Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Menginap


__ADS_3

Setelah mengantarkan Jia kerumah mama mertuanya, Brian segera kembali kerumahnya. Suasana hati Brian sangat baik hari ini, karena hubungannya bersama Jia sedikit lebih maju. Jia bisa menerima nya kembali walau belum sepenuh nya.


Mini Cooper yang di kendari Brian telah sampai ke pekarangan rumahnya. Senyum yang tadinya terluas di wajah tampan Brian seketika terhenti ketika melihat seseorang yang berdiri di samping pak Sam. Wajah tampannya berubah menjadi datar dan dingin.


" Sedang apa dia di sini! " dialeg Brian sembari membuka pintu mobil kemudian turun dari mobilnya.


Pak Sam menunduk hormat menyambut kepulangan Brian. Sedangkan Dinda tersenyum lebar kepada Brian. Yah... Orang yang berdiri di samping pak Sam adalah Dinda.


Tujuan Dinda kesini untuk menemui Sean, tetapi ada tujuan lain, selain menemui Sean. Dinda ingin mengetahui Istri baru dari mantan suaminya. Memastikan bahwa tebakan dia memang benar, Pernikahan Brian tidaklah harmonis seperti pernikahan nya dulu bersama Brian.


Karena Dinda tau wanita yang paling di cintai Brian adalah wanita kampung yang berada di perbatasan tempat dulu Brian bertugas. Hal itu yang membuat Dinda tidak ingin melepaskan Brian begitu saja.


" Mas, mas dari mana? kenapa baru pulang. " tanya Dinda ketika Brian mendekati pintu masuk.


" Bukan urusan mu! " jawabnya ketus tanpa menghentikan langkahnya.


" Selamat sore tuan " pak Sam menyambut Brian.


" hemm. " Brian memasuki rumahnya tetapi kembali menghentikan langkahnya dan membalikan badannya. " pak Sam kenapa kau diam saja! mau sampai kapan kau berdiri di situ. Aku ingin segera menyelesaikan pekerjaan ku! "


" Baik tuan, " ucap pak Sam kemudian mulai melangkah masuk ke rumah di ikuti Dinda berjalan di belakangnya. " tuan ini aneh.Bukannya dia sendiri yang melarangku memasuki rumahnya! " batin pak Sam.


Brian dan pak Sam memasuki ruangan kerja milik Brian. Sedangkan Dinda menemui Sean yang sedang berada di kamar nya bersama suster Lili. Sore ini Renatta belum kembali ke rumah.


" Sean... mommy datang sayang... " sapa Dinda ketika memasuki kamar Sean tanpa mengetuk pintu. Sean yang sedang bermain dengan suster Lili segera mengalihkan pandangannya.


" Mommy. " ucapnya terkejut. Dinda memang jarang sekali menemui Sean karena memilih sibuk dengan pekerjaan dan kegiatannya.


" iya sayang ini mommy, apa Sean tidak merindukan mommy? " ucap Dinda merentangkan kedua tangannya menyambut Sean ke dalam pulukannya.


Tidak perlu menunggu lama Sean pun berlari kepeluka Dinda. " Mommy. Sean kangen sama Mommy. "


" Mommy juga kangen sama Sean " Dinda mengelus pundak Sean.


" Mommy. Kenapa Mommy lama sekali menemui Sean? "


" Mommy sibuk sayang. Mommy janji akan sering menemui Sean. "


" Yeayyyy... benar Mommy akan sering menemui Sean? "


" iya sayang. emmm.... apa Sean suka dengan Mommy baru Sean? " tanya Dinda.


" iya Mommy.. Sean suka sama Moji. Dia baik dan sangat cantik "


" Moji??? " Dinda mengeryitkan keningnya lalu beralih menatap suster Lili seraya bertanya.


Suster Lili mengerti akan tatapan Dinda." Moji itu Nona Jia bu, istri tuan. Sean memanggilnya Moji Mommy Jia. " jelasnya.

__ADS_1


" Ooohhh.. " Dinda.


Setelah lama menemani Sean, Dinda pergi kedapur untuk mengambil segelas air putih untuk yang merasa haus.


" bu Dinda.. " sapa bi Santi.


" Hai bi. Apa kabar? "


" Baik bu. Ibu mau minum apa? nanti bibi buatkan. " tanya bi Santi.


" Tidak usah bi, minum air putih saja sudah cukup. " ucap Dinda.


" Baik bu. Saya permisi dulu mau ke halaman belakang. " ucap bi Santi pamit meninggalkan Dinda.


" Tunggu bi, saya mau tanya. Apa istri Brian ada di rumah? "


" em, kata tuan Nona Jia tidak pulang, mau menginap di rumah orang tuanya. " jelas bi Santi. bi Santi sebelumnya sudah tau dari Brian saat akan menanyakan menu untuk makan malam.


