Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Brian dan Valent


__ADS_3

" Aku baru saja datang, dan melihatmu berjalan di tengah kegelapan. Jadi? apa yang kau katakan tadi, apa nya yang liar? " Brian masih penasaran dengan apa yang Jia katakan.


" Aku.. aku tadi.. ahh sudahlah lupakan saja. Itu tidak penting. " Jia melanjutkan langkahnya pergi ke kamar.


" Kau ini aneh sekali." ucap Brian yang masih mengekori Jia. " Sayang... "


" hemm... " Jia menyautinya hanya berdehem.


" Sayang... " panggilnya lagi.


" ..... " Jia tidak menanggapinya, masih terus berjalan.


Tidak Terima Jia mengacuhkannya, Brian dengan sigap menggendong tubuh Jia membawa ke kamar Jia.


" Aaaaaakkkk..... lepas Brian! turunkan aku." Jia memberontak dari gendongan Brian.


" Jangan bergerak! diamlah! jika kau tidak ingin jatuh. "


Jia yang hanya bisa diam tidak memberontak lagi, takut dirinya terjatuh dan segera mengalungkan tangannya dengan erat.


Sesampai nya di kamar, tidak lupa Brian segera melancarkan niatnya, meminta apa yang diinginkan, menyalurkan hasrat yang tertahan.


*****


Malam berganti menjadi pagi, Pagi berlalu menjadi siang. Brian masih berada di rumah mama mertuanya bersama Jia, Weekend ini mereka memilih menghabiskan waktu liburnya hanya di rumah.


Di ruang tamu Brian dan Valent terlihat sedang asik bercengkrama mengingat masa - masa sekolah dulu.


Waktu SMA Valent adalah siswa yang cukup populer akan ketampanannya, banyak siswi yang mengagumi dan menginginkannya,karena itu Valent memiliki kekasih tidak hanya satu.


Sedangkan Brian murid yang pintar,selain tampan tentunya. Tetapi Brian memiliki sifat yang berbeda dengan Valent, Brian memilih menutup diri terhadap gadis - gadis yang mendekatinya.


Valent memang tidak sepintar Brian, tetapi bukan berarti Valent siswa yang bodoh. Valent cenderung menjadi siswa yang ingin menikmati masa remajanya dengan kenakalan yang biasa remaja lakukan. Buktinya saat ini Valent bisa memimpin JM group dan membawa kemajuan pada perusahaan itu.


Sedangkan Brian memilih menjadi siswa yang teladan dan disiplin, tidak mau melakukan hal - hal yang menurutnya akan merugikan nya.


Disaat Brian dan Valent sedang berbincang - bincang, Jia datang ikut bergabung duduk di sebelah Valent tidak lupa tangannya bergelayut manja dengan kakaknya.


" Hei. Kau ini, sudah menikah masih saja bertingkah kekanakan. " ucap Valent melihat adiknya yang tidak berubah walau sudah menikah.


" Walau sudah menikah, aku ini tetaplah adikmu. Jadi tidak akan merubahnya. "


" Ck, setidaknya kau merubah sikap manjamu itu! " ucap Valent tetapi masih membiarkan adiknya itu bergelayut manja. " Apa dia sangat merepotkan mu? " kali ini Valent bertanya pada suami adiknya.


" em, sedikit. Dia selalu membingungkan. Suasana hatinya tidak bisa di tebak, dia selalu marah yang tidak jelas sebabnya, dan itu membuatku bingung. " jelas Brian yang melirikan matanya ke arah istrinya. Jia yang mendengar nya sama sekali tidak menghiraukan nya.


" Itu baru beberapa persennya, cepat atau lambat kau akan merasakan yang aku rasakan selama ini, dia selalu merepotkan ku, membuatku jengkel, dan masih banyak yang lainnya! " Valent.


" Kenapa kakak berbicara seperti itu! apa kakak selama ini tidak tulus menyayangi ku! " Jia mengerucut kan bibirnya.

__ADS_1


" Tidak! aku tidak menyayangi mu. kau selalu merepotkan ku! " bohong Valent. Selama ini Valent selalu mengutamakan keinginan adiknya, dia selalu menjaga Jia dalam pantauannya, meski Jia berada di luar negeri, Valent menyuruh orang kepercayaan nya menjaga dari jarak jauh.


" Kakak tega sekali! " Jia memukul bahu kakaknya tidak Terima akan jawaban Valent.


" Iya.. iya.. kakak menyayangimu. " Valent mencubit pipi Jia.


" Tenang saja aku akan menyayangimu dan menjagamu! kau bisa mengandalkan ku.Aku lebih segalanya dari Valent jika dalam urusan menjagamu! " Brian.


