
Brian telah bersiap menunggu kedatangan mempelai wanitanya, perasaan yang sangat bahagia terlihat di raut wajah tampannya.
" Daddy.. Apa Sean akan punya mommy baru? " Tanya Sean yang berdiri di samping Brian bersiap menyambut kedatangan Jia.
" Iya sayang, apa Sean senang mempunyai mommy baru? " Tanya Brian sambil mengelus pipi putranya dan sedikit membungkukan badannya.
" Iya.. Sean senang sekali punya mommy baru, Sean juga senang melihat daddy punya mommy yang sangat cantik. Apa daddy akan menikah dengan moji?" Tanya Sean
" Iya.. Daddy akan menikah dengan mommy jia" Jawab Brian dan kembali menegakkan badannya.
" Cucu oma.. Ganteng sekali sayang" Ucap Renatta yang menghampiri Brian dan Sean. Renatta memandangi putranya, dia tak percaya Brian akan menikah lagi dan terlihat sangat bahagia, berbeda dengan pernikahannya yang dulu.
" Kau sangat tampan nak, apa kamu bahagia nak dengan pernikahan ini? " Ucap Renatta sembari mengelus pipi Brian.
Brian tersenyum mendengar perkataan mamanya" Aku sangat bahagia mah, menikah dengan wanita yang sangat aku cintai "
" Apa dia adalah gadis yang di foto itu? " Tanya Renatta untuk memastikan kebenarannya, karena selama kejadian di mall pertama kali bertemu dengan Brian, Brian belum menjelaskan apa yang terjadi waktu itu.
" Iya mah, jia adalah gadis itu" Jawab Brian dengan senyum.
Renatta pun senang mendengarnya, dia yakin kali ini pernikahan putranya akan membuat Brian bahagia. Renatta ingat sekali pernikahan Brian dan Dinda terlihat seperti tekanan bagi keduanya.
Jia dan keluarganya tiba di hotel tempat dimana pernikahannya berlangsung. Di sambut dengan hangat oleh Brian dan keluarga.
Mereka berdua terlihat sangat serasi, tampan dan cantik. Kedua mempelai menjadi pusat perhatian para tamu undangan. Sedangkan Valentino dan Tiara tidak kalah menjadi pusat perhatian juga, Valent yang tampan dan penuh karismatik di dampingi istrinya yang terlihat anggun.
Mirra dan jody pun tak luput dari pandangan semua tamu undangan, pasalnya mereka masih terlihat mempesona meski tidak terlihat muda lagi.
Jia terlihat kagum dengan dekorasi yang sangat mewah. Dia tidak menyangka pernikahannya akan dilangsungkan dengan sangat megah, mengingat waktu untuk mempersiapkan pernikahannya cuma satu minggu.
" Apa kau suka dengan semua ini sayang? " Tanya Brian kepada jia yang berjalan beriringan menuju altar. Dan Brian memanggil jia dengan sebutan sayang.
Jia mengangguk " Kenapa bisa? Aku pikir acaranya akan sederhana. "
" Tidak ada yang sederhana buat kamu sayang, apa pun akan ku lakukan agar kamu senang" Ucap Brian.
" ..... " Jia tak menjawab. Hanya senyum yang terpancar dari wajahnya. Terlihat jelas sekali jia sangat bahagia akan pernikahan ini.
Janji suci telah di ucapkan. Kini mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Banyak tamu undangan yang menghampiri mereka berdua untuk mengucapkan selamat. Tidak terlalu banyak tamu undangan yang datang karena cuma kerabat dekat dan petinggi rekan bisnis keluarga Nugroho dan Mahess.
Meski tidak terlalu banyak tamu undangan, namun jia kelelahan untuk menyambut ucapan selamat dari mereka.
Jam menunjukan pukul 3 sore
" Sayang, apa kamu lelah? " Tanya Brian yang berdiri di samping Jia.
" Iya, aku sangat lelah.kakiku pegal sekali" Ucap jia.
" Bertahanlah sebentar lagi, acaranya akan segera selesai. Apa mau aku pijit? " Tanya Brian, dan segera membungkuk ke arah kaki jia.
" Tidak. Tidak usah.. " Tolak jia. Brian pun segera berdiri.
Terlihat mirra dan jody menghampiri mereka.
__ADS_1
" Selamat ya sayang, mama bahagia sekali akhirnya anak mamah sudah menikah" Ucap mirra yang langsung memeluk putrinya dan bergantian memeluk sang menantu.
" Terima kasih mah " Jawab Brian dan jia bersamaan.
" Selamat ya sayang " Giliran jody yang mengucapkan selamat tak lupa memberi pelukan kepada mereka berdua. " Tolong jaga jia dengan baik ya! " Ucap jody yang ditunjukan pada Brian.
" Iya pah, pasti Brian akan menjaganya dengan baik" Jawab Brian.
" Wah.. Wah.. Adik kakak sekarang sudah ada yang punya.. Selamat ya " Ucap Valent yang tiba2 datang menghampiri. Jia pun memeluk kakaknya.
" Selamat ya bro, jaga jia dengan baik! " Ucap Valent pada Brian.
" Thanks bro, jangan khawatir. Aku akan selalu menjaganya " Brian.
Setelah mengucapkan selamat kepada kedua mempelai Valent dan Tiara berpamitan untuk pulang, karena acara sudah hampir selesai.
" sayang, sebaiknya kamu beristirahat, biar para tamu mama dan papa yang menemaninya sampai selesai " ucap mirra kepada putrinya yang terlihat sangat kelelahan.
" iya sayang, sebaiknya kalian cepat beristirahat" saut jody.
" baik pah, kami permisi dulu" jawab Brian sambil menggandeng tangan jia meninggalkan acara tersebut.
