Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Kebenaran Sean


__ADS_3

Keesokan harinya Brian di buat heran dengan tingkah Jia, biasanya Jia akan melarang jika Brian menghabiskan waktu libur di hari minggu untuk berolahraga, tetapi pagi ini Jia sangat antusias menginginkan Brian berolahraga seharian.


Tidak hanya itu, di siang hari Jia mengajak suaminya untuk bersantai, tetapi bukan santai seperti apa yang Brian pikirkan.


" Kapten, lakukanlah dengan benar. " Jia mengomentari kegiatan Brian.


" Ini sudah benar, aku melakukan nya seperti apa yang kau suruh. " bantah Brian.


" Tapi bukan seperti itu. Gerakan ke kanan lalu ke kiri atau sebaliknya." Jia.


" Kau ini cerewet sekali. Menurut saja padaku, aku juga bisa melakukan nya dengan baik tanpa kau suruh. " Brian menjawab dengan wajah sedikit kesal.


" Kau mengatai ku cerewet? kau jahat sekali. " Jia memalingkan wajahnya.


Brian menghela nafasnya. " Salah lagi. " batin Brian.


" Iya, maafkan aku. Aku akan melakukannya dengan benar. " Brian lagi - lagi harus mengalah menahan amarah nya.


Bagaimana tidak kesal? seorang Briano Al Nugroho CEO Diamon group, mantan anggota militer saat ini sedang mengecat kuku di jemari lentik istrinya yang tak lain adalah Jiandra Aurora Mahess.


Tanpa merasa bersalah Jia meminta suaminya untuk melakukan hal yang tidak pernah terbayangkan sama sekali oleh Brian. Bagaimana jika para karyawan nya melihat Brian tengah mengecat kuku istrinya. Sungguh memalukan sekali bukan?


Tetapi Brian melakukan semua itu karena dia sangat mencintai istrinya. Apapun akan Brian lakukan demi membahagiakan istrinya.


***


" Tuan... " ucap pak Sam di sela kegiatan Brian yang tengah menandatangani beberapa file.


" Iya. " jawab Brian tanpa menoleh ke arah pak Sam yang memilih sibuk dengan beberapa file.


" Saya mendapat info dari asisten pak Morgan, beliau sedang dalam perjalanan menuju ke sini. " ucap pak Sam.


Brian berhenti sejenak, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah pak Sam. " Morgan? " Brian berusaha mengingat nama itu.


" Iya tuan, minggu lalu beliau mengundang anda untuk makan malam, tetapi tuan bilang agar menunggu anda pulang dari bulan madu. " jelas pak Sam.


" Oh.. iya, aku mengingatnya. Tapi kenapa dia ingin sekali bertemu dengan ku? " Brian merasa heran, untuk apa ingin menemuinya mengingat di antara meraka tidak saling kenal dan tidak ada kerjasama.


" Entahlah tuan, seperti nya ada hal penting. " Pak Sam.


" Baiklah, jika sudah sampai bawa keruangan ku. " Brian.


Tidak terlalu lama setelah pak Sam berbicara mengenai Morgan, lelaki yang di bicarakan telah tiba di Diamon group.


Morgan Yamazaki, pria keturunan Indonesia, jepang dan Jerman yang di dominasi wajah bulenya, terlihat tampan di usianya yang tidak lagi muda, lelaki berusia 43 tahun tetapi berperawakan 30 tahunan, lebih muda dari usianya. Di tambah penampilannya yang memang mendukung kesempurnaan nya.


Morgan yang baru saja menginjakan kaki nya di Diamon group telah di sambut oleh pak Sam yang memang sengaja menunggu kedatangannya.

__ADS_1


Morgan nampak datang dengan segrombol pria berbadan tegap layaknya bodyguard di belakangnya. Pak Sam menyambutnya dengan hormat, mengantarnya segera ke ruangan Brian.


Setelah sampai ke ruangan Brian, pak Sam dan beberapa orang berpakaian Hitam - hitam yang sedari tadi mengekori Morgan menunggunya di luar, hanya menyisakan Brian dan Morgan di ruangan itu.


Brian menyambut hangat kedatangan Morgan, setelah beberapa saat berkenalan dan bercerita mengenai pekerjaan masing - masing, tanpa basa basi Brian segera bertanya maksud dan tujuan Morgan menemuinya.


" Jadi, apa tujuan anda yang ingin menemui saya? " tanya Brian.


" Tujuan saya menemui anda adalah untuk menjemput anak saya. " jawab Morgan.


Brian mengerutkan keningnya. " Anak? aku tidak mengenal anak anda. Apa hubungan saya dengan anak anda? " tanya Brian.


" Sean, aku ingin menjemputnya. " Morgan menjawabnya dengan santai namun tegas, tatapan nya sangat tajam.


Brian terkekeh. " Sean? apa anda sedang bercanda? "


" Tidak, Saya berkata benar. Sean adalah darah daging ku. Aku akan membawanya. " Morgan berkata dengan tegak seakan tak ingin ada penolakan.


deg. deg.