" Ck, kau tidaklah sekuat kak Vale... nn.. **. " ucap Jia yang perlahan menghilang. Jia enggan menyangkal perkataan Brian. Tadinya Jia akan mengatakan kak Valent lebih kuat dalam menjaganya. Selintas pikiran nya mengingat kejadian semalam yang di lihat. Jia membandingkan ke Brutalan Brian yang mencumbu nya dengan rakus dan Valent yang dikuasai Tiara dalam permainannya. Valent pria yang lemah di bandingkan dengan Brian. ( yang ada di pikiran Jia)


" Kakak.. Apa ototmu ini hanya besar saja tetapi tidak berfungsi? " Jia dengan polosnya menanyakan hal yang tidak ada faedahnya.


" Apa maksudmu? " Valent tidak mengerti arah pembicaraan Jia.


" Itu.. apa kakak hanya memiliki otot yang besar tetapi tidak bertenaga? "


" Kau ini sangat aneh. Tentu saja ototku besar tenagaku juga besar. "


Brian menggeleng kan kepalanya melihat tingkah lugu istrinya.


" Benarkah? tapi.... " Jia.


" Tapi apa? " Valent.


" Tapi.. sepertinya kaka harus sering berolahraga, menambah tenaga agar tidak terlalu lemah! " Jia.


" Tidak! sudahlah lupakan saja. " Jia memilih mengakhiri pembicaraan. " Apa kalian ingin kopi?? " Jia berdiri dari duduknya dan menawarkan minuman pada suami dan kakaknya.


" Tidak!!!!!!! " jawab Brian dan Valent bersamaan dan saling melempar pandangan.


" Ck, kalian ini menyebalkan sekali! tenang saja aku akan menyuruh bi Atun untuk membuatnya."


" hufffttt......... " lagi - lagi Brian bernafas lega bersamaan.


" Oke. Aku tidak keberatan kalau bi Atun yang membuatnya." ucap Valent.


Jia meninggalkan Brian dan Valent ke dapur. Menghampiri bi Atun untuk membuatkan dua cangkir kopi dan jus mangga untuknya. Tidak lupa untuk membawakan cemilan.


" Apa dia pernah membuatkan kopi rasa garam untukmu? " tanya Valent setelah kepergian Jia.


" Iya, sialnya aku tidak tau dia yang membuatnya dan aku memarahi pelayan. "


" Apa dia menangis? " Valent.


" Iya, dia menangis hanya karena kopi. dan mendiami ku selama tiga hari. "


" Sudah ku duga, dia memang sangat cengeng. Kau harus sabar menghadapinya. Apa kau mencintai adikku? " tanya Valent.


" Tidak perlu di ragukan lagi. Aku sangat mencintai istriku. Tetapi dia mungkin belum menerimaku sepenuhnya... " jelas Brian.

__ADS_1


" Tenang saja, dia akan mencintaimu cepat atau lambat. " ucap Valent. " Apa dia masih memikirkan pria itu? " lirih Valent tetapi masih bisa di dengar oleh Brian.


" Apa katamu? pria mana yang kau maksud? " Brian.


Sebelum menjawab, Valent menatap Brian meyakinkan dirinya perlu atau tidak mengatakan nya pada Brian.


Valent mengambil nafas kemudian berkata " Sudah lama Jia menyukai pria yang bertemu dengannya waktu mengalami kecelakaan. Bertahun - tahun Jia menantikan kedatangannya. Tetapi seperti nya cinta adik ku bertepuk sebelah tangan. Sampai sekarang pria itu tidak kunjung datang menemui adik ku. " jelas Valent.


" Kecelakaan apa yang kau maksud? " tanya Brian untuk memastikan hal yang dipikirkannya itu benar.


" Jia pernah hilang dan terdampar di lautan. Pria itu menolongnya, Mungkin Jia menjatuhkan hatinya pada pria itu. Adikku memang naif, sekalinya bertemu dengan seorang pria cepat sekali dia mencintainya. " Valent menggeleng - geleng kan kepalanya.


Setelah mendengarkan penjelasan Valent,Brian memberanikan diri untuk mengakuinya. " Aku sudah menemuinya. dan aku juga mencintainya. Pria itu adalah aku! " ucap Brian.


Valent membelalakan matanya. " Kau! bagaimana bisa? jadi pria yang aku lihat di perbatasan itu... "


" Iya.. itu aku! " Brian.


" huh!! aku tidak percaya ini!! tapi kenapa Jia --" ucap Valent terhenti.


" Jia marah padaku karena aku menikahi wanita lain, kau sepertinya sudah tau alasan kenapa aku menikahi wanita lain. " ucap Brian.


Valent hanya mengangguk - anggukan kepalanya, mengerti situasi yang terjadi anatar Jia dan Brian.


*


*


*


*


*


*


*


*


Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.


Maaf jika masih banyak typo.


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....


bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2