Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Rencana bulan madu


__ADS_3

Pagi hari di kediaman keluarga Mahess sudah terlihat memulai aktivitas nya. Terlihat di meja makan Valent dan Tiara sudah menunggu anggota keluarga lainnya untuk sarapan.


Jody yang sudah berangkat pagi sekali tidak bisa ikut bergabung di meja makan.


Jia yang baru saja menyusuri anak tangga segera mendudukan diri di kursi setelah sampai di meja makan, tepatnya bersebrangan dengan Valent.


Valent dan Tiara hanya bisa menggeleng kan kepalanya, melihat penampilan Jia. Sebab hanya menggunakan tanktop dan hotpants, bukan itu yang menjadi masalah dari penglihatan Valent dan Tiara. Namun, tanda kissmark yang berserakan di area leher dan dadanya yang sedikit terbuka.


" Jia.. ganti bajumu. " tegur Valent.


" Kenapa? ada apa dengan bajuku. " jawab Jia santai.


" Apa kau tidak malu dengan penampilanmu itu. Tutupi itu membuatku geli saja! "


Jia hanya diam saja, tidak memperdulikan perkataan Valent.


" Jia,lihatlah leher mu. Kau seperti habis tersengat lebah. " Tiara ikut bersuara.


Jia mengalihkan pandangannya ke arah lehernya, dan benar saja disitu banyak sekali stempel dari Brian. " Oh, ini bukan tersengat lebah. Tapi Brian yang memberikannya. " jawab Jia.


" Kalau sudah tau, kenapa tidak ditutupi. Tidak tau malu!!!! " Valent sedikit meninggikan suaranya.


" Kenapa aku harus malu. Jika kaka mau, aku akan menceritakan secara detail kegiatan ku semalam. " Jia.


" Kau!!! " Valent kehabisan kata - kata untuk Jia.


" Kaka, sepertinya kaka harus banyak berolahraga agar kuat seperti Brian, agar ka Tia tidak kelelahan. " ucap Jia yang kembali mengingat kejadian malam itu. Dimana Jia melihat kegiatan romantis Tiara dan Valent. ( sepertinya Jia masih salah paham disini🤣🤣)


Valent dan Tiara mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Jia. Karena tidak mau berkepanjangan, Valent tidak lagi menanggapinya. Menjawab hanya akan membuat dirinya semakin naik darah.


Untung saja Jody dan Mirra sudah pergi, jika tidak mereka akan menyaksikan drama pagi ini.


~


Sore hari Brian dan Jia memutuskan kembali ke rumah, Rumah dimana ada Sean dan Renatta.


Setibanya di halaman rumah, terlihat mobil yang tidak asing lagi bagi Brian terparkir disana. Mobil pemberiannya pada mantan istrinya. Siapa lagi kalo bukan Dinda ibu dari Sean, hari ini Dinda berkunjung ke rumah Brian.


Bukan hanya sekedar ingin menemui Sean tentunya, Dinda memiliki maksud tersembunyi di balik kunjungannya itu.


Jia yang baru saja masuk ke dalam rumah melihat Renatta dan Dinda tengah mengobrol, terlihat biasa saja di raut wajahnya. Tetapi tidak dalam hatinya.


" Menyebalkan sekali! rencana apa lagi yang akan ia buat. Tenang Jia, tenangkan dirimu. Jangan lihatkan amarahmu... " batin Jia.


Jia pun menyapa Renatta dan Dinda sebelum masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri. Sedangkan Brian sudah sedari tadi berada di kamar tanpa menyapa atau menghiraukan keberadaan Dinda.


Setelah selesai membersihkan diri, Jia kembali menemui Renatta dan Dinda yang masih berada di ruang keluarga.


" Jia, sini sayang... " Renatta melambaikan tangannya, mengisyaratkan Jia untuk mendekat dan ikut bergabung dengannya.


" Iya mah, " Jia duduk di samping Renatta.

__ADS_1


" Hai Jiandra, apa kabar? " tanya Dinda.


" Aku sangat baik. " Jia membalas dengan seyum kecutnya.


" Jia, bagaimana kabar kedua orang tuamu? " tanya Renatta.


" Mama dan papa baik mah, mereka menitip salam untuk mama. Dan ingin sekali mengundang mama untuk makan malam. " Jia.


" Benarkah? Mama akan berkunjung di waktu yang tepat. Sepertinya Mirra terlalu sibuk menemani Jody. "


" Iya mah, mereka baru tadi pagi pergi lagi ke luar kota. " jelas Jia.


" Jia, Dinda nanti malam ingin menginap menemani Sean. Apa kamu tidak keberatan? " Renatta sebenarnya ragu untuk mengatakannya, tapi bukan Dinda namanya kalau tidak bisa bersilat lidah di depan Renatta.


Pandangan Jia terfokus ke arah Dinda setelah mendengar ucapan Renatta. " Sudah ku duga, ada sesuatu yang dia inginkan. Oke, aku akan mengikuti permainanmu, jangan salahkan aku kalau aku membuatmu kecewa. " batin Jia.


" Tidak masalah mah, " jawab Jia. Dinda pun tersenyum penuh arti.


