
Tiga hari sudah setelah pernikahan Jia tinggal di kediaman Nugroho. Selama ini Jia hanya menghabiskan waktunya di dalam kamar, sesekali turun untuk menyapa mama mertuanya itupun hanya memakan waktu yang sedikit.
Entah kenapa Jia berusaha menghindari keberadaan Sean, Seandainya Sean bukan anak dari Brian mungkin Jia tidak akan seperti ini. Dari awal memang Jia sudah menerima status dari calon suaminya dan menerima dengan senang hati anak dari calon suaminya. Sebelum dia tau bahwa calon suaminya adalah Brian, pujaan hatinya.
Hatinya belum sepenuhnya menerima kenyataan pahit ini.
Mama Renatta sungguh orang yang sangat baik, dia bisa mengerti situasi Jia saat ini. Sedangkan Brian sudah memulai bekerja di kantor karena ada pekerjaan penting yang tidak bisa di tinggalkan mengenai Resort yang sebentar lagi akan selesai.
Mereka memutuskan untuk menunda honeymoon, buat apa honeymoon jika masih ada batasan yang harus di jaga antara mereka.
Pukul 08.15
" Pagi mah.. " Sapa Brian ketika bertemu Renatta di dapur sedang menyiapkan sarapan pagi. Brian yang telah bersiap untuk pergi bekerja dengan stelan jasnya.
" Pagi juga sayang.. " Jawab Renatta sambil menata piring di meja makan. Tidak lupa Brian memberi kecupan kepada mamanya.
" Sean mana mah.. Tumben belum kelihatan. Biasanya udah ngrecokin mama di dapur " Ucap Brian yang kini sudah mendudukan diri.
" Sepertinya mandi, ditemani sama Suster lili " ucap Renatta dan Brian menanggapinya dengan O di mulutnya.
tap tap tap
Suara langkah kaki menuruni anak tangga membuat Brian dan Renatta mengalihkan pandangannya ke arah suara tersebut.
" astaga.. pagi-pagi sudah membuatku sesak dibawah sana " batin Brian.
Jia menuruni anak tangga menuju dapur dimana ada Renatta dan Brian, dengan memakai baju olahraga yang begitu terbuka memperlihatkan perutnya. Pagi -pagi sekali Jia bangun dan berolahraga di lantai atas.
Sungguh sangat menggoda lekuk tubuh Jia bagi siapapun yang melihatnya.
" pagi mah.. " sapa Jia pada Renatta tapi tidak pada suaminya. jangan di tanya kini Brian berkali-kali menelan salivanya.
Jia segera mengambil air mineral yang ada di dalam lemari es dan meminumnya.
" Pagi juga sayang.. mari kita sarapan Jia. mama dan bi santi sudah memasak makanan kesukaanmu " ucap Renatta.
" iya mah, Jia mandi dulu ya.. " ucap Jia.
" baiklah. mama tunggu ya.. "
" iya mah.. " ucap Jia kemudian berlalu meninggalkan dapur, sesekali melirik ke arah suaminya yang sengaja dia abaikan.
" ehem.. ehem... " Renatta berdehem membuyarkan lamunan Brian. " aduh.. anak mama ini lagi mikirin apa sih.. liatin menantu mamah sampai segitunya.. " canda Renatta.
" hem?? tidak mah.. " elak Brian.
__ADS_1
Tak lama kemudian Sean datang untuk sarapan pagi bersama.
5 menit
10 menit
15 menit
Jia sudah selesai membersihkan diri dan segera turun untuk sarapan pagi bersama. ini pertama kalinya Jia ikut makan bersama di meja makan, karena biasanya Jia memilih untuk makan di dalam kamar.
" Hai moji... selamat pagi " ucap Sean sangat gembira melihat Jia. Brian dan Renatta saling pandang penuh arti, mereka takut kalau Jia mengacuhkan Sean dan membuat Sean bersedih.
" Pagi pria tampan.. " Jia membalas dengan senyum yang mengembang dibibirnya.
mendengar itu, Sean bangkit dari duduknya dan memeluk erat Jia, Jia pun membalas pelukan itu dan memberi kecupan di kedua pipi Sean.
Brian sangat bahagia melihat kedua orang yang sangat ia cintai begitu dekat. " terimakasih sayang, sudah mulai membuka hatimu untuk putraku " batin Brian.
Setelah sarapan pagi Jia kembali ke kamar di ikuti Brian.