Karena acara di langsungkan di hotel, Brian dan jia malam ini menginap di hotel tersebut. tentu saja itu saran dari Renatta dan kedua orang tua jia, agar malam pertama mereka tidak ada yang mengganggu.
"kenapa tidak pulang saja! kenapa harus menginap disini.huh..menyebalkan sekali. awas saja kau brani menyentuhku. akan ku patahkan lehermu" batin jia.
Saat perjalanan menuju ke kamar keduanya hanya hening, larut dalam pikiran masing-masing.
" aku bahagia sekali jia, akhirnya kau menjadi milikku, hanya milikku. aku akan berjuang mendapatkan hatimu kembali entah sampai kapan, aku pasti akan menunggumu" batin jia.
" apa yang dia lihat.kenapa menatapku seperti itu! " batin jia.
" ada apa dengannya. kenapa terlihat seperti singa yang mendapatkan mangsanya. "batin Brian.
Tiba di kamar mereka.terlihat kamar yang sangat indah seperti kamar pengantin pada umumnya. Ranjang yang berukuran besar dihiasi dengan kelopak bunga mawar merah berbentuk hati, tak lupa dengan lilin beraroma membuat suasana semakin romantis.
Jia terdiam,tatapannya hanya tertuju pada ranjang yang ada di depannya, entah apa yang ada di pikirannya.
" apa kau suka? " tanya Brian yang mengikuti arah pandangan Jia yang tertuju pada ranjang.
" hah.. emm.. tidak! " ucap Jia dengan gugup.
" benarkah? " Brian berjalan semakin dekat kearah jia.
" mau apa kau? menjauhlah!.. " jia berjalan mundur menghindari Brian yang semakin mendekat.
" kenapa? apa kamu takut pada suamimu ini " bukannya mundur, Brian semakin mendekat sehinga jarak di antar mereka sangatlah dekat. jia pun tak bisa menghindar, karena tak ada ruang untuk dia mundur. kedua mata mereka saling bertemu, Kini tangan kekar Brian telah melingkar di pinggang istrinya.
" aa.. pa yang akan kamu lakukan. " ucapannya terbata, jantung jia bergetar hebat.
" menurutmu apa yang akan aku lakukan?tentu saja aku akan melakukan selayaknya yang dilakukan suami istri pada umumnya. " jawab Brian. seringai yang tersirat di wajah Brian untuk menggoda istrinya.
" ti... tidak! aku tidak mau. jangan harap kau bisa menyentuhku. " ucap Jia yang menolak Brian. tanpa Jia sadari Brian terluka dengan ucapannya. tetapi Brian memilih menahan amarah sekaligus kesedihannya. Brian akan sabar menunggu cintanya kembali.
" baiklah.. aku tidak akan menyentuhmu. aku akan sabar menunggumu " Brian melangkah mundur menjauhi istrinya. " mandilah, segarkan tubuhmu " ucap Brian yang kini sudah duduk di sofa.
__ADS_1
Tanpa berkata apapun Jia menuju kamar mandi. cukup lama Jia berada di dalam sana, setelah selesai, gantian Brian yang membersihkan diri.
Jia memutuskan segera tidur dan menyelimuti tubuhnya untuk menghindari Brian.
Brian keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya sudah terlelap, segera ia memakai baju tidurnya dan menyusul Jia. merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
" apa kau sudah tidur? " tanya Brian. karena tidak ada jawaban, Brian memiringkan tubuhnya menghadap jia yang memunggunginya.di usap kepala jia kemudian di kecup.
" kau pasti lelah. tidurlah.dan maafkan aku telah membuatmu terluka. aku sangat menyayangimu" ucap Brian. sebenarnya Jia hanya pura -pura tertidur. dia mendengar semua apa yang Brian katakan padanya.
Lama Jia terdiam, usahanya untuk segera tidur tak kunjung juga.mencoba berkali-kali memejamkan matanya untuk tertidur tapi sulit sekali.
Jia membalikan tubuhnya sehingga berhadapan dengan suaminya. Jia menatap wajah tampan suaminya. mengabsen dengan telunjuknya dari alis, mata, pipi, hidung dan berhenti di bibirnya.
" kenapa dia bisa tertidur pulas dengan keadaan seperti ini. aku saja tidak bisa tidur.
'apa dia terlalu lelah? ah tentu saja dia cepat lelah. dia kan sudah tua! '
'kenapa kau mengkhianatiku?'
'kenapa kau sangat menyebalkan'
' aa.. pa kau dulu sangat mencintai istrimu? '
'aku sangat membencimu! '
' tapi.. aku juga mencintaimu' kau benar-benar membuatku kacau "
Jia mengeluarkan pertanyan yang ada di hatinya, sambil memainkan jari telunjuknya di dada pidang suaminya. karena terlalu lelah Jia pun tertidur.
Dialeg Jia sedari tadi tanpa Jia sadari Brian mendengarkan semuanya. karena Brian hanya berpura-pura tertidur.Sama seperti jia, Brian pun tidak dapat tidur meski sudah berusaha untuk tertidur tepat saat Jia membalikan tubuhnya, Brian segera memejamkan matanya.
Brian tersenyum dalam hati mendengarkan apa yang Jia katakan.
" aku juga sangat mencintaimu Jia. aku berjanji akan membuatmu selalu bahagia dan selalu berada disisiku "batin Brian.
-
-
-
-
Pernikahan inilah yang menjadi awal Buat Brian mendapatkan kembali cinta Jia dan kepercayaannya.
Berjuanglah Brian...!!!
-
-
-
jangan lupa like, komen, vote biar author semangat buat tiap hari update episode nya.
__ADS_1
dan maaf kalau author banyak typo.