~


Setelah makan malam, Brian kembali ke ruang kerja mengerjakan pekerjaannya.


Hari senin Brian dan Jia akan pergi berbulan madu seperti yang Mirra dan Jody inginkan. Sebenernya Mirra memberikan tiket ke Paris dan berbulan madu selama dua minggu.


Tetapi Jia menolaknya, karena Jia beralasan masih banyak pekerjaan di butiknya. Tentu bukan itu alasan utamanya, Jia pikir dua minggu adalah waktu yang terlalu lama. Dua minggu hanya bersama Brian? tidak ada orang lain selain mereka? Oh tidak, Jia sudah menebaknya jika benar itu terjadi. Sudah di pastikan dirinya akan habis oleh Brian.


Jadi, Jia memilih untuk menghabiskan lima hari ke Villa milik orang tuanya. Brian dengan senang hati menerima keputusan Jia. Dimana dan kapanpun yang penting dirinya bersama dengan istri tercinta.


" Kapten.... kau sibuk sekali. " Jia mengerucut kan bibirnya.


Yah, kapten adalah panggilan sayang Jia untuk Brian.


" Sini sayang.. " Brian mengulurkan tangannya membawa Jia kedalam pangkuannya. Sehingga mereka berhadapan. " Aku harus selesaikan ini semua, sebelum aku tinggal pergi bersamamu. Apa kau sudah mengantuk? "


" Iya, tapi aku tidak bisa tidur. " Jia memainkan telunjuknya berputar - putar di dada Brian dan menyandarkan kepalanya.


" Apa kau menggodaku? "


" Tidak Kapten, kenapa kau selalu saja berpikir mesum. "


" Karena aku selalu tergoda jika di dekatmu. " jawab Brian.


" Kau ini, aku hanya ingin berdekatan denganmu. Tapi tidak ingin melakukan itu. Bisakah kita hanya bermesraan saja, tapi tidak melakukan itu? " tanya Jia.


" Mana bisa sayang, itu akan menyiksaku. "


" Ck, menyebalkan sekali. Tapi kenapa aku sangat mencintaimu. Apa yang aku suka dari dirimu. " ucap Jia.


" Tentu saja aku ini sangat tampan dan yang pasti aku sangat mencintai mu lebih banyak darimu. "


" Kau terlalu narsis pria tua. "

__ADS_1


" Aku tidak tua tapi dewasa. Sudah aku bilang berapa kali padamu. hem? " Brian.


" Tua. "


" Dewasa sayang. "


" Tua!! "


Brian langsung mengecup dan melummat bibir Jia agar berhenti mengatai dirinya tua. Jia terkejut menerima serangan dadakan oleh Brian, tapi Jia langsung membalas ciuman itu. Mengingat itulah kebiasaan Brian yang tidak bisa di hindari lagi.


Ketika mereka asik berciuman, Dinda masuk ke ruangan kerja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Adegan di depan mata tidak bisa di hindari lagi oleh Dinda. Salah mereka? tentu bukan.


Mereka pun menghentikan ciumannya.


" Kapten, apa kau menyuruh dia datang kesini? " Jia berbisik di telinga Brian.


" Iya, aku ingin menyelesaikan pekerjaan kantor. Apa kau keberatan? kau cemburu? " Brian pun ikut berbisik.


Jia tidak memberikan jawaban, tapi sudah bisa di tebak oleh Brian, raut wajahnya berubah menjadi murung.


" Tenang saja, aku tidak akan tergoda olehnya, aku hanya tergoda olehmu. " Brian meyakinkan Jia.


" Kau hanya berdua dengannya? disini? " tanya Jia yang mendapat kan anggukan dari Brian.


" Sorry jika aku mengganggu kalian. " Ucap Dinda di ambang pintu. " Kita liat nanti Jiandra,kali ini kau bisa bermesraan dengan mas Brian. "


" Tidak apa, masuklah.. " ucap Brian.


Jia segera turun dari pangkuan Brian, sebelum keluar Jia mengecup bibir Brian.


" Cih, sengaja sekali kau melakukannya di depanku. "batin Dinda ketika melihat Jia mengecup bibir Brian di depannya.


" Kita liat saja, malam ini Brian akan bersamaku, menjadi milikku. " ucap Dinda pada Jia, ketika berpapasan di ambang pintu.


Sebenarnya Jia kesal sekali dengan ucapan Dinda, tapi dia tidak ingin terlihat lemah di depan Dinda.


" Kau akan bersamanya, tapi kau tidak bisa menyentuhnya. " jawab Jia lalu meninggalkan Brian dan Dinda.


" Kau!! " Dinda geram dengan ucapan Jia.


Di luar ruangan, Jia terasa panas membiarkan suaminya dan Dinda berduaan, meskipun tau mereka hanya mengerjakan pekerjaan saja, tidak lebih.


Jia yang mendapat kan ide, langsung meraih benda pipih untuk menghubungi seseorang.


" Kau akan mendapat bala bantuan Dinda.. " ucap Jia.


*


*


*

__ADS_1


( Coba tebak, siapa yang terganggu mendapat tlp dari jia?🤣🤣🤣)


__ADS_2