Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Makan malam


__ADS_3

" pah, sebaiknya kita makan malam dulu, bi tuti sudah menyiapkannya,, ayo nak Brian makan malam bersama kami" ajak mirra yang bangkit dari duduknya dan menggiring jody dan Brian.


" mari nak Brian.. " ucap jody yang berjalan mengikuti mirra.


" baik om, tante, terimakasih.. " jawab Brian yang berjalan beriringan dengan jody menuju meja makan.


" bi, tolong panggilkan jia, valent dan Tia ya bi!!? "perintah mirra sebelum mendudukan diri.


" baik nyonya.." bi tuti pun beranjak menuju lantai dua memanggil jia dan Valent beserta istrinya.


tak lama kemudian Valent dan tiara turun menuju meja makan.


" sepertinya ada tamu istimewa malam ini" ucap Valent ketika melihat Brian dan tak lupa menyapa dan mengenalkan Tiara istrinya.


" apa kabar lent? " sapa Brian berdiri dari duduknya dan menyambut tangan Valent diiringi menepuk pelan punggung Valent.


" baik bro!, kenalin ini Tiara istriku.. " ucap Valent memperkenalkan Tiara.


" Tiara " ucap tiara sambil mengulurkan tangan.


" Brian " balas Brian menyambut tangan tiara dan kembali duduk.


" bi tuti, Jia mana bi? " tanya jody yang belum melihat Jia turun untuk makan malam.


" udah saya panggil tuan, kata non Jia sebentar lagi turun.. " jelas bi tuti yang sedang menata piring.


" oh.. ya sudah, mari kita makan duluan " ucap jody.


mereka melanjutkan untuk makan malam, mirra mengambilkan makanan ke dalam piring jody begitupun tiara menyiapkan makanan Valent.


tuk.. tuk.. tuk..


suara kaki melangkah menuruni anak tangga. dengan wajah yang ditekuk, mata yang sedikit sembab. kedatangannya mengalihkan perhatian orang yang berada di meja makan tak terkecuali Brian.


Brian sedikit tertegun melihat penampilan jia. jia yang memakai kaos dengan kerah V sedikit rendah dan celana pendek yang melihatkan pah* putih mulusnya.


Jia melangkah menuju meja makan, wajahnya sedikit menunduk menutupi mata sembab nya tanpa menyadari di meja makan bertambah seseorang. dan segera duduk tepat di depan brian.


" kau kenapa Jia?? " tanya Valent


" tidak apa-apa!! "


" ehemm.. " Brian berdehem mengisyaratkan keberadaannya. namun Jia yang larut dalam lamunannya tidak memperdulikan nya.

__ADS_1


" Jia, ada apa denganmu sayang? mama liat dari tadi kamu terlihat muram? apa ada masalah? " tanya mirra


" tidak mah, Jia baik-baik saja" sautnya dan segera mengambil beberapa makanan yang tersedia. kegiatannya terhenti melihat tangan kekar yang berada tepat didepannya " siapa dia? bukannya kak Valent duduk di sebelah kak tiara? " gumamnya. karena merasa penasaran jia menengadahkan kepalanya, alangkah kagetnya melihat pria yang ada didepannya.


" kau! kenapa ada disini?!!" ucap jia dengan mata yang melebar masih terkejut. sedangkan Brian hanya tersenyum melihat jia yang terkejut.


" jia, bicaralah yang sopan! dia ini calon suamimu.. " ucap jody sambil menyuapkan nasi dalam mulutnya.


" iya sayang, dan tolong ambilkan makanannya, kau lihat piringnya masih kosong.. " ucap mirra


" tidak mau! kenapa harus aku! dia kan punya tangan sendiri! " tukas jia.


" jia..!! " seru jody penuh tekanan dan menajamkan kan kedua matanya.


" iya, iya, baiklah! " jawab jia dengan memajukan bibirnya beberapa centi.


" jia!! apa kau tidak salah mengambilkan nasi sebanyak itu?? " seru valent yang melihat jia mengambilkan nasi yang menggunung.


" Tidak! dia pasti sangat kelaparan!!" ucap jia dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Valent.


Dan Brian hanya mendengus " sabar, sabar " batin Brian.


" sudah sudah jangan ribut, selesaikan makan dulu baru ngobrol lagi! " ucap mirra yang sedang menikmati makanannya.


Selang beberapa menit Brian minta izin untuk menemui jia.


" om, tante boleh saya bertemu jia sebentar? ada hal penting yang saya ingin bicarakan? " ucapnya tanpa ragu.


" boleh nak, valent tolong antarkan Brian " ucap jody. dan di jawab anggukan valent.


" yaudah mas, Tia ke kamar duluan ya.. " ucap tiara pada valent. " slamat malam pah, mah, Brian" setelah itu beranjak meninggalkan mereka.


