
Kesedihan Mirra sepeninggalan Jia tak kunjung usai, dia menangis, melamun memikirkan keadaan anaknya yang belum ditemukan.
Sejak hari itu, dimana dia mendapat kabar dari Alesya sahabat anaknya, Mirra mengurung diri meratapi anaknya yang tidak tahu apakah anaknya masih hidup atau sudah tiada. Memikirkan hal itu mirra semakin larut dalam kesedihan.
Jody dan Valent sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Jiandra dibantu juga oleh tim SAR. Namun tak kunjung menemukan titik terang.
Lain halnya Tiara, sepertinya dia yang paling senang melihat keadaan seperti ini.
*****
Hari semakin gelap, membuat jia terlalu takut berada sendirian di rumah tanpa adanya cahaya.
Dengan meringkuk duduk di sebuah bangku dan menundukan kepalanya sambil menunggu seseorang.
" dimana dia? kenapa tidak pulang" liriknya ketakutan.
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
Brian yang mendapati jia yang sedang duduk sambil ketakutan merasa iba.
" Kamu kenapa? kenapa gelap sekali? " tanya Brian khawatir.
Mendengar suara seseorang jia mendongakkan kepalanya." kenapa kamu lama sekali?, aku sangat takut. " ucapnya gemetar.
" Maaf, tadi sedikit ada masalah" jawabnya sambil berjalan menyalakan beberapa lentera " disini tidak ada aliran listrik, jika hari mulai gelap nyalakan lentera ini." jelasnya.
" Oh iya, pantas saja tadi aku mencari saklar lampu tapi tidak menemukannya, dan aku sangat lapar! "
" Di dapur ada beberapa makanan, kamu boleh memakannya. "
" Tapi aku tidak bisa makanan kaleng itu, dari tadi aku hanya meminum susu. " jawabnya merajuk manja.
Brian menoleh ke meja makan dan mendapati stok susu yang habis dan bercecer kemana - mana padahal bisa buat satu minggu kedepan.
" Mie instan? apa kamu bisa memakannya? " tanyanya.
" Bisa, tapi aku tidak tau cara membuatnya." rajuknya lagi.
" huhhh... " Brian menghela nafas, " baiklah aku akan memasakannya untukmu.
Sebelum memasak Brian membersihkan diri dulu. lama menunggu,membuat jia tak sabar karena perutnya sudah tak tahan rasa lapar.
__ADS_1
" apa masih lama?
apa kamu benar - benar bisa memasak?
apa masakan kamu enak?
aku sungguh sangat lapar! " tanyanya seperti anak kecil.
Brian hanya mendengarkan pertanyaan Jia dan merasa rengekan seperti anak kecil yang kelaparan. " dia benar2 seperti anak manja! " gumam Brian sambil tersenyum.
Mie instan sudah siap dan di hidangkan di meja dimana Jia menunggu. Dengan lahap Jia memakannya.
" Pelan-pelan. " kata Brian dan duduk berhadapan dengan jia.
" Ternyata enak juga! " Jia menghabiskannya. setelah menyelesaikan nya Jia berterimakasih.
" Jia, berapa umurmu? " tanya Brian memecah keheningan diantara mereka.
" Umurku dua puluh satu tahun, aku masih kuliah dan sebentar lagi aku akan menjadi desiner. " jelasnya sambil tersenyum." berapa umurmu? " balas jia.
" Usiamu ditambah 8 tahun, itulah umurku! "
" belum! "
" Padahal sudah tua tapi belum menikah, kakaku aja yang seumuran denganmu sudah menikah tiga tahun yang lalu, apa kau punya kekasih? tunangan? "
Brian hanya menggelengkan kepalanya. Dan menatap gadis itu sesekali tersenyum melihat tinkahnya.
" Wahhh... kasihan sekali sudah tua belum punya kekasih ataupun tunangan, tenang saja aku akan membantumu, aku akan kenalkan beberapa wanita untukmu! " jia menyampaikan dengan senyum.
Mendengar perkataan Jia, Brian hanya tersenyum tak menyangka gadis itu sangat menggemaskan tingkah lakunya seperti anak yang tak punya dosa menyebutnya sudah tua.
" Hei.. bagaimana? " panggil Jia karena Brian tak merespon rencananya.
" Hei.. pria tua! " panggilnya sedikit dengan nada tinggi dan menyadarkan Brian dari lamunannya.
" Hhhmmm.. ia ada apa? "
" Mau tidak? "
" Apanya? "
__ADS_1
Jia menepuk jidatnya karena sedari tadi dia mengoceh tidak didengarkan Brian. " Sudahlah lupakan saja! " dengan ekspresi cemberut.
" Tadi kau memanggil aku apa? " tanya Brian yang sadar perkataan Jia
" Apa? "
" Apa kamu barusan memanggil aku pria tua? "
" Iya, memang kenapa? kamu sudah tua kan? " jawabnya nyolot.
" Aku belum tua, aku pria dewasa! " Brian menyangkal tak Terima.
" tua?!" sahut Jia.
" Dewasa bukan tua! " jelasnya.
" Apa bedanya? pria tuaaaaa... " jia sambil berlari ke sebuah kamar dan segera menutup pintu. Dari dalam kamar jia berteriak " aku pinjam kamarmu, kamu tidur Saja di sofa, pria tua!! "
Brian sangat kesal " sudah mengatai ku tua, merebut kamarku" gumamnya.
Brian tersenyum membayangkan kejadian tadi betapa konyolnya dia bertingkah kekanakan. Sebelumnya dia tak merasakan seperti ini, dan ini semua karena Jia.
*
*
*
*
*
*
**Jangan lupa like, komen, vote dan pencet love nya.
Maaf bila masih banyak typo.
Terima kasih sudah membaca cerita ku.
bye.. bye**..
__ADS_1