Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Kesempatan


__ADS_3

Hari ini Tiara datang menemui Dr. Rizal, sudah beberapa kali Tiara konsultasi kandungannya kepada Dr. Rizal, tentu saja tanpa sepengetahuan Valent suaminya. entah kenapa Valent tidak mengizinkan hal ini.


Kali ini Tiara bertekad untuk menjadi istri yang sempurna untuk suaminya. Sesuai saran Dr. Rizal, Tiara minggu-minggu ini hanya diam dirumah, tidak mengikuti kegiatan teman sosialitanya agar tidak kelelahan.


Tiara juga sudah menjauhi minuman beralkohol dan tidak merokok lagi. Meskipun Tiara bukan wanita rumahan tetapi dia memegang teguh kesetiaan pada suaminya.


Tiara berharap Rumah tangganya semakin harmonis bila mempunyai anak dan mendapatkan cinta Valent seutuhnya.


" Siang nyonya Mahess.. " sapa Dr. Rizal. yang duduk di kursi kebesarannya.


" siang dok.. saya ingin periksa kandungan saya lagi. apakah sudah ada perubahan yang baik tentunya? " ucap Tiara yang duduk berhadapan dengan Dr. Rizal.


" apakah nyonya sudah menjalankan saran saya untuk melakukan kegiatan yang sehat? " ucapnya lagi.


" sudah dok, beberapa minggu ini saya tidak melakukan perjalanan jauh. saya hanya berdiam di rumah. tentunya saya juga sudah tidak mengkonsumsi minuman beralkohol dan rokok" jawabnya secara mendetail.


" apa vitamin yang saya berikan diminum secara teratur? "


" iya dok, saya meminumnya secara teratur "


" baiklah. mari saya periksa. semoga saja keadaannya jauh lebih baik dari sebelumnya "


Tiara pun di periksa oleh Dr. Rizal dengan sangat teliti. setelah di periksa, Dr. Rizal memberikan Vitamin lagi pada Tiara dan mengingatkan untuk datang kembali setelah dua minggu.


******


" Sayang.. mama sore ini ada acara di luar. mama juga akan mengajak Sean " ucap Renatta. Mereka kini berada di ruang keluarga.menghabisakan waktu luang.


Karena jarang sekali Brian menghabiskan banyak waktu di rumah. meskipun Brian berada dirumah, dia masih tetap bekerja, seperti hari ini. hari dimana Brian libur bekerja setelah menikah, bukannya bersantai dia memilih berkutik dengan laptop nya.


" iya.. mah. jam berapa mama berangkat nanti Brian antar mama " ucap Brian tanpa mengalihkan pandangannya.


" tidak usah di antar, biar mama diantar sama mang ujang saja "


" oke. jam berapa mama pulang? apa mau di jemput Brian? "


" sepertinya pulang malam. tidak usah jemput mama kamu temenin istrimu saja, biar mang ujang suruh nunggu aja " ucap Renatta.


" baiklah.. "


" Brian.. apa.. kamu dan Jia baik-baik saja? " tanya Renatta.


Brian berhenti sejenak dari aktifitas nya tak lupa menutup laptop setelah mendengar pertanyaan dari Renatta. Brian kembali menarik nafas dan membuangnya sebelum menjawab pertanyaan Renatta.


" kita baik-baik saja mah. mungkin Jia butuh waktu untuk menerima keadaan ini. mama jangan memikirkannya " jawab Brian.


" iya, semoga semua baik-baik saja. mama tidak mau melihat Sean bersedih, mama juga ingin melihat kamu bahagia "

__ADS_1


" Kebahagiaan ku hanya bersama Jia.. aku akan bersabar menunggunya. Jia seperti ini karena dia marah kepadaku mah, aku telah melukai hatinya " ucap Brian dengan tatapan kosong.


" apa kau yakin Jia masih mencintaimu? " tanya Renatta.


" aku yakin sekali. dihatinya hanya ada aku "


" sepertinya anak mama ini terlalu percaya diri" Renatta tersenyum melihat tingkah anaknya.


" tentu! " ucap Brian dihiasi senyuman.


" iya. mama percaya deh.mama hanya ingin kalian bahagia.. " ucap Renatta sambil mengelus-elus punggung anaknya. " mama istirahat dulu ya " ucapnya lagi.


" baik mah.. apa Sean masih tidur? " tanya Brian.


" iya. Sean masih tidur " jawab Renatta sambil beranjak dari duduknya.