" ayo..!! " ajak Valent diikuti Brian.


Sesampainya di depan kamar jia, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Valent masuk diikuti Brian.Terlihat jia yang duduk di sofa masih dengan lamunannya, karena tidak menyadari keberadaan mereka.


" jia!! kau ini kenapa!! kerjaanmu hanya melamun.. " ucap valent yang menyadarkan jia dari lamunannya.


" ck, jangan ganggu aku!! " seru jia


" apa kau masih galau memikirkan pria itu?? " tanya Valent yang kini telah duduk di sofa sedangkan Brian masih berdiri di belakang jia tanpa jia sadari.


" siapa maksud kakak?? " seru jia yang sedikit kesal dengan Valent yang sok tau.

__ADS_1


" Pria yang waktu itu kau peluk di depan kakakmu sendiri! sudahlah lupakan dia, sebentar lagi kau akan menikah! jadi lupakan dia yang membuatmu setiap tahun merasa galau!! " ucap Valent sedikit penekanan.


" maksud kaka siapa sih?? nggak jelas deh!! sok tau banget!! "


"ck, pria yang di perbatasan itu! membuatku malu saja! sudahlah lupakan" Valent beranjak pergi meninggalkan jia. " aku tinggal dulu, berbicaralah dengan dia dan bersiap -siaplah kau akan sakit kepala! " ucap Valent pada Brian yang sedari tadi hanya mendengar percakapan adik kaka itu.


" dan.. jangan berbuat macam-macam sebelum menikah! dia itu adikku! "serunya lagi.


" baiklah.. tidak akan macam-macam" jawab Brian. jia yang masih kaget keberadaan Brian hanya menatap tajam.


" sedang apa kau disini! mengganggu saja! " ketus Jia.


" aku ingin bicara denganmu.. " jawab Brian dan duduk di sofa tempat Valent tadi.


" aku tidak ingin bicara dengan mu!! "


" jia, maafkan aku, bukan maksud aku menghianatimu. aku menik--" belum selesai, jia memotong kalimat Brian.


" tidak usah dijelaskan! aku tidak ingin mendengarkan kisah cintamu itu!!! " ketus jia.


Brian mengambil nafas dalam-dalam dan membuang sembarang. Brian kehabisan kata-kata menghadapi jia.


" aku sama sekali tidak mencintainya jia, izinkan aku menjelaskan semuanya... " ucap Brian memelas.


" ck, tidak mencintainya!! lucu sekali!! " jia berdecak kesal.


" kamu tidak percaya?! aku hanya mencintaimu dari dulu dan sampai sekarang!! " ucap Brian kali ini Brian mencoba meyakinkan jia dengan mengenggam kedua tangan jia. namun ditepis oleh jia.


" kau bilang tidak mencintainya?? hah!! lalu kenapa ada bukti cinta kalian! sudahlah aku tidak mau bicara denganmu lagi!" ucap jia bangkit dari duduknya menjauh dari Brian dan berdiri tepat menghadap jendela, tanpa disadari air mata yang mulai menetes, cepat-cepat jia menghapusnya.


Brian yang merasa tertohok dengan ucapan jia hanya bisa diam tidak bisa menjawabnya,yang dikatakan jia memang benar, Sean terlahir didunia ini meskipun karena sebuah kesalahan. menjelaskannya pun percuma kalau jia masih dipenuhi dengan emosi.


Brian bangkit dari duduknya mendekati jia, dengan kedua tangannya melingkar di pinggang jia dan dagu yang bertumpu di pundak jia.


" maafkan aku.. " hanya kata maaf yang bisa di ucapkan Brian.


" lepaskan!! " jia meronta dari pelukan Brian. namun semakin dia mencoba lepas dari pelukannya Brian semakin erat memeluknya, jia menyerah pasrah menerima pelukan Brian. Pelukan yang sesungguhnya sangat jia rindukan.


" maafkan aku " berulang kali Brian berucap maaf namun jia tak menghiraukannya, jia hanya diam seribu bahasa.


" aku sangat merindukanmu... besok aku akan menjemputmu, kita akan ke butik untuk fitting gaun pernikahanmu.. " ucapnya. Brian mengecup puncak kepala jia dan melepaskan pelukannya sebelum pergi meninggalkan jia.


" aku juga sangat merindukanmu Brian.. " ucap jia lirih setelah kepergian Brian. jia hanya bisa menagis

__ADS_1


"aku bingung, aku harus bahagia karena bisa menikah denganmu???tapi aku tidak Terima kau telah menghianatiku! kau melupakanku! kau bohong padaku! aku benci kamu Brian!! " batin jia.


__ADS_2