Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Rencana


__ADS_3

Tok.. Tok.. Tok


Suara pintu diketuk


" Masuk.. " Ucap Jia yang berada di kamar mempersilahkan masuk kepada seseorang yang mengetuk pintu kamarnaya.


" Sayang, boleh mama bicara sebentar? " Ucap Renatta yang menghampiri Jia sedang duduk di tepi ranjang.


" Iya mah " Jawab Jia disertai senyuman. Renatta pun ikut duduk di samping Jia.


" Mm.. Sebenarnya mama tidak mau ikut campur dengan masalah kalian, tapi mama hanya ingin memberi tau hal yang penting, mungkin saja dengan mama cerita akan mengurangi beban di hati kamu nak. " ucap Renatta dengan mengelus punggung menantunya.


" iya mah, katakan saja. Jia siap mendengarnya " Jia mempersiapkan diri untuk mendengarkan apa yang akan Renatta katakan.


" ini tentang Dinda, mantan istri Brian. apa kamu tau alasan kenapa Brian menikah dengan Dinda? " tanya Renatta.


Jia menggelengkan kepalanya, mengisyaratkan tidak tau alasan kenapa Brian menikahi wanita lain selain dirinya. Brian sempat ingin mengatakannya tetapi Jia menolak untuk mendengarkan alasan tersebut, karena menurut Jia percuma saja mendengarkannya, nasi telah berubah menjadi bubur. tidak akan pernah kembali seperti semula.


" Waktu itu Dinda adalah calon istri dari Bimo adik kandung Brian.di hari dimana Brian akan melamarmu Bimo mengalami kecelakaan dan tidak terselamatkan nyawanya. Karena Dinda telah mengandung anak dari Bimo, jadi Brian yang menggantikan Bimo untuk bertanggung jawab menikahi Dinda " jelas Renatta, tidak terasa air mata menetes di pipi Renatta mengingat putrnya yang telah tiada.


" maafkan Jia mah, mama jadi sedih mengingat hal buruk itu.. " ucap Jia


" tidak sayang, tidak apa- apa " ucap Renatta sambil menghapus air matanya.


" jadi.. Sean.... " ucap Jia terbata.


" tidak sayang, Sean anak kandung Brian. setelah menikah Dinda mengalami keguguran " jelas Renatta.


mendengar itu hati Jia menciut kembali, tetapi berusaha untuk tenang karena tidak mau melihat mertuanya bertambah sedih.


" Brian sangat mencintaimu nak, apa kau tau. Brian mengundurkan diri dari kemiliteran hanya demi dirimu. hmm.. anak itu dari dulu sama sekali tidak berminat jadi penerus perusahaan papanya. mama tidak pernah menyangka dia memilih dirimu daripada tugasnya yang selalu dia banggakan " jelas Renatta kali ini senyum mengembang dari bibirnya.


" hanya itu yang ingin mama sampaikan. mama harap kamu dan Brian baik-baik saja dan selalu bahagia " Renatta.


" iya mah, terimakasih " Jia memeluk Renatta.


" kalau begitu mamah tinggal dulu yah " ucap Renatta sambil melepaskan pelukan mereka dan meninggalkan Jia.


" tapi semua itu sudah berbeda tidak seperti dulu lagi, meski aku tau alasan dia mengkhianati ku. tidak mudah bagiku untuk menerimanya kembali" batin Jia.


*****


Karena terlalu bosan, Jia pergi ketempat favorit di kediaman Nugroho, di mana lagi kalau bukan di lantai paling atas yang terdapat sofa yang terayun di balkon.


Saat menuju ke balkon, Jia tidak sengaja mendengar percakapan pelayan yang sedang membersihkan ruangan olahraga milik Brian.


Percakapan antara dua pelayan.


" istri tuan sangat cantik. serasi sekali dengan tuan yang tampan "


" iya, dia memang cantik dia juga terlihat sangat baik "


" sepertinya istri tuan masih sangat muda, tetapi sudah mempunyai anak. apa mereka nikah diusia yang masih muda? "


" den Sean bukan anak nona jia, den Sean anak dari istri pertama tuan.Tuan dan nona Jia baru beberapa hari menikah "


" Oh.. begitu ya.. saya baru tau, maklum baru sehari kerja. apa mantan istri tuan sering kesini? "


" tidak sering, karena dia sangat sibuk bekerja. dia sangat pintar dan giat bekerja "


" apa dia cantik seperti nona Jia? "


" Mmm... cantik sih tapi dia sangat galak tidak seperti nona Jia yang sangat manis "

__ADS_1


" ohh.. apa pekerjaannya? "


" setau saya dia bekerja bersama tuan di kantor yang sama "


" Ooo.. lalu apa pekerjaan nona Jia "


" aduh saya tidak tau.. udahlah kita lanjutkan bekerja. nanti kalo bi Santi lihat kita bersantai dan bergosip bisa gawat "


....


" Ohh jadi Dinda bekerja dengan Brian. dikantor yang sama! huh. pantas saja dia betah sekali bekerja! ternyata dia bertemu dengan mantannya. ini tidak bisa di biarkan!! " ucap Jia setelah mendengarkan percakapan para pelayanan tersebut.


Jia memutuskan kembali ke kamar. di dalam kamar Jia mondar-mandir memikirkan sesuatu. entah kenapa dia menjadi gelisah setelah mengetahui Brian masih dekat dengan Dinda mantan istrinya.


******


Sore hari di kediaman Nugroho


Setelah lama berpikir Jia menghampiri Renatta yang sedang bermain dengan Sean di ruang keluarga.


" Hai pria tampan.. " sapa Jia kepada Sean yang sedang bermain.