Renatta meninggalkan Brian yang masih duduk di sofa yang berada di ruang keluarga.


tidak lama pak Sam datang menemui Brian untuk melaporkan tugas yang di perintahkan oleh bosnya.


" permisi tuan.. " ucap pak Sam. tak lupa dia menundukan badannya sedikit untuk menghormati tuannya.


" iya.. " jawab Brian sambil menunggu apa saja laporan yang akan pak Sam sampaikan.


" Tuan.. Ada sedikit masalah dalam proyek pembangunan Resort " Ucap pak Sam


" Oke. Aku ingin semua dibereskan dengan cepat " Ucap Brian sembari mengembalikan file tersebut.


" Baik tuan. Renovasi kamar anda beserta isinya sebentar lagi selesai, sehingga nanti malam sudah bisa Anda tempati " Jelas pak Sam.


" Bagus. Kerja bagus " Ucap Brian.


" Saya permisi tuan " Ucap Sam meninggalkan Brian. Brian hanya menganggukan kepala untuk memberi ijin.


*****


" Sayang.." Ucap Brian sembari memeluk istrinya dari belakang. Jia yang sedang berdiri di atas balkon tidak menyadari kedatangan Brian.


".... " Jia hanya diam. Tidak bersuara ataupun menolak perilaku Brian.


" Apa kamu sudah makan? " Ucap Brian kali ini dengan mencium ceruk leher Jia, menghirup aroma tubuh istrinya.


" Sudah. Brian,Tolong jangan seperti ini " Ucap Jia yang terlalu nyaman dengan sentuhan Brian.


" Sebentar saja sayang.aku sangat merindukanmu "


Jia hanya bisa pasrah menerima apa yang dilakukan Brian, menolak pun percuma Brian akan semakin enggan melepasnya. Untuk saat ini Jia sedang tidak berselera beradu mulut dengan suaminya. Apalagi jika terdengar oleh Renatta mertuanya, tidak enak bukan?

__ADS_1


" sayang, beri aku kesempatan " ucap Brian yang masih memeluk Jia dari belakang.


Sedangkan Jia hanya diam mencerna apa yang di katakan Brian.


" Berikan aku kesempatan untuk merebut hatimu kembali. untuk menebus semua kesalahanku, aku tidak sanggup kau mengacuhkanku seperti ini " ucap Brian memelas.


" Please.. " Brian membalikan tubuh Jia, kini mereka berhadapan, dengan kedua tangannya yang memegang pundaknya, menunggu jawaban dari istrinya.


" baiklah.. jika itu mau mu, tapi tidak semudah itu kau mendapatkan hatiku kembali " ucap jia.


Brian sentak memeluk Jia setelah mendapat jawaban yang diinginkannya.


" Tapi tidak seperti ini! kau tidak boleh menyentuhku sesuka hatimu! kau harus jaga batasanmu! "


Brian melepas pelukannya " Oke. aku tidak akan menuntut kewajibanmu sebagai seorang istri hingga kau benar-benar siap, tapi tidak semua! kau istriku, milikku " ucap Brian dengan menyentuh mata, pipi, hidung, bibir lalu berkata " aku hanya meminta ini " disertai senyuman.


" ck, kau sungguh menjengkelkan! dikasih hati minta jantung! " Jia berdecak kesal.


" ayolah sayang.. cuma itu.. "


" baiklah! melarang pun kau pasti melakukannya! "


" bagus, anak pintar " Brian mencubit kecil pipinya. Jia hanya mendengus kesal.


" Kamar yang kau inginkan nanti malam sudah siap, jadi bersiaplah untuk pindah dari ruangan ini "


" aku sudah nyaman disini. kau saja yang menempatinya "


" aku tidak ingin pisah kamar denganmu! aku janji tidak akan melanggar batasan ku. apa kau ingin membuat mama kecewa dengan pernikahan kita jika melihat kita berbeda kamar? " jelas Brian.


" iya.. iya.. iya.. tapi janji! kau tidak boleh menyentuhku!"


" iya sayang.. aku tidak akan berbuat lebih " ucapnya dengan seringai penuh menggoda.


" BRIAN!!!. " bentak Jia melihat senyum kelicikan Brian.


" Oke.. Oke aku janji " ucap Brian kali ini meyakinkan dengan melipat kedua jari telunjuk dan jari tengahnya.


-


-


-


-


maaf kalo author banyak typo

__ADS_1


jangan lupa like komennya yaaaaa biar author semangat nulis..


__ADS_2