" Oh iya bi, terimakasih "


" Sama - sama bu " bi Santi pun meninggalkan Dinda untuk melanjutkan pekerjaan nya di halaman belakang.


" Sudah ku duga, pernikahan mereka sama seperti pernikahanku dulu. Menaklukan hati Brian sangatlah susah! " dialeg Dinda.


Karena sudah mendapatkan info yang di harapkan, Dinda memutuskan untuk segera pulang.


" pak Sam. Apa selama ini kau tau kalau Jia bekerja di kantor! " tanya Sean tanpa mengalihkan pandangannya yang fokus menatap komputer nya.


" iya tuan. Maafkan saya. Nona Jia yang meminta menyembunyikannya dari tuan. "


Brian hanya menganggukan kepalanya menerima jawaban dari pak Sam.


pak Sam mengambil nafas sebelum berbicara kembali. " Tuan.. Nona Jia belum lama memberikan saya sebuah mobil. Sebagai tanda permintaan maaf kepada saya. Saya sudah menolaknya tetapi Nona memaksa saya untuk menerimanya. " jelas pak Sam.


" Jika tuan tidak berkenang, saya akan mengembalikannya. " ucapnya lagi. Pak Sam takut jika pemberian dari Jia berlebihan menurut Brian.


" Tidak usah, kau terima saja pemberiannya. Aku tidak keberatan. " ucap Sean.


Pekerjaannya selesai hingga pukul sepuluh malam.


Pak Sam segera pamit pulang, menemui istri dan anak yang menunggu kepulangannya. Sedangkan Brian bergegas menemui istrinya, tidak lupa sebelum berangkat Brian menemui Sean yang sudah tidur dan memberikan kecupan sayang di dahinya.


*****


Sudah hampir tengah malam, Jia belum juga bisa tidur. Tubuhnya sedari tadi berguling ke kanan dan kiri mencari posisi tidur yang nyaman, tetapi tidak kunjung tidur, Entah apa yang membuatnya gelisah sehingga tidak bisa memejamkan matanya.


Sepertinya jia sudah terbiasa tidur dengan seseorang di sampingnya. Jia memutuskan keluar dari kamarnya, jika Mirra dan Jody tidak keluar kota,mungkin Jia akan tidur bersama mereka.

__ADS_1


Karena tidak ada pilihan lain, Jia melangkahkan kakinya menuju kamar kakaknya, kamar Valent dan Tiara. Hal seperti ini sudah biasa terjadi, saat jia belum menikah, tengah malam Jia terbangun mengganggu tidur orang tuanya atau kakak tercintanya.


Dengan mata yang sudah berat Jia sampai di depan pintu kamar Valent.


Ceklek.... Jia membuka pintunya perlahan, terdengar suara musik klasik nan romantis saat pintu terbuka, seketika Jia membulatkan kedua matanya, melihat pemandangan yang seharus nya tidak dilihat oleh Jia. Dengan cepat Jia menutup kembali pintu kamar perlahan, tidak menimbulkan suara yang akan menarik perhatian Valent dan Tiara.


Jia berjalan menuju kamar, pikirannya masih terbayang apa yang tadi dilihat olehnya.


" Astaga... kak Tiara sangat liar sekali! " lirih Jia membayangkan hal int*m yang dilakukan oleh Valent dan Tiara, Jia melihat dengan jelas adegan romantis itu.


" Apa kak Valent sungguh sangat lemah? " lagi - lagi Jia membayangkannya. Melihat Tiara yang memimpin permainannya membuat Jia berfikir Valent sangatlah lemah.


Jia melangkah dengan tatapan kosong dan pikiran masih melayang - layang entah kemana. Brian yang baru datang, Jia sama sekali tidak menyadarinya bahkan saat Brian berjalan mengekori Jia.


" Sungguh sangat liar!!! " ucap nya lagi tanpa sadar.


" Apa yang sangat liar?? " tanya Brian yang membuat Jia tersadar dari lamunanya.


" Kau mengagetkan ku Brian!! " ucap Jia.


" Apa yang kau katakan? apanya yang liar? " tanya Brian.


" emm...mmm bukan apa - apa! kapan kau datang? " tanya nya mengalihkan pembicaraan.


" Aku baru saja datang, dan melihatmu berjalan di tengah kegelapan. Jadi? apa yang kau katakan tadi, apa nya yang liar? " Brian masih penasaran dengan apa yang Jia katakan.


" Aku.. aku tadi......... "


*


*


*


*


*


*


**Hai reader's jangan lupa like, komen dan Votenya.


Terimakasih sudah setia membaca karyaku ini.


Maaf jika masih banyak typo.


Sampai jumpa lagi di episode berikutnya....

__ADS_1


bye.. bye**...


__ADS_2