" Hai moji.. apa moji mau ikut bermain dengan Sean? " tanya Sean yang sedang asyik bermain dengan mobil tayo nya.


" tentu.. moji ingin bermain dengan Sean " ucap Jia sambil mengampiri Sean yang duduk di karpet berbulu lembut.


Di saat bermain dengan Sean, Jia segera melaksanakan rencana yang telah ia buat.


" mah.. boleh Jia bicara sebentar dengan mama? " tanya Jia.


" sini nak, apa yang ingin kamu bicarakan " ucap Renatta sambil menepuk sofa di sampingnya, menyuruh jia untuk duduk didekatnya.


" suster lili, tolong bawa Sean ke kamarnya dulu " ucap Renatta.


" baik nyonya " jawab suster Lili. Mereka pun meninggalkan Renatta dan Jia.


" jadi.. apa yang ingin kamu bicarakan nak? "


" mm.. begini mah, bolehkah Jia bekerja? Jia sangat bosan tidak melakukan apa-apa dirumah sedangkan butik Jia dua bulan lagi baru selesai di bangunnya " ucap Jia.


" boleh sayang, kamu bisa bekerja dengan suamimu jika kamu mau. tetapi minta izin dulu dengan suamimu " jawab Renatta.


" baik mah. Mmm...tapi bisakah mama merahasiakan tempat dimana Jia bekerja? " ucap Jia.


" maksudnya?? " tanya Renatta dengan mengernyitkan dahinya penuh tanya.


" Jia ingin bekerja di kantor Brian tanpa sepengetahuan nya. bilang saja Jia bekerja di kantor kak Valent. "


" Kenapa? " tanya Renatta.


" Jia ingin mengetahui sesuatu mah, bisakah mama membantu Jia? " jelas Jia memelas.


" baiklah.. mama akan membantumu. sebaiknya kamu juga bekerjasama dengan pak Sam dan mintalah pekerjaan padanya sesuai yang kamu inginkan " Renatta.


" Terima kasih mah, aku sayang mama " Jia memeluk Renatta untuk berterima kasih.


Jia sangat senang akhirnya Rencana yang ia buat selangkah lebih maju. kali ini Jia hanya menunggu persetujuan dari pak Sam.


Suara deru mobil terdengar di halaman depan kediaman Nugroho. Jia yang sedang di dalam kamar melihat dari jendela dalam kamarnya ke arah luar.


" itu Brian sudah pulang, pasti ada pak Sam disana" lirih Jia. Jia segera memakai hoodie nya dan menghampiri pak Sam di depan untuk melancarkan rencananya.


Brian sangat senang sekali ketika turun dari mobilnya melihat Jia berada di depan pintu utama. " dia mematuhi perintah ku memakai pakaian tertutup meski celana yang ia kenakan masih Sam " gumam Brian.

__ADS_1


Senyumnya mengembang " sayang.. apa kau sedang menanti kedatangan ku? " ucap Brian penuh percaya diri dan memberikan kecupan pada bibir istrinya.


" tidak. aku tidak sedang menunggumu! " Jia memalingkan wajahnya.


" lalu? apa yang kau lakukan di luar sini jika tidak menyambut kedatangan ku " tanya Brian.


" aku ada perlu dengan pak Sam " jawab Jia.


" ada perlu apa? kau lebih memilih bertemu dengan pak Sam dari pada dengan suamimu ini"


" ck, aku meminta bantuan untuk mengambilkan mobil kesayangan ku di rumah mama " jelas Jia.


" Oo.. bisa di Terima " jawab Brian


" tunggu apa lagi! kau masuklah, aku akan berbicara hanya sebentar " ucap jia kesal melihat Brian yang ikut menunggu pak Sam.


" oke.. " Brian masuk kedalam rumah.


" pak Sam, bisa bicara sebentar " ucap Jia yang menghampiri pak Sam.


" iya nona, ada perlu apa? " tanya pak Sam.


" aku ingin bekerja di kantor Brian. Berikan pekerjaan padaku tapi pekerjaan yang tidak menyulitkanku, karena aku tidak ingin otaku bekerja keras. aku hanya ingin bermain-main disana" jelas Jia.


Pak Sam yang mendengar nya hanya diam seraya memikirkan apa yang sedang Jia katakan.


" apa kau tidak mendengar nya! " tanya Jia.


" iya nona, tapi saya bingung dengan pekerjaan yang nona inginkan " ucap pak Sam " pekerjaan apa yang hanya untuk bermain-main, nona ini sungguh aneh sekali" gumam pak Sam.


Jia membuang nafasnya dengan kasar " huft.. pekerjaan apa saja. tetapi jangan sampai Brian tau aku bekerja di kantornya " ucap Jia.


lagi-lagi pak Sam hanya diam larut dalam pikirannya yang masih bingung dengan permintaan istri tuannya.


" aku rasa kau cukup pintar untuk mengerti apa yang aku maksudkan! " ucap Jia


" baik nona "


" oke, terimakasih " Jia tersenyum lebar, rencananya kali ini akan berhasil.


" ingat ya! Brian jangan sampai tau "


" iya nona " pak Sam membungkukan badannya.


Setelah urusannya dengan pak Sam Selesai Jia meninggalkannya dan masuk ke dalam rumah dengan langkah yang penuh semangat disertai senyum lebar di bibirnya.


-


-


-


-


Hai reader jangan lupa like, komen dan vote nya.


percayalah dengan komen yang positif dan like yang banyak author jadi semangat nulis nya.


pengen author cepet up episode nya?


like yang banyak


komen yang positif

__ADS_1


maaf jika author banyak typo.


bye bye


__ADS_2