadinya.
Persembahan untuk kebadian itu adalah dengan mengiris urat
nadi, yang artinya dia akan meninggal dan mendapatkan roh baru yang akan hidup
di dalam tubuhnya.
Tapi sayang semua rencana Agung di gagalkan dengan koswara. Pemujaan
itu berada di titik lilin yang di nyalakan Agung dan tetesan darah urat
nadinya. Jika lilin itu padam maka roh itu hilang.
Koswara memang terlihat tenang, karena dia tau titik
kelemahannya dari roh tersebut, hanya ada di lilin yang menyala dari semua
__ADS_1
lilin yang mati.