Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Olahraga


__ADS_3

Pukul 4 pagi, ketika sepasang kekasih sudah benar - benar terlelap dalam tidurnya, Dinda mengendap - ngendap untuk keluar dari kamar.


" Sungguh sial aku!! " gerutunya setelah keluar dari kamar.


~


Keesokan harinya, Pak Sam dan Nino melanjutkan pekerjaannya, karena selama Brian pergi berbulan madu mereka di boleh kan untuk mengambil cuti.


Brian tengah bercanda dengan Sean, disana juga ada Renatta dan Dinda. Sedangkan Jia belum bangun dari tidurnya. Yah, seusai berolahraga malam dengan Brian, Jia selalu kelelahan dan bangun sedikit siang.


Renatta yang sudah tau pun mulai terbiasa dan mengerti, sama sekali tidak mempermasalahkan, apalagi Renatta sangat tau semua itu ulah putra tercintanya.


***


Pukul 09.15 Jia terbangun dari tidurnya, dengan tubuh yang masih polos terbalut oleh selimut. Jia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


***


Cukup lama Brian bermain dengan Sean, kini Brian beranjak untuk melakukan rutinitas di hari minggu.


" Pak Briano, saya baru mendapat email atas nama bapak Morgan, beliau ingin bertemu dengan anda. " ucap Nino ketika Brian hendak berlalu dari ruang keluarga.


" Morgan? siapa dia? " tanya Brian yang merasa asing dengan nama tersebut.


" Sepertinya, beliau ingin bertemu untuk masalah pribadi bukan menyangkut bisnis. " jawab Nino yakin, karena info yang di dapat dari asisten pribadi Morgan mengatakan demikian.


" Baiklah, atur jadwal setelah aku pulang dari liburan ku. Itu pun kalau dia mau menunggu. " Brian.


Pembicaraan Brian dan Nino tidak lepas dari pendengaran Dinda. Wajahnya terlihat pucat pasi setelah mendengarkan percakapan mereka.


" Morgan? apa dia orang yang sama? aku harap dia bukanlah Morgan yang aku kenal. "batin Dinda.


Jia yang sudah rapi dengan pakaian santainya segera turun untuk menemui Brian, benar saja Jia melihat Brian sedang berbicara dengan Nino berdiri tidak jauh dari pintu ruang kerja.


" Kapten.. " panggil Jia.


" Sayang kau sudah bangun. " Brian mengulurkan tangannya untuk menyambut kedatangan istrinya.


Jia hanya menganggukan kepalanya.


" Apa yang kau lihat! turunkan pandangan mu. " tegur Brian pada Nino yang melihat Jia dengan tatapan terpesona.


Bagaimana Nino tidak terpesona? melihat jia dengan dress rumahan, wajah polosnya tanpa make up terlihat begitu cantik dan menggemaskan.


" Maafkan saya pak. " Nino langsung menundukan pandangannya.


" Kapten, apa kau akan bekerja lagi? " tanya Jia.

__ADS_1


" Tidak sayang, aku akan berolahraga. Pekerjaan biarkan pak sama dan Nino yang mengurusnya. " Brian.


" Berolahraga? " Jia.


" Iya. "


" Olahraga apa? dimana? " tanya Jia.


" Semua, Olahraga di lantai atas.. " Brian.


Jia seketika mengingat berbagai macam alat yang tersedia di lantai atas untuk berolahraga.


" Tidak usah!! aku melarangnya. " saut Jia.


" Kenapa? Olahraga itu sangat sehat. " Brian.


" Aduh.. bagaimana aku mengatakannya. Tidak mungkin aku berbicara yang sebenarnya. " batin Jia.


" Sayang.. kenapa melamun. " Brian.


" Ah, tidak... aku bilang tidak usah berolahraga. dan mulai sekarang kau dilarang keras untuk berolahraga! " Jia.


Brian mengernyitkan keningnya. " Kau ini kenapa? " Brian masih heran apa yang ada di pikiran Jia, kenapa melakukan olahraga dilarang nya.


Brian melanjutkan langkahnya untuk menaiki tangga menuju lantai atas.


" Brian, aku bilang tidak boleh, kenapa kau susah sekali menuruti ku. " Jia mengekori Brian.


Jia di buat kesal karena Brian tidak menurutinya, sehingga ucapan yang tertahan akhirnya di ungkapkan juga. " Kau ini tanpa berolahraga sudah begitu kuat. Berolahraga kau akan benar - benar menghabisiku setiap malam. Aku tidak suka! " pekik Jia.


