Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO
Pura-pura


__ADS_3

Jia segera pamit meninggalkan Mona dan Siska yang sedang menikmati makan siang.


" Mona, Siska aku permisi.. pak Sam memanggilku sepertinya ada hal penting yang ingin di bicarakan " ucap Jia berbohong. mana mungkin Jia mengatakan yang sebenarnya bahwa dirinya mau menemui Brian.


" tapi.. kamu sama sekali belum memakan makananmu.. " ucap Mona yang melihat makanan di piring Jia belum disentuhnya.


" tidak apa, nanti aku bisa pesan lagi.. " jawab Jia yang kini sudah berdiri dari duduknya.


" aku permisi dulu " Jia pamit dan segera menuju ruang kerja suaminya.


" Oke. " jawab Mona dan Siska bersamaan.


*****


Sebelum Jia ke ruangan Brian, Jia terlebih dahulu ke meja kerja mengambil tasnya. Setelah itu Jia bergegas menuju ruangan Brian.


Jia duduk manis di sofa menunggu kedatangan Brian. " lama sekali dia " gerutu Jia yang mulai bosan menunggu Brian tak kunjung datang.


ceklek.. suara pintu di buka.


" Hai sayang, apa sudah lama menungguku? " tanya Brian yang baru datang dan segera duduk di samping Jia.


" lumayan.." jawabnya jutek tidak mau melihat wajah Brian.


" maafkan aku sayang membuatmu menunggu lama " Brian mengelus-ngelus kepala Jia.


Kemudian datang Nino sekertaris Brian membawa makanan untuk makan siang Brian dan Jia. Nino tidak menunggu perintah, dia langsung menata beberapa menu makanan di atas meja.


Brian memiliki tiga asisten, karena pekejaan yang terlalu banyak sehingga membutuhkan sekertaris lebih dari satu. Rea adalah sekertaris Brian yang stan by di kantor, Nino sekertaris yang menemani Brian bekerja di luar kantor, sedangkan Pak Sam sebagai sekretaris dan asisten Brian, membantu pekerjaan di kantor dan keperluan pribadi Brian.


Maka dari itu pak Sam sering menyebut Brian dengan sebutan Tuan, sedangkan Rea dan Nino memanggil Brian dengan Pak. dan di kantor semua karyawan memanggil Brian itu Briano.


setelah menyiapkan makanan di meja, Nino segera keluar dari ruangan Brian meninggalkan pasangan suami istri yang tidaklah lain Brian dan Jia.


" sayang, sebaiknya kita makan dulu. aku membelikan makanan kesukaanmu " Brian.


Melihat makanan kesukaannya Jia tidak bisa menolaknya apalagi perutnya sudah merasa lapar.


Jia memakan makanannya dengan lahap.

__ADS_1


" pelan-pelan nanti kamu tersedak " ucap Brian yang melihat Jia makan dengan begitu cepat.


" iya. cerewet sekali! kau tidak usah mengurusi ku, urus saja dirimu sendiri! "


" sayang.. nanti aku pulang terlambat, ada meeting di luar jam kantor " Brian.


" tidak masalah, kau tidak pulang aku akan senang sekali. tidak ada yang menganggu tidurku! " ucap Jia.


" Ooo... " jawab Brian, ada sedikit rasa kecewa mendengar ucapan yang Jia katakan.


Tidak ada obrolan setelah mereka menyelesaikan makan siangnya. Brian duduk di kursi kebesaran nya yang fokus dengan laptopnya.


Sedangkan Jia sudah terlelap dalam tidurnya di sofa tempat tadi dia duduk. Brian yang melihat Jia tertidur segera memindahkan ke ranjang, karena di ruangan Brian terdapat kamar untuk Brian beristirahat yang jarang sekali Brian gunakan.


******


Malam harinya, pukul 21.00 Brian belum juga pulang.


" Kenapa dia belum pulang juga.. " Jia menonton televisi untuk menunggu Brian. dari tadi Jia mencoba untuk memejamkan matanya tetapi tak kunjung tidur. Sepertinya Jia mulai terbiasa nyaman tidur di samping Brian, karena Jia selalu tidur mendekap Brian layaknya guling.


Brumm... brummm deru mobil terdengar.


Brian turun dari mobilnya dan segera masuk kedalam rumah, menaiki tangga menuju ke kamar.


" sayang.. kamu belum tidur? apa kamu menungguku? " Brian menghampiri Jia yang duduk di sofa mendaratkan kecupan di kepala Jia.


" tidak! aku tidak menunggumu "jawab jia berbohong.


" lalu kenapa kamu belum tidur? " tanya Brian karena biasanya Jia sudah tidur di jam 21.30.


" belum ngantuk! "


" Oo.. ya sudah aku mandi dulu " ucap Brian lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Butuh waktu lima belas menit Brian menyelesaikan ritual mandinya.


Brian keluar dari kamar mandi kemudian memakai piyama tidurnya.


" sayang aku tidur dulu ya.. aku sangat lelah " ucap Brian. Sebenarnya Brian tau kalau Jia tidak bisa tidur tanpa dirinya. karena selama ini, Jia tidur nyenyak dalam dekapannya. tentu saja Jia berfikir Brian tidak mengetahuinya.


Selang beberapa menit Jia mematikan televisi, dan beranjak ke ranjang.

__ADS_1


" apa dia sudah tidur? " lirih Jia sambil mengibas-ngibas tangannya di depan wajah Brian.


" Brian.. Brian.. " panggil Jia sambil mengoyang-goyangkan bahu Brian untuk memastikan Brian sudah tidur.


" sepertinya dia sudah tidur. apa dia terlalu lelah " ucap Jia. " tetapi kenapa di tidurnya begini! " Jia mengerutu melihat Brian yang tertidur tengkurap.


Jia yang sudah mengantuk, memutuskan untuk menunggu Brian mengubah posisi tidurnya terlentang. Jia memainkan ponselnya sambil menunggu Brian membalikan tubuhnya. dan dengan iseng Jia memotret dirinya dan Brian yang sedang tertidur.


Dan Sebenarnya Brian sama sekali belum tidur. Brian hanya berpura-pura tertidur untuk melihat apa yang Jia lakukan.


Brian pun membalikan tubuhnya menjadi terlentang. dengan cepat Jia tidur di dada bidang suaminya dan tangannya yang melingkar di perut Brian.


Brian terseyum dalam hati " kenapa kau sangat mengutamakan egomu Jia. jika kamu menginginkan diriku maka katakanlah! aku sangat siap menerimanya. mau sampai kapan kau menghindari ku " Brian berkata dalam hati.


Hal seperti ini setiap malam Brian lakukan berpura-pura tertidur nyenyak untuk berdekatan dengan Jia.sebaliknya Jia pun begitu, menunggu Brian terlelap baru Jia tertidur dalam dekapan suaminya.



-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Hai reader's ini adalah novel pertama ku, maaf bila masih banyak kesalahan, semoga kalian mengerti maksud dalam tulisan ku.

__ADS_1


jangan lupa like dan komennya juga vote nya.


bye bye...


__ADS_2