Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Honeymoon


__ADS_3

" Sayang, kau yakin akan memakan semua ini? " tanya Brian yang melihat Jia memborong berbagai macam cemilan di minimarket.


Saat ini, Brian dan Jia tengah berbulan madu. Tetapi bukan di Labuan Bajo sesuai yang sudah di rencanakan sebelumnya. Mereka memilih menghabiskan waktu berdua di Apartemen yang belum lama Brian beli.


Perjalanan ke Labuan Bajo cukup melelahkan, jadi mereka putuskan bulan madu di apartemen yang tidak jauh dari rumah mereka, tentu tanpa sepengetahuan siapa pun. Termasuk Mirra yang sudah menyiapkan vila khusus untuk anak dan menantunya.


" Tidak tau, aku hanya ingin membelinya saja. " Jia.


" Tidak biasanya, kau akan berpikir ulang untuk memakan itu, setau ku kau sangat menjaga makananmu. " ucap Brian yang merasa heran dengan istrinya, karena biasanya Jia akan menghindari makanan berupa snack yang akan mempengaruhi bobot tubuhnya.


" Entahlah.. " Jia membereskan kantong belanjaan ke dalam bagasi. " Apa kau takut aku akan gendut? " tanya Jia.


" Aku semakin suka jika kau terlihat berisi, kau pasti terlihat lebih sexy.. " ucap Brian sambil menaik turunkan kedua alisnya untuk menggoda Jia.


" Jadi, sekarang aku tidak terlihat sexy? " Jia mengerucutkan bibirnya.


Brian menghela nafas dengan dalam." Salah lagi.. " batin Brian.


" Tidak sayang, kau selalu sexy dimataku. " Brian.


" Kau sungguh pintar merayuku! " Jia.


Seusai membeli keperluan di minimarket, mereka kembali ke apartemen. Di perjalanan Jia menyuruh Brian untuk berhenti di restoran cepat saji, membeli beberapa makan untuk di bawa ke apartemen nya.


" Kau akan memakan ini? " tanya Brian.


" Iya kapten. " Jia masih sibuk memilih beberapa menu yang tersedia.


" Junkfood? kau yakin? " Brian masih heran dengan istrinya.


" Iya, aku ingin sekali memakannya. " Jia.


" Jangan terlalu banyak Jia, itu tidak sehat untuk tubuhmu. " Brian mengingatkan Jia agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi junkfood, yang jarang sekali Jia makan.


" Tapi aku ingin semuanya, aku ingin memakan ini, ini, ini dan ini. " Jia menunjuk - nunjuk menu tersebut.


" Terserah kau saja, tapi lain kali aku tidak mengizinkan kau memakannya lagi. " Brian.

__ADS_1


" Oke! terimakasih kapten. " Jia mengecup pipi Brian.


Saat Brian dan Jia akan keluar dari restoran cepat saji, Brian tidak sengaja bertemu dengan kawan lamanya.


" Brian.. " sapa William yang berpapasan dengan Brian.


" William.. " Brian menyapa kembali dan bersalaman seperti yang pria dewasa biasa lakukan.


" Apa kabar? sudah lama kita tidak bertemu. " William.


" Kabar ku baik, seperti yang kau lihat. " Brian


William melirik sejenak pada gadis yang ada di samping Brian. " Brian, aku baru tau jika kau punya adik perempuan yang sangat cantik. " William berkata seraya menatap ke arah Jia.


Jia yang mendengarnya hanya bisa menahan tawa. Sedangkan wajah Brian terlihat sangat masam.


" Brian, kenapa kau diam saja. " ucap William pada Brian yang hanya diam tidak menanggapi pertanyaan darinya. " Bolehkah aku mengenal adikmu lebih dekat, aku terkesima melihat nya. " bisik William di telinga Brian.


" Dia istri ku bukan adiku! " tukas Brian.


" Terserah kau jika tidak percaya. " Brian segera menggandeng tangan Jia dan mengajaknya pergi.


" Hei.. maafkan aku. Sungguh aku tidak tau, dia terlihat sangat muda.. Brian.. Brian... " William berkata meski Brian sudah berlalu, namun ucapan William masih terdengar oleh Brian.


" Kau sungguh pemarah!!! " teriak William.


Di dalam mobil, Brian sama sekali tidak bersuara. Jia berusaha untuk mengajak untuk berbicara, tapi Brian masih saja tetap diam.


" Sayang, apa aku ini sungguh terlihat tua? " tiba - tiba Brian membuka suaranya, namun kalimat yang di ucapkan membuat Jia semakin bingung untuk menjawabnya.


" Ah, sepertinya benar, aku ini terlihat tuan. " Brian mendengus, terlihat ada kecewa di raut wajahnya.


" Kapten, apa kau masih memikirkan ucapan temanmu itu? " tanya Jia.


" Sedikit. " jawab Brian dengan wajah datarnya.


" Kau sangat tampan meski kau terlihat tua. " jawab Jia dengan jujur.

__ADS_1


" Jadi benar, aku ini terlihat tua. " gumam Brian.


Jia memilih diam tidak membahasnya lagi, karena akan membuat Brian semakin merancau tidak jelas, membujuk pun percuma.


Setelah sampai di apartemen, Brian segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sedangkan Jia membereskan belanjaannya.


Jia masuk kedalam kamarnya, mendengar suara gemericik air di dalam kamar mandi, Jia segera menyusul untuk ikut mandi bersama suaminya.


Entah mengapa Jia yang selama ini selalu menghindar jika bermesraan dengan Brian, kali ini Jia memulainya terlebih dahulu.


Jia melepaskan seluruh pakaian yang di kenakannya, kemudian mendekati Brian yang telah basah di guyur air dari shower. Jia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Brian.


Brian sangat terkejut ketika sebuah tangan memeluknya dari belakang, tidak lama terbit sebuah senyum di wajah tampannya.


" Sayang, " Brian membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan istrinya. " Kau sangat sexy. " bisik Brian ditelinga Jia.


" Kau sudah mulai nakal sayang, tapi aku suka. " Brian menelusuri leher jenjang Jia.


" Kenapa aku jadi mesum begini, tapi aku sangat menginginkannya. " batin Jia.


Brian dengan senang hati memulai kegiatan mandi bersama, bukan hanya sekedar mandi biasa, mereka dengan asyik nya memadu cinta di dalam kamar mandi yang cukup luas dan nyaman.


Kali ini Brian benar di buat senang, karena Jia mulai aktif dalam kegiatan mereka, tidak seperti biasanya. Sungguh hal yang mengejutkan bagi Brian.


Sedangkan Jia di dalam hati pun bertanya - tanya, kenapa di dirinya bisa seperti itu, dan tidak dipungkiri, dia sangat menginginkannya.


Honeymoon mereka sangatlah indah dan romantis bagi keduanya, meskipun tempatnya hanya di sebuah rumah atau apartemen. Ternyata bulan madu tidak harus ketempat wisata yang jauh dan mahal. Asalkan ada cinta, mereka akan tetap bahagia.


*


*


*


Jangan lupa kasih like, komen dan Vote nya ya guys...


bye.. bye..

__ADS_1


__ADS_2