Brian pun terkekeh mendengar penuturan istrinya, " Jadi itu alasannya?justru aku lebih bersemangat untuk melatih otot tubuh ku agar tidak mudah lelah. " Brian menggoda istrinya.


" Brian!!!!!! " Jia segera mengejar Brian yang sempat tertinggal, dengan cepat Jia melompat ke punggung Brian, mencoba menghambat langkahnya.


Brian dengan sigap mempererat lengannya menopang tubuh ramping istrinya agar tidak terjatuh. Bukan hambatan bagi Brian dengan beban tubuh Jia dalam gendongannya, membawanya ikut serta untuk menemani kegiatan olahraga nya.


Nino yang sedari tadi mendengar dan memperhatikan drama Brian dan Jia hanya menggelengkan kepalanya. Nino bukanlah pak Sam yang sudah terbiasa melihat tingkah laku mereka.


" Bagaimana pak Briano tidak tergila - gila pada Nona Jiandra, selain cantik dia juga sangat menggemaskan. " gumam Nino.


***


Dilantai atas, Brian memulai kegiatan berolahraga. Tidak hanya satu melainkan semua alat - alat canggih untuk berolahraga yang tersedia di gunakan semuanya.


Keringat yang bercucuran terlihat sangat sexy di mata Jia. Pemandangan ini sering di lihat waktu Jia di perbatasan, Brian seringkali melatih otot - otot tubuhnya dengan berolahraga.


Jia dengan telaten membantu membasuh keringat suaminya dengan handuk kecil. Niat untuk mencegah Brian untuk berolahraga terlupakan, bagaimana tidak? Jia bagai tersihir setelah melihat tubuh kekar suaminya dengan intens.

__ADS_1


Walau sudah sering melihat dan merasakannya, kali ini benar berbeda, Jia dapat mengamati dengan jelas dan seksama.


" Sayang.. kau mengagumi ku? " Brian.


Jia segala sadar dari lamunanya lalu tersenyum. " Sudah tau masih bertanya. " Jia mengerucutkan bibirnya.


Jia mulai meneliti otot kekar suaminya dengan jemarinya, tanpa sadar jemarinya kini sudah merambat di dada bidang suaminya.


" Kau menggoda ku sayang. " ucap Brian.


" Aku tidak menggoda mu, jika kau tergoda jangan menyalahkan ku. Salahkan saja pada tubuh mu itu. " Jia.


Brian hanya tersenyum menanggapinya.


" Kenapa kau mempunyai tubuh yang mempesona? dan lagi, kenapa kau begitu tampan! " seru Jia. " Kau pasti senang sekali menjadi pusat perhatian para wanita. Aku tidak suka, jadi cepatlah gemuk,tidak usah berolahraga lagi. " Jia mencibikan bibirnya.


" Aku yang sangat takut ke hilangan mu Jia, apa kau tidak sadar, kecantikan mu bisa membuat para lelaki jatuh cinta pada pandangan pertama, sepertiku dulu. Kau yang sangat special bagiku Jia. " Batin Brian.


" Tidak usah khawatir, tubuh ini akan selamanya menjadi milikmu. Aku tampan hanya untukmu, cintaku hanya untukmu. " Brian membelai sayang wajah istrinya.


" Benarkah? kau harus berjanji padaku. Aku sangat takut kehilangan mu. " ucap Jia, jemarinya tak henti bermain di dada kekar Brian.


Brian segera menggenggam jemari Jia yang masih mengetuk - ngetuk di dadanya. " Jika aku tergoda, maka kau harus bertanggung jawab. " seringai Brian.


" Kau ini, masih saja mesum! " Jia segera melepas genggaman Brian. " Sudahlah, aku akan pergi. Jika aku berlama - lama disini kau akan menghabisiku lagi. " ucapnya seraya meninggalkan Brian.


Sedangkan Brian tersenyum sembari melihat punggung istrinya yang semakin menjauh dari pandangan nya.


*


*


*


*


Reader : Author jangan lama2 up nya.


Reader : Pelit amat up nya cuma satu eps.


Reader : Author tiap hari up donk.


( dan masih banyak lainnya.)


Author : Pengin cepet up nya? pengen gk cuma satu eps tiap up? pengen tiap hari up?


dukunglah terus dengan memberi Vote nya, aku gk pelit up kok kalo kalian dengan senang hati kasih vote yang banyak untuk aku, biar tambah semangat ngetiknya. 😁😁😁

__ADS_1


jangan lupa juga like dan komennya kalau perlu rate nya juga.


Bye.. Bye..


__ADS_2