" sayang.. " ucap Brian membuat langkah Jia terhenti dan membalikan badannya.
" Terima kasih " Brian
" untuk " jawab Jia
" tidak usah berlebihan " ucap Jia. Sebenar nya masih berat bagi Jia untuk menerima Sean, tetapi Jia berfikir Sean tidaklah salah jika terlahir di dunia ini. jadi Jia memutuskan untuk sedikit membuka hatinya untuk Sean, meskipun berat.
" bagaimana pun aku senang melihatmu dan Sean bersama. Terima kasih " ucap Brian sembari memberi kecupan di kening Jia.
" sayang.. bisakah kau memakai baju yang sedikit tertutup? " ucap Brian. tiga hari ini Jia membuat darah Brian berdesir tidak karuan. bagaiman tidak! Jia selalu memakai celana pendek dan tank top tanpa bra. melihat tanpa menyentuh begitu menyiksa bukan?
" hah!apa maksudmu? ini kan dirumah, sudah terbiasa aku seperti ini dan sangat nyaman! apa kau menyuruhku memakai daster?! Oh Tuhan... jangan terlalu kuno meskipun usiamu sudah banyak!!" elak Jia.
" bukan begitu sayang... " Brian kehabisan kata-kata, " kau menggodaku Jia " batin Brian.
" ck, kau ini menjengkelkan! " Jia berdecak kesal.
" aku tidak ingin orang lain melihat tubuhmu! hanya aku yang boleh melihatnya. kau milikku hanya milikku! "
" terlalu percaya diri!! " ucap Jia
" sayang... please.. " Brian memelas.
" baiklah, aku tidak akan mengenakan pakaian seperti ini lagi " ucap Jia sambil berlalu meninggalkan Brian. senyum mengembang di bibir Brian.
__ADS_1
" tetapi aku akan memakai bikini setiap hari di dalam rumah ini!! " ucap Jia begitu lantang. Kedua mata Brian membulat mendengar itu.
" sayang apa maksudmu!!" Brian mengejar jia, menyamakan langkahnya.
" apa kau tidak dengar, apa yang barusan aku katakan! "
" bikini? dirumah ini? tidak boleh!!! apa kau sedang bercanda, pakai seperti ini saja aku melarangmu apalagi memakai bikini! " ucap Brian kesal.
" jadi.. pilih mana? aku memakai bikini apa seperti ini "
" baiklah. kali ini kau yang menang! " ucap Brian kesal sambil berlalu meninggalkan Jia.
Di ruang keluarga
" bi.. bi.. bi santi!! " suara Brian menggelegar di ruangan itu. bi Santi yang mendengar berlari secepat mungkin menghampiri tuannya.
" iya tuan.. " ucapnya gemeteran. " sepertinya tuan sedang marah" gumamnya.
" berapa banyak pekerja laki-laki dirumah ini!! "
" ada enam tuan, termasuk dua security yang ada di depan " jawab bi Santi.
" ganti semuanya dengan wanita!! dan mulai saat ini security dan sopir dilarang menginjakan kaki di rumah ini. tempat mereka hanya di depan! mengerti!! " tegas Brian.
" baik tuan " bi Santi menganggukan kepalanya. " ada apa dengan tuan" batin bi Santi.
Brian tidak ingin orang lain melihat keindahan tubuh istrinya terutama laki-laki.
Renatta yang sedari tadi mendengarkan titah putranya pada bi Santi hanya terkekeh dan mengelengkan kepalanya.
Sebenar nya Renatta tidak berniat untuk menguping. saat itu Renatta sedang menemani Sean di kamarnya. tetapi mendengar putranya berteriak memanggil bi Santi, Renatta bergegas keluar melihat keadaan di luar. dan ternyata putranya memperlihatkan sifat otoriter nya.
"Jia.. Jia... ternyata putraku sangat mencintaimu. semoga kau bisa memberikan kebahagiaan kepada putraku " gumam Renatta.
Setelah memberikan perintah kepada bi Santi, Brian bergegas ke kantor bersama Pak Sam yang kebetulan baru datang. tidak lupa, Brian pun memberitahu pak Sam untuk selalu menunggunya di depan rumah dan tidak di perbolehkan masuk ke dalam rumah tanpa seijin nya.
-
-
-
-
jangan lupa like dan komen ya reader
__ADS_1
maaf bila author banyak typo.