Jantung Brian seakan bergetar mendengarnya, di lihat dari sorot mata Morgan akan keseriusannya. Ingin tidak mempercayai nya, tapi tidak ada kebohongan yang terdapat di mimik wajah Morgan saat ini.


" Apa maksud mu? " Kali ini Brian berucap dengan tatapan mengintimidasi.


" Apa kurang jelas yang aku katakan? " Morgan.


Brian tidak bergeming, hanya menatap wajah Morgan mencari celah kebohongan di sana.


deg. deg.


" Kenapa dia bisa mengenal Dinda? " batin Brian.


Tanpa menunggu lama Brian segera memerintahkan pak Sam untuk memanggil Dinda ke ruangannya.


Dinda yang di minta untuk keruangan Brian, terlihat sangat senang, Dinda berfikir bahwa Brian akan mulai menerima nya, karena jarang sekali Dinda di minta keruangan Brian, Apalagi Brian kali ini yang meminta langsung meski melalui pak Sam.


Langkah Dinda sedikit memelan ketika melihat beberapa pria berbadan tegap berdiri di depan ruangan Brian.


" Ada apa ini? " batin Dinda.


Ceklek...


Dinda membuka pintu ruangan Brian, Badannya mematung bergetar, wajahnya terlihat pucat pasi melihat seseorang yang kini tengah duduk dengan Brian.


" Mo.. Morgan... " lirih Dinda.


Brian yang melihat Dinda dengan tubuh yang bergetar semakin murka, seakan jelas bahwa apa yang di katakan Morgan benar adanya.

__ADS_1


" Dinda.. jelaskan semua ini! katakan jika semua ini tidak benar. " Brian meninggikan suaranya, rahangnya mengeras terlihat sedang menahan amarahnya.


Dinda memilih bungkam, pandangannya masih tertuju pada Morgan.


Melihat Dinda yang hanya diam, Brian segera berdiri menghampiri Dinda, tangannya tanpa ragu mencengkram kuat rahang Dinda. " Dinda katakan yang sebenarnya padaku!!!! "


" Aku.. aku... " Dinda terbata.


" Dinda jelaskan padanya, jika tidak bisa, aku yang akan menjelaskan nya. " ucap Morgan dengan santai.


" Dinda!!! " Brian semakin kuat dengan cengkraman nya. " Apa benar Sean bukan anak ku!! "


Dinda memejamkan matanya, tangisannya mulai menjalar membasahi pipinya dengan ragu Dinda menganggukan kepalanya.


Brian menghempaskan Dinda hingga tersungkur ke lantai. Brian merasa hancur menerima kenyataan ini, meremmas rambutnya frustasi.


Air mata tak terasa mengalir di wajahnya, air mata kesedihan yang kedua kalinya ia keluarkan, setelah ke pergian Bimo adiknya.


" Dinda, kau membohongi ku!!! " ucap Brian dengan suara parau.


Morgan hanya diam tanpa merasa bersalah, wajahnya tampak tenang. " Aku akan membawa Sean secepatnya. " Morgan berdiri dan meninggalkan ruangan Brian.


Pak Sam yang masih setia menunggu di luar segera masuk setelah kepergian Morgan. Betapa terkejut nya melihat Brian menangis pilu, tak jauh dari sana Dinda pun menangis terisak.


Dinda bertemu dengan Morgan ketika dia berlibur ke Jepang. Dinda yang kala itu sedang kalut memikirkan nasibnya yang akan di ceraikan oleh Brian.


Tidak sengaja bertemu dengan Morgan di sebuah club, mengetahui jika Morgan adalah pria yang kaya raya, Dinda segera menjerat dengan berbagai cara agar mendapatkan Morgan sebagai ganti Brian.


Namun naas setelah mengetahui dirinya hamil mengandung anak Morgan, dia juga mengetahui jika Morgan adalah pria yang mengerikan. Morgan adalah ketua mafia yang sangat di takuti di negara Jepang.


Morgan terkenal sebagai pria yang sangat kejam, tidak kenal ampun pada siapa pun yang mengusik kehidupan nya, apalagi dengan para musuhnya, dia tidak segan membunuhnya dengan cara yang keji.


Karena Dinda tidak ingin hidup bersama Morgan, Dinda merencanakan kebohongan besar untuk mengikat Brian kembali.


*


*


*


Terimakasih para readers sudah setia membaca karyaku ini. Jika kalian sudah sampe episode ini, kalian pasti merasa lega kan?


Kapten Brian nggak pernah menghianati Jia. seneng kan? 😁😁 author juga seneng.


Banyak yang macet lanjut baca karena penghianat an Brian, itu buat aku sedih. kenapa sih gk ngertiin author. πŸ™‚πŸ™‚ coba kalian lanjut baca ngikutin alur..... 😁😁😁


Terimakasih juga sudah mau nunggu up dari author yang gk rajin tiap hari. Author juga sibuk di dunia nyata ( sok sibukπŸ˜‚)

__ADS_1


Oh iya jangan lupa baca Adrian Haidar yak. Kalau bayak yang like dan komen, author bakal sering up walau gk tiap hariπŸ˜‚


bye.. bye..


__ADS_2