
Pagi menjelang, jia yang sudah bangun sedang membereskan piring kotor sisa semalam.
" pagi.. " ucap jia yang melihat Brian selesai bersiap.
Brian tidak menghiraukan jia, dan segera berlalu.
Jia yang melihat keanehannya cepat2 menyelesaikan urusannya di dapur dan mengejar Brian.
" tunggu...apa aku boleh ikut? "
Brian tak mengatakan sepatah katapun, dia masih sangat kesal terhadap jia tentang semalam.
Walau tanpa ijin darinya, jia berjalan membuntuti Brian. Brian yang sadar sedari tadi diikuti berhenti dan membalikan badan menuju kerumah. jia yang bingung hanya menatap Brian yang terus berlalu.
Brian kembali menghampiri jia, kali ini Brian membawa sepada yang baru saja dia ambil.
" naiklah" Brian menyuruh jia membonceng dibelakang.
" kenapa tiba2 pakai sepada? bukannya kamu lebih senang berjalan"
" memang! aku lebih suka berjalan tetapi tidak suka menggendong orang" Brian yang tak mau kejadian kemaren terulang lagi, menggendong jia hanya karena alasan kakinya sakit tidak bisa berjalan.
Sebenarnya Brian tahu itu hanya akal2an jia. buktinya sesampainya dirumah kemarin dia bisa berjalan dengan baik.
" oh kamu tidak ikhlas menolongku? "
Lagi-lagi Brian mengacuhkannya lagi.
" ada apa denganmu? dari tadi diam saja"
" apa kamu marah? "
" apa gara2 semalam? "
" ikhh.. kamu ini benar2 menyebalkan"
jia sangat kesal semua pertanyaannya di acuhkan. akhirnya memutuskan untuk diam.
Brian melanjutkan mengayuh sepeda tanpa sepatah kata menjawab pertanyaan dari jia.
Brian pov
ada apa dengan ku ini, aku sangat kesal ketika dia mengatakan aku bukan tipe nya. dan kenapa jantungku berdetak kencang ketika berada di dekatnya. hal ini belum pernah aku rasakan sebelumnya.
__ADS_1
Seperti biasa jia duduk manis melihat mereka melakukan kegiatan. dia sangat tertarik ingin mencoba latihan yang mereka lakukan.
Dengan semangat jia menghampiri Brian
" kapten bolehkah aku mencoba memanjat itu" tunjuk nya ke area latihan climbing.
" apa kau tidak takut? itu sangat berbahaya" jelas Brian.
" selama kau menemaniku aku rasa aku akan baik2 saja"
Brian tertegun dengan perkataan jia.
" baiklah". akhirnya jia mencoba memanjat dan ditemani oleh Brian.
Dengan arahan Brian, jia menaiki step by step. tak terasa jia menguasi sampai setengah perjalanan. ketika ia melangkah, kakinya terpeleset yang membuat goyah keseimbangannya, dengan cepat Brian menarik tali pengait jia dan membawa jia dalam dekapannya.
Jarak mereka sangatlah dekat, baru kali ini jia dapat melihat wajah Brian begitu lekat, dan baru menyadari bahwa Brian benar2 tampan membuat jantung jia berdetak dengan kencang.
Jiandra pov
ya Tuhan ternyata dia sangatlah tampan, dan kenapa aku? jantungku berdetak sangat kencang. apa ini yang dinamakan cinta? aku memang sangat nyaman ketika didekatnya, selama ini aku berfikir dia seperti seorang kaka.perasaan apa sebenarnya ini?
" apa kamu baik2 saja? "
Jia tersadar dalam lamunanya dan..
" sepertinya aku menyukaimu.. " ucap jia yang tetap menatap Brian.
Brian membulatkan matanya mendengar ungkapan jia. tetapi memilih menghiraukannya"apa benar dia mengatakan itu? apa aku yang salah dengar? " gumamnya dalam hati.
Jia tipe cewek yang tidak bisa memendam apa yang di rasakan dalam hatinya. walau itu dia benci,marah, ataupun menyukai dia akan terusterang tanpa menghiraukan resikonya.
Brian memberi kode ke arah bawah untuk membawa mereka turun.
jia yang tak bisa melepaskan pandangan nya ke arah Brian membuat pria itu menjadi salah tingkah dan gugup. jia hanya tersenyum melihat tingkah Brian.
Karena hari sudah semakin sore dan Brian pun selesai dari tugas memutuskan untuk kembali kerumah di ikuti dengan jia.
Sebelum pulang Brian mengambil sepeda, tanpa perintah jia membonceng di depan dan membuat Brian terkejut.
jarak diantara mereka sangatlah dekat membuat jantung mereka berdegup kencang.
" apa aku cantik? " tanya jia memecahkan keheningan.
__ADS_1
Brian yang masih kaget dengan tingkah jia sedari tadi membuatnya bingung dan tak menjawab.
" hei pria tua.. apa kau tak mendengar perkataanku? "
" apa aku ini cantik? " sekali lagi jia bertanya.
" ehhmm"
jia tersenyum mendengar jawaban walau haya berdehem.
" apa aku ini tipemu?"
"apa kamu menyukaiku? "
Brian menghentikan kayuhan nya. " apa kau butuh pendapat dari pria tua ini? " jawabnya ketus.kemudian melanjutkan kayuhan sepedanya
jia tersenyum " mmhh.. apa kamu masih marah? karena aku bilang kau bukan tipeku? "
Brian tak menghiraukan jia tetapi dalam hati dia merasa senang mendengar pengakuan jia.
Jia yang tak mendapat tanggapan melirik ke arah Brian dan menatapnya dalam, Brian yang menyadari tatapan Jia sesekali tersenyum. Jia pun melihat senyum itu dan merasa senang Brian tidak benar2 mengacuhkannya.
cup.. Jia mengecup kecil pipi Brian. Seketika Brian menghentikan kayuhannya karena terkejut. Brian pria yang normal, mendapat perlakuan itu yang menggugah birahinya.
Jia tersenyum dan masih menatapnya. Brian memandangi Jia dari mata, hidung kemudian bibirnya dengan pelan Brian mendekatkan wajahnya sehingga sangat dekat dengan wajah jia, Brian mengecup kemudian mel*mat bibir jia dengan lembut, jia membalas ciuman Brian,cukup lama mereka menikmatinya, melepaskan untuk mengatur nafas dan memulainya lagi.
" apa kau sangat menyukaiku? " tanya Brian sambil melepaskan pagutannya
jia hanya mengangkuk dan tersenyum malu
" kau gadis yang benar2 ceroboh, apa kau tidak malu memulainya duluan? "
Jia hanya tersenyum malu tak menjawab
" Setidaknya kau hanya perlu menunggu dan biarkan aku dulu untuk mengungkapkan perasaan"
Brian merasa kecewa karena bukan dia terlebih dahulu yang mengungkapkan isi hatinya.
" apa kau seperti itu terhadap pria lain? " lanjunya dengan penuh penasaran.
" Tidak,ini adalah hal yang pertama bagiku" kembali menatatap Brian.
Brian tersenyum mendengar jawaban jia" jadi aku yang pertama? kamu juga yang pertama bagi ku" lirihnya.
__ADS_1
mereka berdua saling melempar senyum dan melanjutkan perjalanan pulang.